BANTENRAYA.CO.ID, TANGERANG – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi melantik Dr Desrie Arwen sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) masa jabatan 2025-2029, Kamis 18 September 2025.
Arwen menjadi rektor UMT ketiga mengantikan posisi Ahmad Amarullah yang memilih pensiun dini usai maju dalam kontestasi Pilkada Kota Tangerang 2024 lalu.
Arwen dilantik sebagai rektor berdasarkan Surat Keputusan (SK) PP Muhammadiyah Nomor 447/KEP/I.O/D/2025 tentang pengangkatan rektor UMT masa jabatan 2025-2029. Hadir dalam acara pelantikan tersebut Ketua APTISI Banten Dr PO Abas Sunarya
BACA JUGA : Masih Ramai Dijumpai Truk Parkir Liar Dibahu Tol Tangerang-Merak
Rektor UMT Dr Desrie Arwen mengatakan, dirinya sudah menyiapkan berbagai program untuk memajukan UMT. Salah satunya degan mendirikan sebuah fakultas kedokteran sesuai dengan visi dan misi UMT sebagai perguruan tinggi berstatus unggul pertama di Banten.
“Program yang kita siapkan adalah bagaimana menjalankan visi dan misi yang ada UMT ini dengan keunggulan yang kita dapatkan melalui akreditasi intstitusi sesuai tema yakni unggul, inklusif dan berdampak. Itu yang idealnya yang ingin kita capai,” ujarnya, Kamis 18 September 2025.
Arwen mengatakan, untuk merealisasikan program tersebut diperlukan sinergi dan kolaborasi antara stakeholder dan perserikatan Muhammadiyah.
BACA JUGA : 173 Mahasiswa Ikut Raharja Career, Ini Harapan Rektor
“Disini kita perlu bersinergi segala stakeholder yang ada di UMT dan lingkungan di persyarikatan, dunia usaha, industri, dan dunia pemerintahan. Kolaborasi juga perlu kita bangun dengan berbagai dimensi dan sektor kehidupan,
baik yang di pemerintahan maupun di dunia usaha dan dunia industri,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya menargetkan dalam waktu dekat dapat menghadirkan fakultas kedokteran sebagai program studi terbaru. Dimana hingga saat ini belum ada perguruan tinggi swasta (PTS) di Banten yang memiliki program studi kedokteran.
“Dengan akreditasi unggul itu kita dimintakan oleh pemerintah juga dan pimpinan pusat untuk membuka program studi kedokteran. Karena di Banten ini belum ada satupun perguruan tinggi swasta yang memiliki kedokteran, hanya baru satu yakni Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) saja dan yang swasta belum ada,” imbuhnya.
BACA JUGA : Prodi Tadris Bahasa Inggris UIN Banten Optimis Raih Akreditasi Unggul
“Dengan program Pak Prabowo yang akan dibuka izin 30 program studi kedokteran. Jadi UMT mudah-mudahan dapat afirmasi satu untuk di Banten ini. Sehingga peningkatan kesehatan masyarakat di Banten yang baru berdiri 25 tahun ini,
UMT ikut berkontribusi di pembangunan dunia kesehatan tersebut dengan membuka program studi kedokteran atau fakultasi kedokteran,” tambahnya.
Selain itu, dirinya juga akan fokus dalam digitalisasi pelayanan dan sosialisasi tentang dunia digital. Alhasil, UMT dapat menjadi referensi perguruan tinggi yang unggul dari segi teknologi.
” UMT juga mendapat referensi untuk menjadi Google Reference University di Banten ini. Jadi bagaimana teknologi yang ada ini bisa menjadi sesuatu yang diasosiasikan
dan menjadi sesuatu yang menjadi naturaliti bagi perguruan tinggi untuk disebarkan ke masyarakat,” pungkasnya. (ger/*)




