RSKM Kenalkan Trauma Center Lewat FGD, Pastikan Pasien Kembali Produktif Secara Optimal

IMG 3633 scaled
TRAUMA CENTER: Suasana FGD tentang pengenalan layanan Trauma Center yang diselenggarakan RSKM di Convention Hall The Royale Krakatau Cilegon, Jumat, 13 Februari 2026.

BANTENRAYA.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun atau HUT PT Krakatau Medika ke 30, Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) menggelar seminar atau Focus Group Discussion atau FGD dengan tema Sinergi Multidisiplin Trauma Center: Penanganan Kecelakaan Kerja dan Optimalisasi Return to Work, Jumat, 13 Februari 2026.

BACA JUGA: Gelar Seminar, RSKM Sosialisasikan MCU kepada 100 Pekerja dari 50 Perusahaan

Bertempat di Convention Hall The Royale Krakatau Cilegon, seminar yang diikuti oleh 150 peserta dari berbagai mitra RSKM ini membahas tentang penanganan kecelakaan kerja yang efektif, tidak hanya berhenti pada tindakan medis darurat namun hingga memastikan pekerja kembali produktif secara optimal.

 

Ketua Panitia FGD, dr Devy Nugraha mengatakan, FGD mengupas tuntas perjalanan pasien trauma dari meja operasi hingga kembali ke lingkungan kerja melalui sinergi multidisiplin.

BACA JUGA: Cegah Stunting, RSKM Cilegon Beri Penyuluhan di Posyandu Anyelir 1

“Kami menghadirkan narasumber yang kompeten yang bertugas menangani kaitannya dengan tema yang kami angkat,” katanya kepada Banten Raya.

 

Devy menuturkan, salah satu yang menjadi narasumber adalah perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang yang mMembangun kolaborasi paripurna dengan Trauma Center yang dimiliki oleh RSKM.

 

“BPJS Ketenagakerjaan membahas seputar integrasi layanan medis serta psikososial bagi ketahanan SDM industri,” ujarnya.

BACA JUGA: Kenalkan Terapi Oksigen Hiperbarik, RSKM Cilegon Kumpulkan Dokter dan Bagian K3 Perusahaan

Untuk materi lainnya, lanjut Devy, ada tiga pembahasan diskusi yang disampaikan, diantaranya oleh dr. Gustman Lumanda Sitanggang, dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi RSKM dengan materi terkait deteksi dini dan penanganan tepat fraktur akibat kecelakaan kerja.

 

Kedua oleh dr Diniah Utami, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RSKM yang mengupas peran rehabilitasi medik pada kasus fraktur akibat kecelakaan kerja untuk mencegah disabilitas.

 

Bahasan ketiga dari dr Angga Arifianto, dokter spesialis okupasi RSKM dengan materi return to work yang komprehensif pada kasus kecelakaan kerja untuk mengoptimalkan kinerja karyawan setelah selesai menjalani pemulihan.

BACA JUGA: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RSKM Cilegon, Karyawan Diminta Teladani Rasulullah

“Jadi intinya pada seminar ini kami ingin mengenalkan layanan unggulan kami berupa Trauma Center yang memang mengupayakan layanan yang terintegrasi khususnya pada kasus traumatik seperti kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja ataupun cedera lainnya,” katanya.

 

Devy mengkalim telah bersinergi dengan beberapa rumah sakit dan klinik termasuk klinik yang ada di indutri atau perusahaan.

 

“Kami akan terus memperluas beberapa kemitraan dengan perusahaan lain yang berpotensi untuk menjalin kerjasama dengan kami,” tuturnya.

 

Devy menjamin, pelayanan Trauma Center yang ada di RSKM mampu memberikan pelayanan yang maksimal karena telah dilengkapi dengan fasilitas yang mutakhir serta tim medis yang profesional dan berpengalaman.

 

“Unit pelayanan kami dari hulu hingga hilir, ada proses rujukan mulai dari lokasi kejadian kecelakaan bisa dengan mekanisme komunikasi dengan menyiapkan ambulans untuk penanganan cepat penjemputan pasien. Kami sudah simulasikan berapa lama pelayanan yang bisa kami lakukan mulai dari lokasi kejadian sampai ke RSKM,” ucapnya.

d2e93e7a 8176 4021 87f7 a97a78fee053
LAYANAN RSKM: Ketua Panitia FGD dr Devy Nugraha (kiri) berfoto di depan booth yang menggambarkan fasilitas layanan RSKM di Convention Hall The Royale Krakatau Cilegon, Jumat, 13 Februari 2026.

Devy menjelaskan, di RSKM telah menerapkan multi disiplin dengan mengupayakan pelayanan yang lebih baik hingga pasien sembuh.

 

“Selain menangani pasien dari sakit hingga sembuh, kami juga ada layanan pasca seperti rehabilitasi medik (fisioterapi) dan hiperbarik untuk terapi oksigen sehingga diharapkan mampu memulihkan pasien hingga dinyatakan layak untuk beraktivitas atau bekerja kembali,” katanya.

 

Sementara itu, Direktur RSKM dr Syukraa berharap diskusi atau seminar yang dilaksanakan RSKM bisa memberikan penjelasan secara utuh kepada para peserta terkait keunggulan pelayanan Trauma Center yang tersedia di rumah sakit yang dipimpinnya.

 

“Semoga di usia Krakatau Medika yang memasuki 30 tahun ini bisa terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh mitra,” pungkasnya. ***

 

Pos terkait