Pengamat Pendidikan Uniba Soroti Korupsi Chromebook, Sebut sebagai Musibah Dunia Pendidikan

Pengamat Pendidikan, Hilaman.
Pengamat Pendidikan, Hilaman.

BANTENRAYA.CO.ID – Terungkapnya kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di era Menteri Nadiem Anwar Makarim telah memicu kritik tajam dari pengamat pendidikan, Hilman, dari Universitas Bina Bangsa (Uniba).

Menurut Hilman, tiga sektor, yaitu agama, pendidikan, dan kesehatan adalah ranah sakral yang seharusnya bebas korupsi.

Namun nyatanya ketiga sektor ini justru kerap dibajak oleh para koruptor di Indonesia.

Kasus terbaru, menyeret mantan Menteri Nadiem Anwar Makarim.

“Ini membuktikan bahwa ketika kebijakan hanya berdasar personal, bukan berdasar kebutuhan atas analisa dan riset masyarakat, akan sangat tinggi untuk dikorupsi,” ujar Hilman.

Ia menyayangkan bahwa program laptop yang dirancang untuk mendukung literasi digital dan pemerataan kualitas pendidikan di daerah 3T justru tercoreng oleh praktik korupsi.

Kasus ini kini ditangani oleh Kejaksaan Agung yang mengusut pengadaan Chromebook senilai lebih dari Rp 9,9 triliun pada masa jabatannya antara 2019–2023.

Penyelidikan mengungkap bahwa rekomendasi tim teknis sempat menyarankan penggunaan sistem operasi Windows, karena Chromebook dinilai kurang cocok untuk wilayah dengan akses internet terbatas.

Nadiem Makarim pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dan ditahan terkait kasus ini.

Hilman menyatakan, korupsi sepertinya ada di semua aspek kehidupan di Indonesia. Ia menegaskan, korupsi di sektor pendidikan dengan niat “baik” seperti pemerataan, justru menjadi contoh kelas dunia dari kegagalan sistemik.

Hilman juga mengingatkan bahwa masih banyak ruang untuk korupsi di sektor-sektor sakral lainnya jika integritas sistem tidak diperkuat. ***

Pos terkait