BANTENRAYA.CO.ID – Lima pasar tradisional kecamatan di Kota Serang kini kondisinya makin terbengkalai.
Lima pasar tradisional kecamatan terbengkalai karena ditinggalkan oleh para pedagangnya.
Imbasnya, fasilitas publik menjadi tidak terpakai, dan bangunan menjadi tidak terawat serta berpotensi disalahgunakan.
Kelima pasar tersebut adalah Pasar Taktakan di Kecamatan Taktakan, Pasar Lebak Wangi di Kecamatan Walantaka,
Pasar Jenggot di Kecamatan Kasemen, Pasar Banjarsari di Kecamatan Cipocok Jaya, Pasar Jakung serta Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Kecamatan Kasemen.
Lima pasar tradisional kecamatan itu mendapat sorotan dari Wakil Ketua I DPRD Kota Serang Roni Alfanto.
Dia mengatakan, Pemkot Serang harus menyikapi kelima pasar tradisional kecamatan yang terbengkalai tersebut,
karena itu salah satu janji politik era kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia.
Proyek Pembangunan Lapak PKL Stadion Maulana Yusuf Dikebut
“Lima pasar itu janji politik tentunya harus disikapi dan dilaksanakan terkait ada beberapa pasar yang terbengkalai.
Nah ini perlu evaluasi menyeluruh,” ujar Roni, ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Serang, Rabu (27 Agustus 2025).
Ia juga mendorong Dinkopukmperindag Kota Serang harus pro aktif untuk menghidupkan pasar-pasar kecamatan tersebut, dalam rangka menjaga aset pemerintah agar jangan sampai rusak dan tidak terawat.
“Dinas terkait harus pro aktif dan harus kreatif mengundang para pedagang untuk bisa menghidupkan pasar-pasar tersebut,” ucap dia.
Investasi Mudah dan Nyaman, Bank BJB Tawarkan Sukuk Ritel SR023
Roni mengakui bahwa biasanya kendala umum yang dikeluhkan oleh para pedagang, karena pasar sepi pengunjung pembeli.
“Jadi semuanya harus ikhtiar bersama-sama untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tersebut,” katanya.
Ia berfilosofi bahwa pasar tidak mungkin hidup jika pembelinya tidak ada. Untuk menarik perhatian para pengunjung pembeli, maka harus ada yang menarik perhatian pembeli.
“Apa yang membuat pembeli menarik, harga pasar ini kan ditentukan oleh produsen dan konsumen, jadi tidak bisa di satu sisi saja hanya pemerintah,
Proyek Pembangunan Lapak PKL Stadion Maulana Yusuf Dikebut
tapi pengunjung masyarakat juga harus merasa datang ke sana bermanfaat, apa yang dia cari juga ada,” ungkap Roni berfilosofi.
Roni mengatakan, Pemkot Serang juga harus menyiapkan sejumlah fasilitas pasar yang terbaik agar para pedagang dan pengunjung nyaman bertransaksi di pasar.
“Fasilitas MCK harus bagus, bangunan harus layak, jalan harus bagus, dan banyak melakukan event di situ, insya Allah lambat laun pengunjung akan datang, dan bikin pedagang di situ nyaman,” jelas dia.
Terkait Pemkot Serang yang saat ini tengah gencar menata pasar-pasar tradisional di pusat kota, kata dia, Pemkot Serang sedang melakukan skala prioritas.
“Kalau Pemerintah itu kan harus menyelesaikan atau mengurus bukan hanya satu titik atau bukan hanya 5 itu,
saya pikir bagus Pemerintah mengurus pasar Rau, mengurus pasar kepandean itu bagus, dan yang 5 titik yang belum juga tetap harus diurus juga,
semuanya juga harus diurus, mungkin Pemerintah sedang melakukan skala prioritas, yang mana dulu kita mah support aja,” tandasnya.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, pihaknya bertahap akan melakukan penataan pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Serang, mengingat keterbatasan fiskal.
Proyek Pembangunan Lapak PKL Stadion Maulana Yusuf Dikebut
“Iya nanti bertahap kan kita kan fiskalnya tahu sendiri keadaannya.
Tapi tetap itu semua diverifikasi oleh pemerintah mana pasar yang jalan, mana yang tidak jalan, tentunya ini secara bertahap dengan kemampuan fiskal kita.
Semua akan kita perbaiki. Iya nanti kita lihat dulu. Nanti kita lihat kajiannya,” ujar Budi. (harir)




