BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 1.138 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri di Lebak mengalami kerusakan. Ribuan ruang kelas SD Negeri yang mengalami kerusakan tersebut tersebar pada 169 sekolah di seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak.
Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Disdik Lebak Sahril Apani mengakui bahwa perbaikan ruang kerlas yang rusak menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
Selain jumlahnya yang banyak, kesulitan juga terjadi akibat kemampuan anggaran Kabupaten Lebak yang masih lemah.
“Kita tentu tetap melakukan intervensi. Dengan begitu diharapkan bisa terus memperbaiki wajah pendidikan di Lebak, meski harus dijalankan secara bertahap,” kata Sahril pada Minggu (13 September 2026).
BACA JUGA : SMKN 1 Kota Serang Perkuat Kompetensi Guru Lewat In House Training
Dia bilang bahwa Pemkab Lebak mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,4 miliar untuk melakukan intervensi pada sejumlah ruang kelas pada jenjang SD di Lebak yang mengalami rusak berat tahun 2026 ini.
Total anggaran dari APBD Lebak 2026 itu disebut menyasar pada sekira 70 ruang kelas yang berada pada 19 sekolah dasar di Lebak.
Harapannya, anggaran perbaikan ruang kelas di 2027 mendatang dapat ditingkatkan agar dapat menjangkau lebih banyak ruang kelas.
“Perbaikan dari Pemkab Lebak tentu menyasar pada ruang kelas yang memang kondisinya sudah memprihatinkan. Itu yang menjadi prioritas,” imbuhnya.
BACA JUGA : Horison Altama di Pandeglang Siap Akomodasi Bisnis hingga Wisata
Selain mengandalkan APBD, Sahril menyampaikan pihaknya juga turut membidik potensi lain yang memungkinkan untuk turut berpartisipasi dalam perbaikan fasilitas pendidikan di Kabupaten Lebak.
Di antaranya yakni mengajukan bantuan ke pemerintah pusat serta terus mengejar program revitalisasi sekolah.
Tahun ini, dia menyebut, Kabupaten Lebak menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan tersebut. Menurutnya juga, beberapa sekolah yang diajukan dipastikan mendapatkan bantuan perbaikan ruang kelas dari program revitalisasi tersebut.
“Sekarang masih bergerak masih ada kemungkinan bertambah sesuai dengan jumlah yang sudah diverifikasi,” ujarnya.
BACA JUGA : WPC Cilegon Tampil Lebih Fresh Tawarkan Perawatan Kulit Terlengkap
Sahril merincikan, jumlah sekolah dasar yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat ialah sebanyak 26 sekolah.
Sekolah tersebut sudah melakukan kontrak pendanaan. Sementara usulan dari Disdik Lebak sebanyak 169 sekolah dengan jumlah sekolah yang telah diverifikasi sebanyak 163 sekolah.
Sejauh ini, Disdik Lebak juga disebut terus melakukan pembenahan pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurut Sahril, pemerintah pusat menggunakan data kerusakan ruang kelas dari Dapodik sebagai acuan utama untuk menyalurkan bantuan perbaikan atau revitalisasi sekolah.
BACA JUGA : PTM di Sekolah, Siswa Diminta Pakai Masker
“Kita juga terus melakukan pembenahan dapodik. Karena lewat dapodik jadi patokan pemerintah pusat memberikan bantuan tersebut,” imbuhnya. (aldi)





