Mengenal Jenis-Jenis Pondasi untuk Rancangan Bangunan yang Lebih Tahan Lama Berdiri

jenis-jenis pondasi
Mengenal jenis-jenis pondasi. (Foto: pexels.com/Jiyoung Kim)

BANTENRAYA.CO.ID – Untuk bisa membuat bangunan yang tahan lama berdisi maka bisa dimulai dari mengetahui jenis-jenis pondasi bangunan terlebih dulu.

Dengan mengetahui jenis-jenis pondasi, maka dapat mudah juga untuk menentukan pondasi mana yang lebih cocok untuk suatu bangunan tertentu.

Jenis-jenis pondasi umumnya terbagi dua, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Donor Darah, Kenali 10 Manfaat dari Salah Satu Cara Memperingati Hari Palang Merah Sedunia

Kedua jenis pondasi tersebut perlu diketahui jika ingin membangun bangunan yang kokoh berdiri.

Hal tersebut dikarenakan pondasi merupakan hal yang pertama yang harus ada sebelum elemen lain terbentuk.

Ketahanan bangunan akan bergantung pada pondasinya, karena salah satu fungsi pondasi yaitu untuk meneruskan beban dari struktur atas menuju ke bagian bawah.

BACA JUGA: 5 Adab Makan Sesuai Sunnah yang Harus Dibiasakan oleh Seorang Muslim

Untuk pondasi dangkal biasanya digunakan untuk membangun bangunan yang sederhana.

Sementara bangunan yang tinggi, biasanya menggunakan pondasi dalam.

Berikut bantenraya.co.id sudah merangkum dari berbagai sumber tentang 9 jenis pondasi bangunan:

BACA JUGA: Manfaat Panahan pada Kesehatan Tubuh dan Pikiran

1. Pondasi Piers

Jenis pondasi dalam ini digunakan untuk meneruskan beban berat dari stuktur bangunan.

Biasanya pondasi ini dibuat dari bahan beton precast, yang nantinya diikuti balok beton diafragma untuk mengikuti ukuran dari tinggi pondasi yang sudah diperhitungkan.

2. Pondasi Bore Pile

Pondasi bore pile merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang memiliki bentuk layaknya sebuah tabung panjang yang ditancapkan ke tanah.

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Makanan Ikan Patin untuk Mendukung Budidaya Ikan Patin

Biasanya jenis pondasi bangunan ini dipakai untuk menjaga kestabilan bangunan bertingkat atau bangunan di area lereng.

Kelebihan dari penggunaan pondasi ini adalah pada saat pemasangan sedang berlangsung, pondasi ini tidak mengeluarkan suara yang bising.

Selain itu, penggunaannya juga tidak akan mengalami pergeseran, meskipun struktur tanahnya bergelombang.

BACA JUGA: 4 Tips Menjadi Pendengar yang Baik, Rahasia untuk Hubungan Kalian Makin Langgeng

3. Pondasi Sumuran

Pondasi dalam yang satu ini dinamakan pondasi sumuran karena pembangunannya dilakukan dengan cara membuat beberapa sumur sesuai dengan tipe kontruksi bangunan.

Untuk membuat pondasi sumuran semakin kokoh diisi dengan tiang beton sebagai penahan utamanya.

Pondasi sumuran merupakan pondasi yang menggunakan dua kombinasi prinsip pembuatan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang pancang.

BACA JUGA: 4 Jenis Makanan Burung Walet yang Bisa Dibuat Sendiri dengan Mudah

4. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang merupakan jenis pondasi dalam yang cocok digunakan sebagai pondasi untuk pembangunan bangunan dalam skala kecil maupun besar.

Pondasi tiang pancang dikenal memiliki daya tahan yang lama.

Hal ini karena kerangka dari pondasi ini dapat menghindari karat hingga pelapukan yang terjadi di dalam tanah.

BACA JUGA: 5 Cara Plitur Kayu Supaya Mengkilap dan Indah Dipandang

Dari segi harga, pondasi tiang pancang memang cukup mahal, namun itu sepadan jika dilihat dari kekuatan bahannya yang kokoh.

Pondasi ini juga terbagi menjadi 3 jenis lainnya, yaitu pondasi tiang pancang kayu, tiang pancang beton, dan tiang pancang baja.

5. Pondasi Basement

Pembuatan basement dibuat sebagai usaha untuk mengoptimalkan penggunaan lahan yang semakin terbatas dan mahal.

BACA JUGA: Baca Ini Dulu Sebelum Nonton Spider-Man Across the Spider Verse di Bioskop, Supaya Tidak Bingung dengan Alur Filmnya

Pondasi dalam yang satu ini terdiri dari tiga bagian penting yaitu, metode konstruksi, retaining wall, dan dewatering.

Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing untuk membuat pondasi basement dapat menahan beban dengan baik.

6. Pondasi Memanjang

Pondasi memanjang atau juga dikenal dengan pondasi jalur adalah jenis pondasi dangkal yang mendukung beban bangunan yang berbentuk memanjang.

BACA JUGA: Rekomendasi 5 Makanan Pereda Nyeri Haid, Mudah Didapat dan Efeknya Bekerja Cepat

Jenis pondasi ini secara umum dibuat dalam bentuk memanjang yang berbentuk persegi panjang, persegi, ataupun trapesium.

Bahan yang biasa digunakan untuk membuat pondasi ini adalah cor beton tanpa tulang, pecahan batu, serta batu kali.

7. Pondasi Sarang Laba-Laba

Pondasi sarang laba-laba merupakan jenis pondasi yang masuk ke dalam pondasi dangkal.

BACA JUGA: 7 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Jantung, Wajib Diketahui dan Jangan Disepelekan!

Jenis pondasi ini memiliki bentuk jaring-jaring yang melingkar seperti jaring laba-laba.

Pondasi ini memanfaatkan tanah sebagai kekuatan untuk struktur pondasinya.

8. Pondasi Tapak

Bangunan yang dibuat dengan bentuk melingkar atau bulat, biasanya akan menggunakan pondasi tapak ini.

BACA JUGA: 6 Makanan dari Kacang Kacangan yang Merupakan Camilan Terkenal di Indonesia

Namun ada juga bangunan yang memiliki bentuk persegi menggunakan jenis pondasi ini.

Pondasi ini difungsikan untuk menopang titik beban tunggal yang ada pada bangunan.

Jenis pondasi dangkal yang satu ini cocok digunakan untuk lokasi yang memiliki permukaan tanah yang lunak.

Penggunaan jenis pondasi yang kokoh memiliki tujuan untuk menjaga keselamatan bagunanan dan penguhuninya.

BACA JUGA: 5 Tips Agar Doa Cepat Terkabul, Ternyata Ada Hal yang Harus Dihindari Juga

9. Pondasi Setempat

Pondasi dangkal yang satu ini biasanya digunakan pada struktur utama bangunan bertingkat untuk menahan kolom yang ada di bangunan tersebut.

Jenis pondasi ini hanya digunakan untuk menahan bagian kolom saja, sedangkan untuk bagian dinding-dindingnya menggunakan balok, ataupun sloof pengikat.

Itulah 9 jenis pondasi dangkal dan dalam.***

Pos terkait