BANTENRAYA.CO.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) perlu menjadi perhatian warga, karena tingkat aktivitas GAK masuk pada level II waspada.
Meski demikian, sebagian warga di wilayah Pandeglang Selatan merasa biasa-biasa saja dengan aktivitas GAK.
Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, wilayah Pandeglang Selatan sempat diterjang bencana tsunami pada Desember 2018.
Bencana ini merupakan bagian dari peristiwa tsunami Selat Sunda yang dipicu oleh erupsi dan longsoran bawah laut GAK.
BACA JUGA : 644 Truk Tambang Ditindak dalam 21 Hari
Kawasan pesisir barat Kabupaten Pandeglang, seperti Kecamatan Sumur, Carita, Labuan dan Panimbang, menjadi daerah yang paling parah terkena dampak.
Ratusan orang meninggal dunia, ribuan warga luka-luka, dan kerusakan infrastruktur yang sangat masif di sepanjang pesisir pantai. Terutama rumah-rumah penduduk yang berada di kawasan pesisir pantai dibuat porak poranda.
Anggi Nuryo Saputro, Petugas Penyusun Laporan Pos Pengamatan GAK pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan, GAK masuk pada level waspada.
Sehingga perlu menjadi perhatian masyarakat agar tidak mendekati lokasi GAK.
BACA JUGA : Hotel Flamengo Favorit Pelancong
“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masuk pada level II waspada. Pada malam hari teramati sinar api di pusat kawah,” katanya, Selasa (30 Juni 2026).
Berdasarkan hasil pengamatan di kawasan GAK, cuaca di kawasan GAK berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat laut.
“Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih, kelabu, dan coklat dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 10-150 meter di atas puncak kawah,” jelasnya.
Dia mengimbau, masyarakat tidak beraktivitas di kawasan GAK, meski GAK berada di kawasan Lampung Selatan.
BACA JUGA : Gupi Cafe, Tempat Nongkrong dengan View Gunung Pinang yang Estetik
“Kami merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif,” pesannya. (yanadi)





