BANTENRAYA.CO.ID – Menteri Agama alias Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rencana keberangkatan jamaah haji asal Indonesia.
Dimana, jamaah haji Indonesia akan ada dua kloter yang akan ke Madinah dan Jeddah
Menurut Yaqut, dalam keloter tersebut akan ada beberapa gelombang yang berangkat.
Untuk sekarang, bagi para jamaah Haji Indonesia sendiri masih dalam tahap pelunasan.
Dengan data kuota akan diberikan kepada 84.609 jamaah lunas tunda 2020, 9.864 jamaah lunas tunda 2022, dan 108.847 jamaah yang belum lunas.
BACA JUGA: 28 Calon Jamaah Haji Cilegon Terancam Gagal Berangkat, Ini Alasannya
Kemudian jamaah lansia di atas 65 tahun diperkirakan sebanyak 62.879 orang.
Untuk tahapan pelunasan biaya ibadah haji atau Bipih akan dimulai setelah terbitnya Keppres dan KMA BPIH.
Dikutip BantenRaya.Co.Id dari berbagai sumber pada Jumat 19 Mei 2023, Yaqut menyatakan akan da dua kloter yang diberangkatkan.
Masing-masing kloter nantinya akan ada beberapa gelombang yang diberingkatkan.
Diketahui kloter awal mulai berangkat pada berangkat pada 24 Mei 2023 tujuan Madinah
Sementara kloter II akan berangkat pada 8 Juni pada tujuan Jeddah.
BACA JUGA: 9.356 Calon Haji Asal Banten Terancam Gagal Berangkat, Kemenag Ungkap Alasannya
“Rencana perjalanan haji tahun 2023 jamaah masuk Asrama Haji pada tanggal 23 Mei 2023,” katanya.
“Gelombang pertama berangkat ke Madinah pada tanggal 24 mei 2023,” jelasnya.
Sementara, untuk pulang kloter petama gelombang pertama akan kembali pada 4 Juli dari Jeddah.
Gelombang kedua akan kembali pada 19 Juli dari Madinah.
“Jamaah kembali pulang pada kloter pertama Jeddah pada tanggal 4 Juli dan kepulangan kloter pertama gelombang kedua dari Madinah 19 Juli, kloter terakhir 2 Agustus 2023,” jelasnya.
Berbagai persiapan tentunya harus disiapkan bagi anda yang sudah memenuhi panggilan Allah untuk berhaji.
BACA JUGA: Banyak yang Belum Lunas, Batas Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang hingga 12 Mei 2023
Saatnya cek kembali kloter anda untuk mengetahui kapan keberangkatan.
Atau pastikan kembali ke kantor Kemenag atau KBIH tempat keberangkatan haji.
Tentu bukan saja persiapan secara fasilitas dan akomodasi. Namun, fisik juga harus dilakukan.
Misalnya sudah mulai berlatih dan berolahraga secara rutin.
Sebab, ibadah haji merupakan ibadah fisik.
Selain juga tentu secara mental, sehingga tidak terlalu berlalut sedih saat meninggalkan tanah air.
Berikut kuota jemaah haji untuk berbagai provinsi:
BACA JUGA: Pelunasan Biaya Haji di Kabupaten Serang Diperpanjang, Begini Alasannya
1. Aceh: 4.378 jemaah
2. Sumatera Utara: 8.328 jemaah
3. Sumatera Barat: 4.613 jemaah
4. Riau: 5.047 jemaah
5. Jambi: 2.909 jemaah
6. Sumatera Selatan: 7.012 jemaah
7. Bengkulu: 1.636 jemaah
8. Lampung: 7.050 jemaah
9. DKI Jakarta: 7.926 jemaah
10. Jawa Barat: 38.723 jemaah
11. Jawa Tengah: 30.377 jemaah
12. DI Yogyakarta: 3.147 jemaah
13. Jawa Timur: 35.152 jemaah
14. Bali: 698 jemaah
15. NTB: 4.499 jemaah
16. NTT: 668 jemaah
17. Kalimantan Barat: 2.519 jemaah
18. Kalimantan Tengah: 1.612 jemaah
19. Kalimantan Selatan: 3.818 jemaah
20. Kalimantan Timur: 2.586 jemaah
21. Sulawesi Utara: 713 jemaah
22. Sulawesi Tengah: 1.993 jemaah
23. Sulawesi Selatan: 7.272 jemaah
24. Sulawesi Tenggara: 2.019 jemaah
25. Maluku: 1.086 jemaah
26. Papua: 1.076 jemaah
27. Bangka Belitung: 1.065 jemaah
28. Banten: 9.461 jemaah
29. Gorontalo: 978 jemaah
30. Maluku Utara: 1.076 jemaah
31. Kepulauan Riau: 1.291 jemaah
32. Sulawesi Barat: 1.453 jemaah
33. Papua Barat: 723 jemaah
34. Kalimantan Utara: 416 jemaah. ***