BANTENRAYA.CO.ID – Pemilihan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang tengah dilanda kisruh.
Kekisruhan itu terjadi setelah Walikota Serang Budi Rustandi menunjuk H Khaeroni sebagai Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh yang baru untuk periode 2025-2030.
Penunjukan H Khaeroni sebagai Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh yang baru mendapat protes khususnya dari kalangan Ketua Dewan Pembina dan Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh.
Pasalnya, Dewan Pembina dan Yayasan mengajukan sembilan nama calon Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh yang sebelumnya ambil bagian dalam seleksi calon Ketua DKM kepada Walikota Serang Budi Rustandi, namun tiba-tiba H Khaeroni yang muncul sebagai ketuanya.
Antagonisme Politik dan Konsep Friend–Enemy: Membedah Polarisasi Politik di Indonesia
Sekadar diketahui Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang dijabat Mochtar Karim Wenno untuk masa periode 2025-2030.
Baru seumur jagung era kepimpinan Mochtar Karim Wenno dirundung polemik dana operasional pada kegiatan Bazar Ramadan 1446 Hijriah.
Atas kondisi tersebut Dewan Pembina dan Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh meminta Walikota Serang Budi Rustandi merombak pengurus DKM Masjid Agung Ats Tsauroh pimpinan Mochtar Karim Wenno.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang H Embay Mulya Syarif menyayangkan penunjukan H Khaeroni sebagai Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang yang baru 2025-2030, karena tidak sesuai harapan karena tidak mengikuti seleksi.
Serunya Promo HUT ke-64 #bjbIstimewa, Mulai Diskon Liburan, Kuliner Hingga Belanja Hemat!
H Embay Mulya Syarif mengatakan, Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang sudah melakukan seleksi calon Ketua DKM dan sudah mengajukan kepada Walikota Serang.
Adapun hasilnya yang ditunjuk oleh Walikota adalah H Khaeroni yang tidak mengikuti seleksi.
“Jadi dia tidak ikut seleksi tiba-tiba muncul namanya, dan Walikota menunjuk dia jadi Ketua DKM. Itu di luar harapan kami,” ujar Embay, kepada Banten Raya, Minggu (18 Mei 2025).
Meski tidak sesuai harapan, ia mengaku pihaknya tetap legowo dengan penunjukan H. Khaeroni sebagai Ketua DKM.
Antagonisme Politik dan Konsep Friend–Enemy: Membedah Polarisasi Politik di Indonesia
“Iya kalau saya mau apalagi. Saya kan bukan siapa-siapa. Yang nunjuk kan Walikota,” akunya pasrah.
Menurut Embay, pihaknya mengajukan sembilan nama calon Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh yang sebelumnya ikut seleksi.
“Yang diajukan sesuai yang ikut seleksi. Ada sembilan orang. Pak Haji Hidayatullah Ketua Tim seleksinya. Tapi yang jelas saya juga ikut tandatangan yang kita ajukan bukan dia,” katanya.
Ia juga mengajak kepada Yayasan Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang agar legowo dengan penunjukan H Khaeroni.
Antagonisme Politik dan Konsep Friend–Enemy: Membedah Polarisasi Politik di Indonesia
“Iya kalau saya sudah menyampaikan ke teman-teman yayasan, iya sudahlah umat Islam itu umat yang berjiwa besar, iya memang apa yang terjadi di luar harapan kita, tapi mudah-mudahan sajalah kita lihat nanti kayak apa kerjanya,” kata dia.
Embay mengaku pihaknya tidak bisa menolak apalagi melawan yang sudah menjadi keputusan Walikota Serang. “Iya harapan saya sih ya sudahlah.
Artinya itu kan wewenangnya Walikota hak prerogatifnya Walikota. Terus kita mau apa? Mau makar? Kita lihat aja nanti dia kerjanya apa kita lihat.
Karena saya sudah sampaikan kepada pak Walikota bahwa yang mengurus Masjid itu tidak semua orang bisa,” tegas Embay.
Antagonisme Politik dan Konsep Friend–Enemy: Membedah Polarisasi Politik di Indonesia
Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang H Khaeroni mengatakan, pemilihan Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh hak prerogatif Walikota Serang.
“Kaitan ketua itu hak prerogatif Walikota Serang. Jadi hal itu saya pikir bukan ranah kita,” ujar Khaeroni.
Perihal Khaeroni tidak termasuk 10 peserta yang ikut selektif pemilihan Ketua DKM Masjid Agung Ats Tsauroh, itu bukan menjadi persyaratan, karena pemilihan Ketua DKM hak prerogatif Walikota.
“Emang itu menjadi persyaratan? Makanya kalau hal ini pengen menjaga kondusifitas dan semuanya dianggap nyaman,” ucap dia.
Serunya Promo HUT ke-64 #bjbIstimewa, Mulai Diskon Liburan, Kuliner Hingga Belanja Hemat!
Ia menginginkan pengurus DKM Masjid Agung Ats Tsauroh sesuai dengan visi misi dan menjaga marwah agar berkembang pesat.
“Kita ini memang ditunjuk dan ditugaskan melalui berbagai pertimbangan. Insya Allah saya ada niatan baik mengedepankan bagaimana caranya supaya Masjid Agung Ats Tsauroh berkembang lebih baik lagi,” ujarnya. (harir)




