Entaskan Kebiasaan Dolbon Warga, Lurah Pabean Cilegon Lakukan Ini Bersama Pokmas

Dolbon
Lurah Pabean membangun sanitasi untuk mengurangi kebiasaan dolbon warga. (Uri/BantenRaya.Co.Id)

BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 30 warga di Kelurahan Pabean ternyata masih melakukan kebiasaan tidak sehat yakni modol di kebon alias Dolbon atau membuang hajat di kebun.

Untuk itu, agar bisa mengentaskan kebiasaan dolbon, maka Pokmas Kelurahan Pabean menjadikan jamban keluarga sebagai prioritas pembangunan.

Dimana, mengentaskan dolbon tersebut akan dibangun 5 unit Jamban keluarga dalam Sarana Prasarana Lingkungan Rukun Warga atau Salira.

Bacaan Lainnya

Total ada sebanyak 30 keluarga yang masih belum memiliki jamban, nantinya dengan Salira ini diharapkan bisa secara berkelanjutan menyelesaikan.

Tidak hanya dari salira saja. Namun, diharapkan peran serta industri juga ikut didalamnya.

BACA JUGA: Tuntaskan Problem Sanitasi Warga, Pokmas Kelurahan Grogol Bangun Jamban Keluarga Lewat Salira

Sehingga kualitas kesehatan di Kelurahan Pabean bisa semakin meningkat.

Lurah Pabean, Nurul Hadiyati menyampaikan, jamban masih menjadi fokus yang terus ingin dientaskan.

“Jambanisasi menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kelurahan Pabean, ini karena masih banyak rumah yang belum ada jamban alias dolbon (modol di kebon),” katanya, Kamis 1 Mei 2023.

Nurul menyampaikan untuk bisa menyelesaikannya diharapkan bukan hanya anggaran APBD saja lewat Pokmas Salira.

Namun, ada juga Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan dan industri yang bisa ikut serta menyelesaikannya.

BACA JUGA: Usai Jambanisasi, Kelurahan Bagendung Cilegon Fokus Pembangunan Infrastruktur Jalan Lingkungan Lewat Salira

“Sebelumya, pada tahun 2022, RSKM telah memberikan CSR jambanisasi untuk dua rumah. Kami berharap, jambanisasi ini tidak hanya bersumber dari APBD, namun juga dari CSR,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokmas Kelurahan Pabean Jarkasih menyampaikan, ada 3 RW yakni tembok penahan tanah di RW 02 senilai Rp100 juta.

Lalu, Jamban Keluarga di RW 04 masing-masing Rp5 juta untuk 4 rumah, serta Rutilahu di RW 04 dan RW 01 masing-masing Rp20 juta.

“Ini termin pertama dengan dengan 3 item pembangunan di 4 titik. Total seluruhnya ada Rp160 juta di termin I” ucapnya.

Jarkasih mengungkapkan, pihaknya berharap dengan adanya pembangunan dari Salira bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, misalnya kesehatan, sosial dan juga infrastruktur penunjang lainnya.

BACA JUGA: Patut Dicontoh: Anak Stunting di Kelurahan Lebak Gede Cilegon Berkurang Signifikan, Begini Ternyata Tipsnya

“Kami harap ini bisa menjadikan peran serta masyarakat semakin meningkat dalam Salira DPWKel. Sebab, yang dibangun sudah berdasarkan dengan aspirasi dari warga,” jelasnya.

Camat Purwakarta, Ikhlasin Nufus menyatakan, pihaknya berharap Pokmas dan kelurahan untuk bisa transparan dan akuntabel dalam mengerjakan program, sehingga kualitas pembangunan bisa sangat baik dan dirasakan manfaatnya dalam waktu yang lama.

“Intinya saya mengingatkan kepada seluruh kelurahan dan pokmas, ini anggaran yang harus dilaksanakan secara baik dan benar,”.

“Baik dimana dilakukan dengan transparan dan melibatkan warga serta kualitasnya bagus. Benar artinya harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku termasuk pertanggungjawabannya,” pungkasnya. ***

Pos terkait