BANTENRAYA.CO.ID – Rumah Makan Teras Parahiyangan di Jalan Perumnas, Lingkungan Palas, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, menghadirkan pecak bandeng tanpa duri sebagai menu andalan.
Hidangan khas Banten tersebut menjadi favorit pelanggan sejak rumah makan bernuansa Sunda dan Nusantara itu mulai beroperasi pada akhir 2025.
Kepala Chef Teras Parahiyangan Nufus mengatakan, rumah makan tersebut mengusung konsep kuliner Sunda yang dipadukan dengan beragam menu Nusantara.
Nama Teras Parahiyangan dipilih karena sang pemilik berasal dari tanah Sunda. Rumah makan itu mulai beroperasi pada akhir 2025.
BACA JUGA : 672 Vape Store Terancam Tutup
“Nama rumah makan Teras Parahiyangan ini karena berawal dari owner kami yang merupakan orang sunda, dan kami juga baru buka akhir 2025 lalu,” terangnya, Kamis (6 Agustus 2026).
Sejak resmi dibuka, Teras Parahiyangan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pengunjung terus berdatangan setiap hari, bahkan tidak sedikit yang kembali untuk menikmati berbagai menu yang disajikan.
Rata-rata jumlah pengunjung mencapai 40 orang per hari. Angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 100 orang saat akhir pekan, terutama pada awal bulan.
Sementara pada bulan Ramadan, jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 200 orang.
BACA JUGA : Cilegon Ajukan Rp14 Miliar untuk Armada Sampah
“Kalau selera makanan memang tergantung masing-masing, tapi Alhamdulillah dari awal buka selalu ada pengunjung yang datang dan balik lagi makan masakan kami,” katanya.
Dari beragam menu yang tersedia, tiga hidangan menjadi favorit pelanggan, yakni pecak bandeng tanpa duri, iga bakar, dan tongseng.
Di antara ketiganya, pecak bandeng tanpa duri menjadi menu andalan karena diolah tanpa tulang kecil sehingga lebih praktis dan nyaman disantap.
“Kami memang sengaja pecak bandengnya tanpa duri, karena supaya bisa mempermudah pengunjung makan dengan nikmat,” ungkapnya.
BACA JUGA : Pemprov Perkuat Sinergi Cegah Karhutla dan Kekeringan
Selain itu, Teras Parahiyangan mengusung konsep rumah makan keluarga dengan kapasitas yang cukup besar.
Berbagai fasilitas disediakan, seperti free karaoke, area bermain anak, lesehan berkapasitas 100 orang, gazebo berkapasitas empat orang, serta meja dan kursi untuk pengunjung.
Rumah makan ini juga melayani pemesanan untuk berbagai acara, seperti intimate wedding, ulang tahun, arisan, gathering kantor, hingga kegiatan lainnya.
“Kalau punya acara di tempat lain bisa juga pesan paket catering prasmanan dengan pemesanan minimal 50 pax dan nasi box tanpa minimal. Bisa dipesan H-1 sebelum acara,” tuturnya.
BACA JUGA : Cilegon Ajukan Rp14 Miliar untuk Armada Sampah
Dengan harga menu mulai dari Rp18 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai hidangan Nusantara di tempat yang nyaman.
Ke depan, Teras Parahiyangan berencana memperluas usahanya dengan membuka cabang baru di wilayah Kota Cilegon maupun Kabupaten Serang.
Nufus berharap masyarakat Cilegon dan sekitarnya dapat datang langsung untuk menikmati berbagai menu Nusantara dengan cita rasa yang khas dan harga yang terjangkau.
Menurutnya, pelanggan yang datang tidak hanya berasal dari Cilegon, tetapi juga dari luar daerah hingga wisatawan asal Tiongkok.
BACA JUGA : PT Cipta Paperia Diduga Cemari Sungai Ciujung, DLHK Ancam Bekukan Izin
“Silahkan datang langsung ke Teras Parahiyangan banyak menu nusantara, rasanya InsyaAllah cocok di lidah, dan harganya juga ramah di kantong,” pungkasnya.
Untuk dikethaui, rumah makan yang menyajikan aneka hidangan khas Sunda dan Nusantara ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00. (tia)





