BANTENRAYA.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik di kawasan pesisir pantai untuk memasukkan materi pelestarian ekosistem mangrove ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah.
Penguatan muatan lokal pelestarian lingkungan ini ditargetkan masuk dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler.
“Saya berharap pembelajaran mengenai edukasi dan pelestarian mangrove dapat disisipkan secara berkelanjutan mulai dari tahapan awal MPLS hingga kegiatan ekstrakurikuler sekolah,” kata Sutoto, dalam kegiatan pelestarian mangrove di wilayah Kecamatan Panimbang, Sabtu (20 September 2026).
Sutoto mengatakan, para guru yang berada di daerah pesisir mampu menghadirkan metode belajar yang interaktif dan menyenangkan, sekaligus menanamkan nilai konservasi pelestarian mangrove sejak dini kepada peserta didik.
BACA JUGA : Dorong Kemudahan Transaksi, bank bjb dan KAI Commuter Integrasikan Ekosistem Pembayaran
“Pelestarian ekosistem mangrove untuk memperkenalkan kepada generasi muda bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari pemahaman terhadap ekosistem yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.
Dikatakannya, keseriusan terhadap pelestarian mangrove tersebut akan segera diterbitkan surat edaran bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir pantai.
“Upaya surat edaran pelestarian mangrove mendapat dukungan dari Yayasan Planet Urgensi Indonesia (YPUI), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Badan Pengelola Geopark Nasional Ujung Kulon,” terangnya.
Sutoto berharap, materi pelestarian ekosistem mangrove, menumbuhkan kesadaran serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan ekosistem mangrove kepada peserta didik.
BACA JUGA : SMKN 1 Kota Serang Perkuat Kompetensi Guru Lewat In House Training
“Pembelajaran dilakukan secara langsung di kawasan ekowisata. Siswa tidak hanya menerima penjelasan di ruang kelas, tetapi melakukan pengamatan terhadap tumbuhan mangrove di habitat aslinya,” harapnya.
Anggota DPRD Pandeglang, Tubagus Udi Juhdi menyambut, positif materi pelestarian ekosistem mangrove ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah. Diharapkan, para peserta didik lebih mengenal kelestarian lingkungan.
“Kami mendorong ruang belajar yang mempertemukan pendidikan dan lingkungan.
Mangrove pun tidak hanya menjadi kawasan yang dilindungi, tetapi laboratorium alam untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap masa depan pesisir,” harapnya. (yanadi)





