BANTENRAYA.CO.ID – Musim kemarau yang terjadi sejak Juni 2026 membuat debit air di Waduk Karian, Kabupaten Lebak, surut. Berkurangnya debit air pada waduk yang membentang pada enam kecamatan di Lebak itu membuat puing-puing rumah penduduk yang sempat ditenggelamkan kembali muncul.
Warga sekitar menyebut pemandangan itu telah terjadi sejak sepekan ke belakang.
Seperti yang terlihat di bekas permukiman warga yang berada di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira.
Pada musim kemarau tahun ini, penurunan debit air bahkan memperlihatkan permukaan perkampungan hingga sisa bangunan secara keseluruhan.
BACA JUGA : Lotte Mart Wholesale Serang, Destinasi Belanja Lebih Modern
Bagi warga yang tinggal di sekitar Waduk Karian, pemandangan seperti itu rupanya turut kembali menghidupkan kenangan lama saat sebelum kampung itu ditenggelamkan.
“Kalau debit airnya normal, masjid itu bahkan hanya terlihat bagian kubahnya, sisanya terendam air,” kata Fauzi, salah seorang warga yang tengah memancing, saat berbincang dengan Banten Rayam Minggu (26 Juli 2026).
Kendati begitu, Fauzi mengungkapkan bahwa pemandangan penyusutan air memang hal biasa ketika memasuki musim kemarau, dan menjadi sisi lain yang unik dari waduk yang menampung air dari aliran Sungai Ciberang dan Ciujung ini.
“Tapi untuk tahun ini, penurunan debit airnya cukup dalam. Sampai permukaan tanahnya keliatan kalau dilihat dari ketinggian,” terang dia.
BACA JUGA : Siswa MAN 1 Serang Sabet Juara 1 Pencak Silat
Fauzi menceritakan, kawasan perkampungan itu secara bertahap ditinggalkan oleh warganya sejak tahun 2022.
Sementara warga yang dulunya tinggal di kawasan itu kini telah berpindah di kawasan permukiman baru yang berada di sekitar lokasi waduk terbesar ketiga di Indonesia tersebut.
“Namun ada juga yang memang pindah ke lokasi yang jauh. Ada yang beli rumah baru misalnya di daerah lain,” ungkapnya.
Fauzi menyebut bahwa saat ini eks kawasan permukiman warga yang muncul itu rupanya memiliki daya tarik wisata. Banyak orang dari luar daerah berdatangan untuk menyaksikan pemandangan itu.
BACA JUGA : Tujuh Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis
Pada akhirnya, warga sekitar memanfaatkan hal tersebut dengan membuka usaha sewa perahu. Para penyewa bisa memanfaatkan perahu milik warga untuk menyusuri kawasan tersebut.
“Sejak awal-awal ditenggelamkan, bekas perkampungan itu memang mampu menarik wisatawan. Makanya warga sekarang banyak yang menyewakan perahu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Waduk Karian merupakan Sakha atau Proyek Strategis Nasional dan diresmikan pada Januari 2023 oleh Presiden Indonesia saat itu, Joko Widodo.
Waduk Karian memiliki luas genangan mencapai 1.740 hektare dari luas keseluruhan 2.170 hektare. Dari luasan tersebut, total volume tampungan Bendungan Karian adalah sebesar 314,7 juta meter kubik.
BACA JUGA : BANK BJB Imbau Nasabah Waspadai Modus Penipuan Digital
Disebutkan, waduk tersebut memiliki fungsi sebagai pemasok air bersih jutaan penduduk di Provinsi Banten, Jakarta hingga Bogor.
Selain itu, waduk tersebut diklaim memiliki potensi untuk menghasilkan tenaga listrik ramah lingkungan sebesar 1,8 MW (megawatt) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) serta pariwisata masyarakat lokal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak menyampaikan bahwa kemarau yang terjadi di Lebak telah dirasakan dampaknya sejak akhir Juni 2026, dan diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
“Kekeringan sudah meluas di tujuh kecamatan, termasuk di Kecamatan Sajira,” kata Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama. (aldi)





