Walikota Serang Wajibkan Peserta MTQ Beridentitas Lokal

Walikota Serang Wajibkan Peserta MTQ Beridentitas Lokal
Walikota Serang Budi Rustandi bersama Sekda Banten Deden Apriandhi Hartawan dan Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman menekan tombol menandai pembukaan MTQ XIV Tingkat Kota Serang resmi digelar di GOR Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Senin 19 Oktober 2026 malam.

BANTENRAYA.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa seluruh peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XIV Kota Serang wajib memiliki identitas resmi sebagai warga Kota Serang.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan ajang tahunan tersebut benar-benar menjadi wadah pembinaan bakat lokal secara berkelanjutan, sekaligus menjaga marwah kompetesi MTQ.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Rustandi saat membuka secara resmi MTQ XIV Kota Serang di GOR Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, pada Senin malam (19 Oktober 2026).

Pembukaan MTQ XIV tingkat Kota Serang dihadiri oleh Sekda Banten Deden Apriandhi Hartawan, Sekda Kota Serang Nanang Saefudin, dan para pejabat di lingkungan Pemkot Serang.

BACA JUGA : Perusahaan Belum Butuh Karyawan Baru Lebak Job Fair 2026 Ditiadakan

Budi menjelaskan bahwa MTQ XIV bukan sekadar ajang perlombaan musiman. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program Serang Mengaji yang diusung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Melalui integrasi ini, Pemkot Serang berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan berdaya saing tinggi di bidang tilawatil Qur’an.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mematuhi aturan kepesertaan demi menjaga marwah kompetisi dalam mengasah potensi asli putra-putri daerah.

“Tujuannya adalah membina dan mengasah bakat anak-anak kita, khususnya warga Kota Serang. Ini bukan ajang gengsi atau sekadar show up.

BACA JUGA : Dosen dan Mahasiswa Unpam Dorong UMKM Optimalkan Biaya dan Tingkatkan Laba Usaha

Jika ditemukan peserta yang bukan warga Kota Serang, kita anggap gugur,” tegas Budi di hadapan dewan hakim dan tamu undangan.

Demi menghasilkan kafilah yang berkualitas, Budi menaruh harapan besar pada proses penilaian.

Ia meminta tim penilai untuk bekerja secara jujur, objektif, dan profesional agar juara yang lahir mampu mengharumkan nama Kota Serang di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

“MTQ ini adalah ajang pembinaan dan pengembangan bagi para peserta muda, maka proses penilaiannya harus benar-benar objektif dan profesional. Di sini peran dewan hakim dan dewan juri dituntut berintegritas,” tandasnya.

BACA JUGA : DPRD Sempurnakan Perda Pekat Bersama Ulama

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mendorong penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an,

tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter, meningkatkan keimanan, serta melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Deden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ, mulai dari panitia, kafilah, hingga seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kegiatan tersebut.

Menurut dia, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci sekaligus mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA : PT Pegadaian Alami Kerugian Rp1,6 Miliar, Eks Pegawai Didakwa Manipulasi Gadai Emas

“MTQ tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam karena memiliki arti dan nilai yang mendalam sebagai bentuk internalisasi nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Semangat ini selaras dengan motto daerah Provinsi Banten, yaitu Iman dan Taqwa,” ujar Deden.

Ia menambahkan, MTQ juga menjadi wahana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat persatuan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dari berbagai kecamatan dapat berkumpul, berkompetisi secara sehat, saling belajar, serta memperkuat tali persaudaraan.

BACA JUGA : Perusahaan Belum Butuh Karyawan Baru Lebak Job Fair 2026 Ditiadakan

Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, lanjut Deden, penyelenggaraan MTQ merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan ekonomi.

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral, spiritual, dan karakter masyarakatnya,” katanya.

Karena itu, pembinaan kehidupan keagamaan melalui MTQ dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang religius, cerdas, produktif, dan berintegritas.

Deden juga menyoroti capaian Provinsi Banten pada ajang MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

BACA JUGA : Pertandingkan Basket dan Bola Voli, Liga Jasa Keuangan Bank BJB 2026 Sukses Digelar

Dalam kompetisi tersebut, Banten berhasil meraih peringkat ketujuh nasional atau naik dua peringkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Alhamdulillah, pada penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Provinsi Banten berhasil meraih peringkat ketujuh nasional.

Prestasi tersebut membawa Banten naik dua peringkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja keras sejumlah pihak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak cepat berpuas diri.

BACA JUGA : Janda Tipu 10 Pencari Kerja PT Lotte

Sebaliknya, prestasi itu harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat regenerasi qari dan qariah, serta menumbuhkan bibit-bibit unggul dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

“Saya berharap, melalui MTQ ke-14 Tingkat Kota Serang ini akan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga dapat mengharumkan nama Banten pada tingkat nasional, bahkan internasional,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang atas pelaksanaan Program Serang Mengaji yang dinilai berperan dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an bagi generasi muda, khususnya anak-anak usia sekolah.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Pemkot Serang, capaian kemampuan membaca Al-Qur’an di Kota Serang mencapai 90,53 persen pada jenjang sekolah dasar (SD) dan 97,12 persen pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

BACA JUGA : Box to Box Gaming Center Ubah Citra Rental PS Jadi Rumah Kedua Gamer

“Ini merupakan capaian yang patut kita apresiasi. Namun, pembinaan harus terus dilanjutkan agar semakin banyak anak-anak kita memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya.

Deden menjelaskan, Pemprov Banten juga mendorong penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran Al-Qur’an bagi pelajar muslim di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta.

Komitmen tersebut, kata dia, sebelumnya disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam pertemuan bersama sejumlah guru ngaji di Gedung Negara Provinsi Banten.

Pertemuan itu turut dihadiri Deden dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

BACA JUGA : BMKG Ingatkan Bahaya Polusi Udara

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Banten mendorong agar kegiatan mengaji dapat menjadi bagian dari pembelajaran wajib melalui muatan lokal, bukan hanya sebatas kegiatan ekstrakurikuler.

“Bapak Gubernur berpandangan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, menata akhlak, serta menanamkan kebiasaan positif kepada para pelajar,” jelasnya.

Menurut Deden, pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin di lingkungan sekolah diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus membentuk kebiasaan positif bagi para siswa.

Lebih lanjut, Deden menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian dari syiar Islam dan dakwah Islamiyah.

BACA JUGA : Nasib Manajer Kopdes Tak Jelas

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus menggelorakan semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ia juga berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus mengoptimalkan pembinaan kafilah sebagai persiapan menghadapi Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat nasional.

“Saya juga berharap LPTQ dapat terus mempersiapkan kafilah melalui pembinaan yang optimal untuk menghadapi STQ tingkat nasional,” katanya.

Deden berharap, kafilah Kota Serang dapat terus meningkatkan kemampuan dan prestasi sehingga mampu membawa nama baik daerah di berbagai ajang keagamaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA : 40 Ribu Warga Banten Belum Masuk Desil, Dinsos Kewalahan Verifikasi Data

“Semoga kafilah Kota Serang selalu membawa nama baik daerah di kancah nasional maupun internasional,” tandasnya. (harir)

Pos terkait