BANTENRAYA.CO.ID – Jalur pendakian Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang, ditutup.
Namun, tim Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, mencopot spanduk penutupan Jalur Pendakian Gunung Pulosari yang sempat dipasang oknum warga.
Camat Mandalawangi Yani Sastranegara mengatakan, pencopotan spanduk dilakukan oleh Kepala Desa Cikoneng bersama Linmas, karena membuat tidak nyaman masyarakat.
Tujuannya, agar menjaga kondusifitas daerah. “Iya, itu sama linmas. Kita ingin spanduk ini tidak membuat gaduh di masyarakat,” kata Yani, Minggu (19 Oktober 2025).
BACA JUGA : Puluhan Warga Unjukrasa Tolak Truk ODOL di PCI Kota Cilegon
Kata Yani, berdasarkan hasil musyawarah dengan warga, dan Perum Perhutani Badan Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Pandeglang, untuk jalur pendakian menuju Gunung Pulosari ditutup sementara.
jalur sesuai permintaan warga. “Hasil musyawarah, jalur pendakian Gunung Pulosari ditutup untuk sementara waktu,” ujarnya.
Kepala Urusan Teknik Kehutanan BKPH Pandeglang Yayat Hendrawiyatna mengatakan, penutupan sementara dilakukan untuk menjaga kondusivitas kawasan dan menghindari potensi konflik sosial.
“Penonaktifan sementara ini hasil kesepakatan bersama. Tujuannya agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi gesekan di masyarakat,” katanya.
BACA JUGA : Dibawah Koordinasi KLH, Kementrian Sosial Bakal Bantu Warga Cikande Terpapar Radioaktif
Menurutnya, seluruh jalur pendakian yang selama ini aktif akan ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. “Semua jalur pendakian ditutup sampai akhir 2025.
Tapi sifatnya tidak mutlak, bisa saja dibuka kembali kalau nanti ada kesepakatan baru,” ujarnya. (yanadi)







