Warga Awasi Proyek Flyover Unyur

Warga Awasi Proyek Flyover Unyur
TIANG PANCANG: Kondisi proyek frontage atau jembatan layang di Kelurahan Unyur, Kota Serang, sedang dalam proses pembangunan, Rabu (22 Juli 2027).

BANTENRAYA.CO.ID – Proyek pembangunan frontage atau Flyover Unyur, Kota Serang mendapat pengawasan oleh masyarakat.

Pengawasan ini perlu dilakukan oleh masyarakat agar proyek strategis ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai spesifikasi dari perencanaannya.

Ketua Forum RT RW Kota Serang Nana Heryatna mengatakan, pembangunan Flyover Unyur yang sedang berjalan menjadi bagian dari proses perjuangan panjang masyarakat Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang.

“Hampir seluruh RT RW masyarakat sangat menanti segera terselesaikannya pembangunan yang insya Allah akan mengurai kemacetan, dan membawa perubahan pembangunan Kota Serang dan menjadi perlintasan kendaraan.

BACA JUGA : Abuya Muhtadi Deklarasi Tolak LGBT

Manfaatnya untuk masyarakat jelaskan mempermudah akses lalu lintas, dan mempercepat perjalanan menuju pusat kota,” kata Nana, kepada Banten Raya.

Ia menginginkan pembangunan Flyover Unyur agar terus dibantu pengawasannya oleh masyarakat, agar pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai spesifikasi dari perencanaannya.

“Pembangunan Flyover Unyur terus diawasi masyarakat untuk memastikan proyek strategis senilai Rp25 miliar ini selesai tepat waktu pada Desember 2026 dan sesuai spesifikasi,” ucap dia.

Nana menjelaskan, pengawasan warga diperlukan karena penutupan jalan berdampak langsung pada aktivitas harian, mobilitas, dan keselamatan selama masa konstruksi berlangsung.

BACA JUGA : Warga Gunung Batur Jalan Kaki ke Hutan Cari Sumber Air

“Memang karena kita ingin perjuangan untuk flyover ini tidak sia-sia, selama pembangunan harus berjalan sesuai time schedule, dan harus kokoh dan bertahan puluhan tahun,” jelasnya.

Salah seorang warga Taman Banten Lestari, Wijaya mengatakan, proyek pembangunan Flyover Unyur masih terus berprogres bukan mandek.

“Kalau menurut saya ini saya lihat masih terus berjalan bukan stagnan. Jadi kita tunggu saja,” ujar Wijaya, kepada Banten Raya, Rabu (22 Juli 2026).

Menurut dia, proyek pembangunan Flyover Unyur ada kontrak pekerjaannya yang disepakati oleh pihak perusahaan dengan pemerintah daerah.

BACA JUGA : BANK BJB Imbau Nasabah Waspadai Modus Penipuan Digital

“Nanti kan ada berapa bulan kontraknya itu kan. Kalau udah melewati kontrak mungkin kan nanti ada tanggapan hal-hal yang lain,” ucap dia.

Wijaya mengatakan, saat ini proyek pembangunan frontage belum bisa dinilai hasilnya, karena masih terus berproses pekerjaannya.

“Kalau sekarang belum bisa kita melihat apa itu baik ataupun tidak. Namun sekarang ini kita lihat proses berjalan semuanya,” katanya.

Ia berharap proyek pembangunan Flyover Unyur rampung sesuai kontraknya. “Mudah-mudahan sesuai dengan apa yang sudah ditentukan kesepakatan antara pihak pemerintah dengan yang mendapatkan pekerjaan tersebut,” tutur Wijaya.

BACA JUGA : Warga Purwakarta Ancam Demo

Wijaya menilai dengan adanya pembangunan Flyover Unyur, maka Pemkot Serang tidak lagi harus mengurus izin perlintasan kereta di jalur Frontage Unyur, karena pembangunan Flyover Unyur dipercepat.

“Pembangunan flyover itu berdampak positif. Kita tidak lagi bergantung terhadap PT KAI itu sudah melakukan kepercayaan umum, terutama di wilayah BIP, TBL, dan Mutiara itu untuk akses bukan lagi akses yang untuk umum,” jelas dia.

Menurut dia, pembangunan Flyover Unyur ini merupakan impian masyarakat Kota Serang khususnya warga sekitar jalur Frontage Unyur yang digaungkan sejak lama.

“Kita pembangunan flyover itu sudah kita gaung-gaungkan dari dulu keinginan kita yang terwujud. Flyover ini kan sudah sangat luar biasa baik pertumbuhan ekonominya nanti akan lebih luar biasa di wilayah kita,” katanya.

BACA JUGA : Mengenang Kejayaan SMA 17 Serang Sering Tawuran, Banyak Prestasi

Wijaya juga menerangkan bahwa keberadaan Flyover Unyur nantinya dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kota Serang khususnya warga yang tinggal di sepanjang jalur Frontage Unyur.

