BANTENRAYA.CO.ID – Momentum libur panjang (long weekend) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan cuti bersama, serta peringatan Hari Lahir Pancasila membawa berkah signifikan bagi industri pariwisata di Provinsi Banten, khususnya di kawasan Anyer-Carita.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten mencatat adanya lonjakan tajam pada angka okupansi hotel, khususnya di kawasan pesisir seperti Anyer. Mayoritas kamar hotel di kawasan Anyer-Carita terisi 80 persen.
Ketua PHRI Banten Ashok Kumar mengungkapkan, rata-rata tingkat hunian kamar hotel selama libur panjang ini berhasil menembus angka di atas 80 persen.
“Momentum long weekend karena libur Idul Adha dan cuti bersama ini sangat memadai. Okupansi di kawasan pesisir Anyer rata-rata mencapai 85 hingga 95 persen, jadi secara keseluruhan berada di atas 80 persen,” kata Ashok kepada Banten Raya, Senin (1 Juni 2026).
BACA JUGA : Vila Marina Anyer Dilengkapi Mini Playground
Ashok menilai, tingginya minat wisatawan ini menunjukkan jika masyarakat tidak lagi mengkhawatirkan kendala perjalanan dan siap membelanjakan anggaran liburan mereka.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga di tengah tingginya permintaan.
“Intinya pada long weekend malam Iduladha ini semua konfirmasi hunian cukup memadai. Membanting harga itu tidak bagus buat para hotel,” tegasnya.
Sektor perhotelan Banten juga dinilai makin bergairah dengan kehadiran sejumlah investasi baru.
BACA JUGA : Ledakan di PT MCI Diduga dari Plan Produksi, Warga Alami Gangguan Kesehatan
Salah satu yang menjadi sorotan adalah performa Movenpick yang baru saja beroperasi namun langsung mencatatkan tren positif.
“Movenpick harus mampu menjaga kualitas produk dan stabilitas pelayanan, kualitas yang stabil diperlukan agar hotel baru tidak kehilangan momentum di masa depan,” cakapnya.
Pertumbuhan investasi tidak hanya terjadi di pesisir. Di wilayah Tangerang, tercatat ada tiga hotel baru yang muncul.
“Pertumbuhan investasi ini tetap berjalan. Meskipun kita sempat kehilangan potensi pasar Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) sekitar 40 persen,
BACA JUGA : Bupati Serang Bagi-bagi Ambulans Desa
hal itu ternyata tidak membendung kehadiran investasi baru, bahkan rapat-rapat mulai dibuka kembali pelan-pelan oleh pemerintah,” tambahnya.
PHRI Banten juga memberikan catatan kritis kepada pemerintah daerah terkait dua isu utama yang dapat menghambat kenyamanan dan pendapatan daerah.
Pertama soal infrastruktur Penerangan Jalan Umum (PJU), Ashok meminta pemerintah tidak saling melempar tanggung jawab (antara tingkat kecamatan, provinsi, hingga nasional) terkait masalah PJU yang klise dan sering mengalami blank out.
Serta PHRI mendesak adanya pemantauan ketat terhadap vila-vila pribadi di Anyer yang disewakan secara komersial namun tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
BACA JUGA : Tiga Jabatan Eselon II Kosong
“Banyak tumbuh vila pribadi di Anyer, bahkan ada yang punya sampai 5 vila. Jangan sampai mereka ini dianggap UMKM lalu tidak ditarik pajaknya.
Apabila itu vila pribadi (yang dikomersialkan), mereka harus mengikuti aturan pajak juga,” kata Ashok.
Dketahui, sebanyak 25 ribu wisatawan baik dari lokal maupun luar daerah memadati kawasan wisata Pantai Anyer pada libur panjang ini.
Peningkatan kunjungan wisatawan ini sangat berdampak terhadap jumlah okupansi hotel yang meningkat sehingga tingkat hunian mencapai 80 persen lebih.
Seru dan Penuh Semangat! SDSN YPWKS IV Gelar Pelantikan Penggalang Ramu
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, puncak kunjungan wisata terjadi pada Sabtu 30 Mei hingga Minggu 31 Mei.
“Jadi jumlahnya kurang lebih ada 25 ribu wisatawan di libur panjang ini atau selama tiga hari. Artinya ada peningkatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain karena waktu libur yang panjang, faktor cuaca juga mempengaruhi melonjaknya kunjungan wisatawan.
“Sangat pas cuacanya bagus, kemudian suasana juga lagi bagus sehingga banyak yang datang ke sini. Bahkan pada hari Sabtu dan Minggu jalanan sempat padat,” katanya.
BACA JUGA : Vila Marina Anyer Dilengkapi Mini Playground
Ketua PHRI Kabupaten Serang Yurlena Rachman mengatakan, tingkat okupansi hotel tembus 100 persen selama libur akhir pekan itu.
“Sabtu dan Minggu karena hari ini (kemarin) juga tanggal merah. Jadi rata-rata okupnasi hotel di kawasan Anyer itu sampai 100 persen. Kalau di Idul Adha karena jatuhnya hari Rabu, jadi okupansinya hanya sekitar 50 sampai 80 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tamu-tamu hotel masih didominasi oleh wisatawan asal luar daerah seperti Jakarta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
“Tamu terbanyak masih dari Jabodetabek, bahkan bokingan tertinggi itu berasal dari Tangerang. Saat ramai tamu ini kita juga enggak naikin harga,” katanya.
BACA JUGA : SMK Islam Cendikia Target Juara
Lena menuturkan, para pengelola hotel juga berlomba-lomba untuk menyediakan fasilitas tambahan seperti wahana permainan anak, fasilitas kamar untuk menarik wisatawan.
“Jadi banyak hotel menyediakan fasilitas tambahan seperti mewarnai, mandi busa dan lain-lain. Jadi fasilitasnya kita tambah harga tetap sama,” jelasnya. (raden/andika)





