BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 27 siswa SMPN 1 Kramatwatu diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan pada hari Selasa (2 September 2025).
Diduga, ada beberapa menu pada MBG yang basi. Siswa yang diduga keracunan rata-rata mengeluhkan mual, pusing, muntah dan diare.
Akibatnya ada dua orang yang belum bisa sekolah karena masih mengalami sakit.
Kepala Sekolah SMPN 1 Kramatwatu Dede Al Amron mengatakan, awalnya hanya terdeteksi sebanyak enam orang yang mengalami keluhan usai makan menu MBG tersebut.
Info Cuaca Banten Hari ini 4 September 2025, Cerah atau Hujan?
“Yang terdeteksi ada enam orang, terus kita panggil dan dibawa ke klinik. Kemudian kita minta anak-anak dijemput oleh orang tuanya,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3 September 2025).
Ia menjelaskan, ada 21 anak lainnya mengalami keluhan seperti mual, muntah dan diare ketika berada di rumah, sehingga tercatat ada 27 siswa yang diduga keracunan usai menyantap MBG.
“Setelah di rumah mungkin ada keluhan, berarti jumlah keseluruhannya ada 27 orang. Keluhannya ada yang mual, pusing, ada yang muntah tapi enggak banyak,” katanya.
Respon DPR RI Terhadap Tuntutan 17+8: Janji Akan Tindaklanjuti Aspirasi
Dede menuturkan, saat ini ada dua orang yang masih dalam keadaan sakit dan tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah seperti biasa.
“Kejadiannya kemarin hari Selasa, ada dua orang yang masih mual dan masih istirahat di rumah,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, beberapa menu MBG yang disajikan juga tercium aroma yang kurang sedap sehingga sempat mengimbau kepada siswa untuk tidak memakan.
“Saya bilang ke anak-anak kalau ada yang enggak enak silakan kembalikan ke tempat semula. Mungkin karena suaranya mereka lapar akhirnya maksa memakan menu MBG itu,” paparnya.
Info Cuaca Banten Hari ini 4 September 2025, Cerah atau Hujan?
Beberapa menu makanan tersebut diduga disajikan dalam keadaan basi sehingga berdampak terhadapak kesehatan siswa.
“Makanannya itu secara fisik kelihatannya agak lembek, basah dan berlendir tapi nggak semua dan hanya beberapa. Kalau enggak salah itu rolade telur,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugraha Jaya mengimbau kepada kepala sekolah untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap penyaluran MBG.
“Saya mengimbau kepada kepala sekolah, sebaiknya dijaga anak-anaknya untuk tidak mengonsumsi jika menunya basi. Segera melakukan komunikasi ke pihak penyedia, dalam hal ini SPPG dan melaporkan ke pihak terkait,” ujarnya.
Perkuat Toleransi dan Solidaritas, Puluhan Pemuda Lintas Iman Banten Tolak Provokasi SARA
Ia menjelaskan, program MBG harus disuport dan menjadi perhatian semua pihak sehingga semua unsur bisa menjadi bagian dari proses pengawasan.
“Kalau memang ada makanan dari segi aroma, rasa dan warna sudah berbeda ini perlu ditingkatkan kehati-hatian. Kalau basi jangan dipaksakan karena jadinya makanan beracun bukan bergizi, dan itu bahaya,” katanya.
Sementara itu di Kabupaten Lebak, menu MBG yang disalurkan ke sejumlah sekolah dasar maupun Mts di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, tak disentuh para siswa.
Mereka mengeluhkan bahwa menu yang mereka terima dalam kondisi basi. Siswa menemukan adanya sayur hingga tempe yang tak kayak dikonsumsi hingga akhirnya dibuang.
Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, DPUPR Kabupaten Serang Bangungkan SPAM di Cinangka
Wakil Kepala MTs Mathla’ul Anwar Cibadak Agung Amin Firdaus menyampaikan bahwa saat sekolahnya membagikan makanan ke siswa, guru kemudian mendapatkan aduan dari siswa. Para guru lalu mencicipi makanan yang diterima.
Hasilnya, mereka menemukan sayuran yang sudah terasa asam serta tempe yang terasa lebih pahit. Para siswa kemudian dilarang untuk mengonsumsi menu yang dibagikan.
“Makanan yang basi yakni sayuran dan tempe yang rasanya pahit tidak dimakan, sebab makanan seperi itu tidak layak konsumsi akibat diduga sudah basi dan rasanya pahit,” kata Agung.
Agung mengungkapkan bahwa di sekolahnya sendiri, program MBG baru berjalan dua hari dengan berbagai menu, mulai dari nasi, sayuran, tempe, telor dan buah-buahan.
Info Cuaca Banten Hari ini 4 September 2025, Cerah atau Hujan?
Dengan adanya makanan basi tersebut, dia berharap pihak dapur bisa lebih ketat ketika mengolah makanan MBG karena bisa membahayakan keselamatan para siswa.
Dugaan menu MBG yang basi juga sempat dialami oleh sejumlah sekolah lain.
Di Bojongleles, keluhan serupa turut dilontarkan oleh salah satu kepala sekolah dasar yang namanya enggan disebutkan.
Kata dia, makanan diduga basi yang diterima sekolahnya tersebut terjadi dua hari lalu. Para guru menemukan kuah sayur yang terasa asam dan sedikit berlendir.
Info Cuaca Banten Hari ini 4 September 2025, Cerah atau Hujan?
“Untuk hari ini memang aman, jadi kejadiannya dua hari lalu. Mudah-mudahan terus berbenah karena mungkin ini masih sangat awal,” kata dia.
Perwakilan Yayasan Ijah Barokah, selaku mitra yang menyalurkan MBG, Iwan Sunano membantah dugaan tersebut.
Iwan berkilah bahwa penyaluran menu saat itu sedikit lebih berkuah. Hal itu yang membuat penerima salah kaprah menilai menu tersebut basi.
Pihaknya juga mengaku telah melakukan pengecekan terhadap sampel makanan. Hasilnya tidak ditemukan indikasi basi.
Respon DPR RI Terhadap Tuntutan 17+8: Janji Akan Tindaklanjuti Aspirasi
Ia juga menegaskan, guru di sekolah sudah diinstruksikan agar mencicipi makanan sebelum dibagikan.
Jika terbukti basi, makanan tidak boleh didistribusikan dan harus segera dilaporkan. Namun hingga kini, belum ada laporan resmi terkait makanan basi.
“Ompreng yang kami tarik kembali semuanya sudah dikonsumsi murid. Memang ada sisa, terutama nasi dan sayur, tetapi lauk selalu habis,” katanya.
Dalam program ini, Mitra Ijah Barokah mengelola penerima manfaat sebanyak 3.492 siswa dari 14 sekolah, mulai dari RA, TK, MI, SD, SMP, MTs hingga MA.
Info Cuaca Banten Hari ini 4 September 2025, Cerah atau Hujan?
Untuk menu yang dibagikan pada hari ketiga, di antaranya ikan filet tepung, tempe bumbu sembur, sayur capcay, dan buah semangka.
Pihaknya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sekolah.
Melalui kerja sama tersebut, sekolah berhak memberikan masukan jika ditemukan menu yang tidak sesuai, termasuk dugaan adanya makanan basi.
“Awal pelaksanaan memang masih banyak kekurangan, kami akui. Namun ke depan kami akan terus berbenah.
Terima kasih atas masukan dari pihak penerima maupun masyarakat,” tandasnya. (andika/aldi)





