Cilegon Ajukan Rp14 Miliar untuk Armada Sampah

Cilegon Ajukan Rp14 Miliar untuk Armada Sampah
Caption: Potret penumpukan sampah di TPSA Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon.

BANTENRAYA.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mengajukan anggaran sebesar Rp14 miliar untuk pengadaan 62 armada pengangkut sampah pada 2027–2028.

Armada tersebut disiapkan guna mendukung operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya pada 2029.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan saat ini pihaknya memiliki 40 armada pengangkut sampah. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk mendukung kebutuhan operasional PSEL.

“Armada saat ini ada 40, kami mengajukan 62 armada untuk 2027-2028. Tapi balik lagi ke tim TAPD apakah di acc atau tidak,” kata Sabri kepada Banten Raya, Senin, (3 Agutus 2026).

BACA JUGA : Pemprov Perkuat Sinergi Cegah Karhutla dan Kekeringan

Menurut Sabri, kebutuhan armada pengangkut sampah cukup mendesak. Sebab, dalam skema PSEL Serang Raya, Kota Cilegon diwajibkan mengirimkan 300 ton sampah setiap harinya.

Target tersebut dinilai sulit dipenuhi apabila hanya mengandalkan armada yang saat ini tersedia.

“Kota Cilegon setiap hari nya ada 400 ton sampah, nanti bakal dikirim ke Cilowong 300 ton. Ya PSEL ini bisa mengurangi sekitar 70 persen sampah,” katanya.

Selain kurang armada, Sabri menerangkan sebagian besar truk pengangkut sampah telah digunakan selama beberapa tahun, sehingga efektivitas dan keandalannya dalam mendukung operasional mulai menurun.

BACA JUGA : Bina Insan Tanamkan Santri Cinta Al-Qur’an Sejak Dini

“Armada saat ini usianya sudah tua, karena terakhir pengadaan di 2021. 62 armada ini nantinya untuk membantu mengirim 300 ton sampah per hari,” terangnya.

Sabri menambahkan untuk pengadaan 62 armada tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp14 miliar. Pengadaan armada sampah ini akan dilakukan secara bertahap.

Selain kebutuhan 14 miliar, DLH juga tengah menghitung kebutuhan anggaran operasional lainnya, mulai dari bahan bakar minyak (BBM) hingga penambahan sumber daya manusia untuk mendukung distribusi sampah ke TPSA Cilowong.

“BBM juga pasti bertambah, termasuk tambahan supir, kenek, dan jumlah orang yang bakal membantu PSEL ini, tapi masih proses penghitungan,” tambahnya.

BACA JUGA : Bank bjb Perluas Potensi Bisnis Melalui Kemitraan Strategis Bersama Yayasan Adi Upaya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Cilegon Rahmatullah menyampaikan, pihaknya mendukung program PSEL tersebut dalam rangka mengolah sampah menjadi energi.

“PSEL itu proyek strategi nasional yang dimana seluruh kabupaten kota harus mendukung dlm rangka mengolah sampah menjadi energi terbarukan,” terangnya.

Menurutnya, untuk mengangkut 300 ton sampah dalam 1 hari membutuhkan armada angkutan baru yang harus disediakan.

“Karena armada yang lama sudah banyak yang tidak layak pakai, jadi APBD harus mampu menganggarkan armada tersebut apakah dengan cara membeli atau bisa sewa dengan pihak ke 3,” tuturnya.

BACA JUGA : Kampung Tenggelam Kembali Muncul

Output pembelian armada tersebut nantinya sampah dapat menjadi berkurang dan bersih, serta sampah tidak menumpuk di TPSA Bagendung.

“Kami berharap APBD kota Cilegon tidak terserap banyak untuk proyek PSEL ini, sehingga masyrakat kami tetap bisa menikmati hasil pembangunan melalui APBD yang dikelola,” tutupnya.(tia)

Pos terkait