BANTENRAYA.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang membentuk Laskar Kebersihan.
Terobosan baru ini dilakukan untuk menjaga estetika dan kebersihan di lingkungan pendidikan dan mewujudkan sekolah asri di Kota Serang.
Pembentukan Laskar Kebersihan ini sebagai garda terdepan dalam perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan Kota Serang.
Ide ini mencuat sebelum aksi gerakan masyarakat dan sekolah untuk lingkungan indah bersih dan asri (Gemas Libas) dilaksanakan pada, Sabtu 2 Mei 2026 pagi sekitar pukul 08.00.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, Laskar Kebersihan akan menjadi mesin penggerak yang akan mengubah cara pandang (mindset) sekaligus melakukan aksi konkret.
“Mereka bergerak sebagai katalis perubahan. Ada tim khusus yang terdiri dari sekolah, murid, hingga masyarakat sekitar. Tujuannya satu memastikan lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman,” ujar Nuri, kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, Laskar Kebersihan tidak hanya melibatkan warga satuan pendidikan, melainkan juga mengajak warga sekitar lingkungan sekolah.
“Komposisi tim Laskar Kebersihan itu meliputi perwakilan dari kelas 7, 8, dan 9 tingkat SMP, guru bimbingan konseling (BK), dan warga sekitar sekolah untuk memastikan kebersihan lingkungan luar gerbang,” ucap dia.
BACA JUGA : Pemprov Banten Tutup Celah Titipan di SPMB 2026, Satu Rombel Diisi 36 Siswa
Nuri menerangkan, Laskar Kebersihan ini akan ditandai dengan rencana prosesi pelantikan formal (bait) yang akan dipimpin langsung oleh Walikota Serang Budi Rustandi.
Para anggota Laskar Kebersihan juga akan dibekali rompi khusus sebagai identitas pejuang lingkungan.
“Kita siapkan rompinya. Nanti pelantikan akan dilangsungkan oleh Bapak Wali Kota untuk meresmikan tugas mulia ini,” terangnya.
Ia menegaskan, pembentukan Laskar Kebersihan ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi besar Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia menuju kota yang bersih dan sehat.
“Kolaborasi dengan RT dan warga sekitar sangat krusial agar akses menuju sekolah pun terbebas dari sampah plastik,” tegas Nuri.
Nuri berharap dalam program ini akses bersih memastikan jalan menuju sekolah tidak ada sampah berserakan dan sinergitas,
menciptakan kolaborasi apik antara pihak sekolah dan masyarakat lokal serta kenyamanan belajar, mewujudkan lingkungan pendidikan yang asri sehingga mendukung proses belajar mengajar.
“Jadi nanti saat masuk ke sekolah, orang tidak akan lagi melihat sampah plastik atau pemandangan kumuh.
Ini adalah cara kita merealisasikan lingkungan pendidikan yang bersih, sekaligus mendukung penuh visi Wali Kota tentang Kota Serang yang bersih dan sehat,” tandasnya. (harir)






