54 Titik Sampah di Sungai Cibanten Digarap Keroyokan

54 Titik Sampah di Sungai Cibanten Digarap Keroyokan
PENUH SAMPAH: Gubernur Banten Andra Soni didampingi Walikota Serang Budi Rustandi saat meninjau Sungai Cibanten yang banyak sampah, Selasa (15 Juli 2025).

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Pemprov Banten dan BBWSC3 Kementerian PUPR bakal membersihkan 54 titik sampah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cibanten.

Temuan 54 titik sampah ini hasil sisir Sungai Cibanten Gubernur Banten Andra Soni, bersama Walikota Serang Budi Rustandi, dan relawan Komunitas Peduli Sungai Banten (KPSB) arungi Sungai Cibanten beberapa waktu lalu.

Puluhan titik sampah ini terungkap dalam rapat penyusunan rencana tindak lanjut survei lapangan terhadap titik-titik rawan sampah,

Bacaan Lainnya

sedimentasi, penyempitan alur sungai di wilayah Kecamatan Serang yang digelar di Aula Setda lantai 3, Pemkot Serang, Rabu (23 Juli 2025).

Pejabat Pemkot Serang Ikut Open Bidding Sekda Kabupaten Serang

Rencana aksi pembersihan DAS Cibanten ini dalam mendukung upaya pemeliharaan sungai secara rutin, dan kesiapsiagaan operasi SAR sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian sungai bagi masyarakat Kota Serang.

Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, pembersihan titik sampah, sedimentasi, dan penyempitan alur sungai akan dilaksanakan pada peringatan hari air sedunia 27 Juli.

“Karena 27 Juli hari Minggu, maka mungkin akan dilaksanakan di hari Senin. Nah tadi sudah kita mapping membuat kajian. Tinggal hari Senin actionnya,” ujar Iwan, kepada Banten Raya.

Ia menyebutkan, jumlah titik sampah yang berhasil ditemukan lebih dari 50 titik lokasi. Puluhan titik sampah itu dimulai dari Kecamatan Cipocok Jaya hingga Kecamatan Kasemen. “Kurang lebih ada 42 titik, bahkan 54 titik,” ucap dia.

Pimred Award 2025: Tangsel Terbaik Bidang Komunikasi dan Keterbukaan Informasi

Iwan menuturkan, pembersihan titik sampah, sedimentasi, dan penyempitan alur Sungai Cibanten akan dilakukan secara keroyokan baik dari Pemkot Serang, Pemprov Banten, maupun dari BBWSC3.

“Kalau bicara dari kelurahan kecamatan saja, dipersiapkan 100 personel. Belum bantuan dari OPD Pemkot Serang, dari DLH, dari DPUPR, dari provinsi, dari komunitas, termasuk dari Balai Besar.

Kurang lebih sekitar 300 orang mungkin akan turun,” tuturnya.

Ia mengatakan, armada yang akan diturunkan dalam pembersihan sampah, sedimentasi, dan penyempitan alur sampah Sungai Cibanten bukan hanya dari Kota Serang.

Bank bjb Dorong Budaya Menabung Sejak Dini Lewat Produk Jasa Layanan Perbankan

“Armada mungkin bantuan eksavator dari provinsi, dari balai, termasuk dari PU Kota Serang, kemudian juga alat angkut armadanya dari Kota Serang, dari provinsi, dan dari balai akan turun semua,” ungkap Iwan.

Iwan memprediksi pembersihan sampah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cibanten memakan waktu hingga berhari-hari.

“Nah kalau kita bicara prediksi kita berupaya dalam satu hari itu dioptimalkan dengan mudah-mudahan dengan armada yang mencukupi,

personal yang mencukupi, peralatan mencukupi dioptimalkan paling lambatnya ya tiga hari lah. Kalau itu sudah optimal ya,” jelas Iwan.

Pendampingan ASN Terkena Kasus Pidana dan Perdata di Pemkot Serang Nihil

Ia mengaku pihaknya pun sudah menyiapkan sistem dalam pembersihan sampah di sepanjang DAS Cibanten.

Sistem pembersihan sampah itu dengan cara membentangkan jaring menangkap sampah yang dibentangkan di kanan-kiri bibir sungai. Rencananya ada tiga jaring penangkap sampah yang akan dipasang.

“Nah kita sudah menggunakan sistem, jadi mengikuti arus sampai itu dialirkan ke sungai dulu, tapi di titik-titik tertentu kita pasang jaring, ada tiga titik.

Satu di bawah jembatan pekarungan. Kemudian yang kedua di jembatan depan Polsek, berarti pasar lama.

Jembatan Dibawah Tol Tangerang-Merak Membahayakan

Yang ketiga atau kampung baru, yang ketiga itu di Kidemang. Jaring untuk menangkap sampah yang dibentangkan dari ujung ke ujung.

Nanti sampah akan tersangkut ke sana, dari situ baru kita angkut,” terang dia.

Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, sebelum pelaksanaan pembersihan Sungai Cibanten, lurah dan camat akan menentukan titik untuk diturunkan alat berat di sempadan Sungai Cibanten.

“Nanti actionnya di tanggal 28 hari Senin. Baru tuh action semua termasuk dengan relawan peduli sungai Banten,” ujar Budi.

Andra Selamatkan Sekolah Swasta

Ia berkeinginan aksi pembersihan Sungai Cibanten bisa kelar secepatnya. “Paling lama 1 Minggu beres. Ditargetkan secepat mungkin sesuai dengan keinginan Pak Gubernur,” katanya.

Budi menjelaskan, pihaknya berkeinginan Sungai Cibanten bisa menjadi destinasi wisata dan spot olahraga air yaitu arung jeram.

“Ke depannya minimal sungai itu menjadi ikon Kota Serang,” jelas Budi.

Untuk perawatan Sungai Cibanten, lanjut dia, pihaknya akan membuat shelter di sejumlah titik di sempadan Sungai Cibanten.

Jembatan Dibawah Tol Tangerang-Merak Membahayakan

“Pembuatan shelter itu adalah untuk pos-pos ketika nanti ada bencana, atau apa itu perahu bisa gampang turun, karena selama ini selalu kesusahan,” katanya.

Budi juga akan menginstruksikan para lurah dan camat untuk mengedukasi masyarakatnya agar tidak lagi membuang sampah rumah tangga di Sungai Cibanten.

“Nanti kita siapkan tempatnya. Nanti cator-catornya dan lain-lain bekerjasama atau berkolaborasi dengan DLH,” tandasnya. (harir)

Pos terkait