387 Ribu Warga Terpapar Influenza A

387 Ribu Warga Terpapar Influenza A
Ati Pramudji Hastuti Kepala Dinkes Provinsi Banten

BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 387.250 kasus Influenza A telah terdeteksi di Provinsi Banten.

Meski penyebarannya sangat cepat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyebut jika tingkat kegawatdaruratan atau bahaya penyakit tersebut sangat minim dan meminta masyarakat tidak panik.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Influenza A merupakan kasus yang sudah biasa ditemukan di masyarakat. Namun, tingkat penyebaran virus tersebut memang tergolong sangat cepat.

“Influenza A ini kasus yang sudah biasa. Memang tingkat daya penyebarannya ini luar biasa cepat, tetapi untuk mengakibatkan kegawatdaruratan ini sangat minim (tidak berbahaya),” kata Ati, Senin (5 Oktober 2026).

BACA JUGA : Akses Jalan Gerdug-Bojong Amblas

Ia menjelaskan, jumlah kasus Influenza A di Banten saat ini masih berada di bawah 500 ribu kasus, dengan angka sekitar 387.250 kasus yang penyebaran kasusnya disebut hampir merata di wilayah Provinsi Banten.

Meski jumlah kasus cukup besar, Ati meminta masyarakat tidak menyikapinya dengan kepanikan.

Menurutnya, Influenza A merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya atau bersifat self-limiting disease apabila daya tahan tubuh seseorang dalam kondisi baik.

“Ini self-limiting disease, jadi dia bisa sembuh dengan sendirinya kalau memang imunitas kita bagus,” ujarnya.

BACA JUGA : 26 Tahun Provinsi Banten, Pembangunan Merata Untuk Semua

Lebih lanjut, Ati menjelaskan, penderita Influenza A tidak selalu membutuhkan obat antivirus untuk dapat sembuh.

Ia menyebut, kondisi tubuh dapat dipulihkan dengan menjaga daya tahan tubuh, termasuk melalui istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi.

“Tidak (selalu) diberikan obat anti-virus pun dia bisa sembuh dengan sendirinya,” katanya.

Ati mengatakan, tingginya jumlah kasus yang ditemukan di Banten juga berkaitan dengan sistem deteksi yang dilakukan secara luas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

BACA JUGA : Siswa SDN 3 Kramatwatu Wakili Banten di Ajang Juara Kelas Nasional

Ia mengaku telah meminta setiap Puskesmas, rumah sakit swasta hingga klinik untuk melakukan screening dan deteksi dini terhadap pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

“Kenapa Banten penyumbang terbesar? Karena setiap Puskesmas kita, setiap rumah sakit swasta, setiap klinik itu kita minta untuk melakukan screening, melakukan deteksi dini,” jelasnya.

Dengan screening tersebut, lanjut Ati, kasus yang terjadi di masyarakat dapat lebih cepat ditemukan.

Sehingga, pihaknya bisa memberikan edukasi kepada pasien agar tidak menularkan virus kepada orang lain sekaligus memastikan pasien mendapatkan penanganan.

BACA JUGA : 1.500 Rumah Subsidi Gagal Bayar

“Kasus-kasus yang ditemukan kita edukasi untuk tidak menyebarkan, kemudian kita obati supaya dia tidak menularkan kepada yang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Ati menuturkan, untuk mencegah penularan, masyarakat diminta untuk memperhatikan kebersihan diri.

Selain itu, Ati juga menerangkan bahwa, salah satu pola penularan dapat terjadi ketika tangan yang telah terkontaminasi virus kemudian menyentuh bagian hidung atau mulut.

Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk lebih sering mencuci tangan.

BACA JUGA : Ikut Lomba Baris Berbaris Tingkat Provinsi Banten, SDN Panancangan 5 Target Juara

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum, terutama air putih, mencukupi waktu istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi.

“Kalau cuaca panas seperti ini, minum yang banyak terutama air putih, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, kemudian sering-sering cuci tangan,” kata Ati.

Ati menegaskan bahwa, kondisi Influenza A yang ditemukan saat ini tidak sama dengan situasi Covid-19. Menurutnya, penyakit tersebut lebih menyerupai influenza atau flu yang umum terjadi di masyarakat.

“Insyaallah enggak ada (kalau statusnya jadi Kejadian Luar Biasa). Ini bukan kayak Covid, ini biasa. Kayak influenza biasa, flu biasa,” tegasnya.

BACA JUGA : SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel bagi Masyarakat

Ati mengimbau, bagi masyarakat yang mengalami gejala flu atau infeksi saluran pernapasan untuk tidak mengabaikannya.

Masyatakat diminta untuk mendatangi Puskesmas, klinik maupun rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau ada gejala infeksi saluran pernapasan, flu, datang ke Puskesmas, datang ke klinik, datang ke rumah sakit. Nanti akan dilakukan screening, dideteksi virusnya dan ditangani,” pungkas Ati. (raffi)

 

Pos terkait