Gema Al-Khairiyah Desak PT Vopak Jelaskan Secara Transparan Efek dari Kepulan Asap Kuning

22e51cd1 d9f2 4996 ba12 411f376481e1
Ketua Formatur DPD Gema Al-Khairiyah Kota Cilegon Duhriyah.

BANTENRAYA.CO.ID – Kepulan asap kuning yang menyelimuti langit Merak diduga berasal dari kebocoran tangki gas di PT Vopak Terminal Merak, Sabtu, 31 Januari 2026.

 

Menyikapi hal tersebut, DPD Gerakan Mahasiswa atau Gema Al-Khairiyah Kota Cilegon menilai insiden yang terjadi sebagai bentuk kelalaian terhadap standard keselamatan industri.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: GEMA Al Khairiyah Kecam Genosida di Gaza Oleh Zionis Israel

Ketua Formatur DPD Gema Al-Khairiyah Kota Cilegon Duhriyah mengatakan, pihaknya meminta agar PT Vopak menjelaskan secara transparan apa yang sebenarnya terjadi dan seberapa bahaya dampak yang disebabkan oleh asap kuning yang menjadi kekhawatiran dan ancaman bagi masyarakat.

 

“Asap kuning itu apa kandungannya? Jangan biarkan masyarakat Merak menghirup racun tanpa kejelasan. Kami menuntut transparansi hasil laboratorium terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Rakyat punya hak atas udara bersih,” ujarnya.

BACA JUGA: DPD Gema Cilegon Berharap Beasiswa Cilegon Juare Lebih Transparan dan Tepat Sasaran

Menurut Duhriyah, dugaan kebocoran ini menunjukkan adanya kegagalan sistem deteksi dini (early warning system).

 

“Jika tangki saja bisa bocor hingga mengeluarkan asap pekat, artinya ada prosedur maintenance yang dilewati. Kami mendesak pemerintah untuk mengevaluasi total izin operasional PT Vopak. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” katanya.

 

Duhriyah menginginkan agar industri bisa memprioritaskan kesehatan masyarakat dan tidak menjadikannya sebagai objek industri.

 

“Perusahaan jangan hanya sibuk memikirkan profit dan logistik. Lihat warga di sekitar terminal, buruh, dan anak-anak yang terpapar asap kuning tersebut. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada pertanggungjawaban nyata, baik kompensasi kesehatan maupun perbaikan sistem yang menjamin kejadian ini tidak terulang,” paparnya.

BACA JUGA: Baznas Cilegon dan STIT Al-Khairiyah Teken MoU Beasiswa SKSS, Siap Biayai Mahasiswa hingga Sarjana

Untuk itu, Duhriyah mendesak Pemerintah Kota Cilegon dan pihak kepolisian untuk segera melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan kelalaian ini.

 

“Kami tidak akan tinggal diam melihat Cilegon kembali dikepung polusi akibat kelalaian industri. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” pungkasnya. ***

Pos terkait