“Mengurangi kemacetan, memberikan solusi yang luar biasa. Dan juga nilai jual dari rumah kami itu lebih tinggi. Jadi hal positif banyak dengan adanya flyover tersebut.

Tidak diuber-uber lagi dari PT KAI bahwa serta merta dia akan menutup jalan, karena kita sudah punya flyover nantinya,” terang Wijaya.

Ia meyakini bahwa proyek pembangunan Flyover Unyur ini dapat memberikan kesejahteraan khususnya bagi masyarakat Kota Serang.

BACA JUGA : Yuk Ikutan Cooking Class Seru Buat Anak di Horison Ultima Ratu Serang

“Mudah-mudahan program daripada gubernur dan Budi Rustandi ini benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat untuk kenyamanan masyarakat terwujud,” tuturnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Muhammad Asdar mengatakan, pembangunan Flyover Unyur dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sebesar Rp25 miliar pada tahun 2026,

untuk pekerjaan pembangunan Konstruksi Flyover dari bangunan bawah (pondasi) hingga bangunan atas berupa konstruksi beton balok girder bentang 30 meter dan 25 meter.

“Itu panjang 280 meter dengan lebar konstruksi 9 meter dan tinggi bersih jembatan 6,5 meter antara top rel kereta api dengan bagian bawah balok girder jembatan.

BACA JUGA : Iis Mulyati, Mantan Honorer yang Kini Jadi Guru Bimbel Mengajar Les Gratis untuk Anak Yatim

Ini melebihi batas minimum kebutuhan ruang bebas perlintasan kereta api (PM. 60 tahun 2012),” ujar Asdar, kepada Banten Raya.

Ia mengakui bahwa dahulu pembangunan Flyover Unyur terkendala anggaran. “Tapi saat ini telah teratasi dengan bantuan penanganan dari Pemerintah Provinsi Banten,” ucap dia.

Asdar menjelaskan, proyek pembangunan Flyover Unyur ditutup plat seng karena sesuai metode yang umum pada pekerjaan konstruksi. “Itu mengacu pada asas keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan lingkungan sekitar,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan flyover Unyur berada pada ruas jalan Kaligandu-Unyur dengan lebar ruang jalan 10 meter dan panjang penanganan pembangunan kurang lebih 280 meter. “Jadi tidak ada pembebasan lahan dalam persiapan pembangunannya,” jelasnya.

BACA JUGA : 600 KDMP di Banten Mandek

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan marzan memastikan jika pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai dengan rencana. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 14 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026.

“Progres pekerjaan masih berada pada jalur yang telah ditetapkan sejak awal pelaksanaan proyek. Saat ini sudah 14 persen. Semua masih sesuai dengan perencanaan,” kata Arlan.

Mengenai soal pengerjaan yang dianggap lambat, Arlan menjelaskan jika masa pelaksanaan proyek berlangsung selama delapan bulan, sejak kontrak pekerjaan dimulai pada April 2026.

“Bukan lambat, kemarin kan baru kontrak itu di April, dan pengerjaan di Mei. Jadi bukan lambat, kan baru dua bulan ini berjalan. Ya target kami InsyaAllah November selesai,” ujarnya.

BACA JUGA : Tanjung Lesung Aman Dikunjungi Wisatawan

Arlan menuturkan, selama proses pelaksanaan proyek pihaknya mengaku tidak mengalami kendala yang berarti. Meskipun, kata dia, kenaikan harga material membuat ada sedikit penyesuaian.

Akan tetapi, kondisi tersebut tidak sampai mengubah target dan penyelesaian pembangunan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, tantangan yang paling banyak dihadapi justru berkaitan dengan pengaturan arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung.

“Kendala sih enggak ada ya. Paling karena ada kenaikan (harga) material, jadi harus ada penyesuaian, cuma kita pastikan tetap sesuai dengan target.

BACA JUGA : Revitalisasi Alun-alun Dikerjakan Serentak di 4 Zona

Paling hal lain itu soal pengaturan lalu lintas saja, dan itu juga dari awal sudah kita atur, jadi insyaAllah aman,” katanya.

Arlan juga memastikan, dukungan anggaran untuk pembangunan frontage Unyur tetap aman.

Proyek yang dibiayai melalui APBD murni tersebut dikatakan Arlan tidak terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran sehingga pelaksanaan konstruksi tetap berjalan sesuai rencana.

“Anggarannya sudah sesuai, Rp24 miliar. Ini masuk di APBD murni, dan untuk proyek flyover ini memang tidak ada efisiensi, karena tidak mungkin pembangunannya dikerjakan setengah-setengah,” tegasnya. (harir/raffi)

Pos terkait