BANTENRAYA.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) normalisasi Kali Parung.
Kepastian ini diketahui saat Budi Rustandi meninjau proyek normalisasi Kali Parung, di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 15 September 2026 sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Proyek normalisasi Kali Parung sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan tahun ini.
Budi mengatakan, normalisasi Kali Parung dilakukan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai wadah penampung dan jalur mengalirnya air secara optimal.
BACA JUGA : Mutiara Carita Cottage Sediakan Mini Zoo
“Hari ini saya melihat pekerjaan yang menjadi permasalahan bersama terkait penanganan banjir, karena sebentar lagi musim hujan, makanya saya berkoordinasi dengan pusat melalui BBWSC3,” ujar Budi, kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, panjang Kali Parung sekitar 15 kilometer, namun yang akan dinormalisasi hanya 1 kilometer, persisnya yang berdampak terhadap perumahan dan persawahan warga terdekat.
“Tentu ini saya sangat berharap penanganan ini bisa berdampak segera mungkin kepada masyarakat untuk tidak kebanjiran lagi,” ucap dia.
Selain normalisasi Kali Parung, Budi juga mengusulkan kepada BBWSC3 agar membangun tembok penahan tanah (TPT) di Perumahan Grand Sutera yang terdampak banjir parah beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Pemkot Serang Siapkan Rp4,2 Miliar
“Itu tembok untuk menahan air di perumahan itu, karena terlalu mepet dengan Kali Ciwaka.
Tapi BBWSC3 sudah mengerjakan di hilirnya, cuma mau tembus ke sana terkendala dengan banyaknya bangunan liar sehingga alat berat nggak bisa masuk. Itu di Lingkungan Cibening aksesnya susah,” tuturnya.
Budi mengaku pihaknya akan mengkoordinasikan dengan kepala wilayah setempat mulai dari kelurahan hingga kecamatan untuk mengecek bangunan liar yang menghambat laju air Kali Ciwaka.
“Ya, aksesnya susah. Itu belum terkoordinasikan sama kita, karena ketika ada permasalahan banjir susah kita akan melakukan pengerukan atau normalisasi kali tersebut, dan mudah-mudahan 2027 ya BBWSC3 bisa diaksesi anggarannya oleh pusat bisa membangun TPT di Grand Sutra untuk di pinggiran sungai tersebut,” jelas Budi.
BACA JUGA : Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang
Budi mengapresiasi proyek normalisasi Kali Parung yang dikerjakan oleh BBWSC3.
Menurut dia, pendangkalan Kali Parung menjadi salah satu penyebab langganan banjir yang melanda perumahan, area persawahan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang.
“Bertahun-tahunan nggak ditangani. Alhamdulillah BBWSC3 sekarang menangani semuanya secara bertahap menyelesaikan dengan anggaran.
Karena kita lagi efisiensi tentunya yang menjadi skala prioritas adalah terkait penanganan banjir, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, karena ini kan berdampak kepada rumah sakit juga banjir rumah sakit itu dari sini juga,” beber dia.
BACA JUGA : Tim Dosen Untirta Kembangkan Rumah Aspirasi Digital untuk Perkuat Fungsi BPD Desa Menes
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan, pelaksanan normalisasi aliran sepanjang kurang lebih satu kilometer tersebut ditargetkan rampung dalam waktu singkat.
“Pengerjaannya tidak lama, diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 10 hari kerja.
Mudah-mudahan ini bisa meminimalisir terjadinya persoalan genangan atau banjir ketika memasuki musim penghujan nanti,” ujar Iwan, kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, penanganan Kali Parung merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membenahi sistem drainase utama di Kota Serang.
BACA JUGA : Horison Altama di Pandeglang Siap Akomodasi Bisnis hingga Wisata
Iwan memperkirakan ada sekitar lima hingga enam sungai yang masuk dalam kewenangan pemerintah pusat, dan secara bertahap mulai dikerjakan program normalisasi sepanjang tahun 2026.
“Beberapa titik sungai yang menjadi fokus perhatian seperti Sungai Cibanten, Kali Parung, Sungai Ciwaka, Kali Padek, Kali Sultan dan dilanjutkan kawasan Sukadana dan Bendung Karet,” ucap dia.
Iwan menerangkan, mayoritas proyek penanganan sungai ini sudah berjalan, meski penanganannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran di tingkat daerah maupun pusat.
“Hampir semua sungai kewenangan pusat sudah dikerjakan, cuma memang belum tuntas 100 persen karena dilakukan bertahap.
BACA JUGA : Pencarian Jurnalis Hilang Dilanjut
Kami dari Pemkot Serang mengucapkan terima kasih karena perhatian pusat yang sekian tahun dinanti, akhirnya terealisasi di hampir seluruh sungai di Kota Serang,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWSC3, Agnes Yustikarini Dian Iswari mengatakan,
pengerukan dan pembersihan Kali Parung baru dimulai dan berdasarkan survei lapangan, titik yang menjadi prioritas penanganan saat ini sepanjang sekitar satu kilometer.
“Memang baru dimulai. Rencana kita akan melakukan kegiatan normalisasi Kali Parung ini kurang lebih sepanjang satu kilometer,” ujar Agnes, kepada Banten Raya.
BACA JUGA : Kapulso Kafe Pandeglang, Tempat Nongkrong Estetik Cita Rasa Khas Jawara
Ia mengungkapkan, persoalan utama yang ditemukan di Kali Parung adalah tingginya sedimentasi yang menyebabkan kondisi aliran menjadi dangkal.
“Memang kendalanya seperti ini. Kali Parung ini banyak sedimen,” ungkap dia.
Agnes mengatakan, rencananya kedalaman Kali Parung yang akan dinormalisasi sekitar satu hingga dua meter.”Itu berdasarkan hasil survei lapangan,” katanya.
Selain Kali Parung, kata dia, BBWSC3 juga melakukan penanganan Sungai Ciwaka di wilayah Kota Serang. Penanganan tersebut dilakukan dalam rangka operasi dan pemeliharaan serta penanganan kondisi darurat.
BACA JUGA : Banten Darurat Diabetes dan Hipertensi
Untuk wilayah Kota Serang, kata dia, terdapat sejumlah sungai yang juga menjadi perhatian BBWSC3, di antaranya Sungai Cibanten, Sungai Sultan atau kawasan Karangantu, serta Sungai Pade.
“Kebetulan kalau di Kota Serang, selain kegiatan OP tadi untuk penanganan darurat yang sudah dikerjakan di Ciwaka dan Parung, kita juga ada pekerjaan di Sungai Cibanten, kemudian juga di Sungai Sultan atau Karangantu, kemudian di Sungai Pade yang memang tahun lalu sudah dilakukan penertiban di situ,” jelas Agnes.
Agnes mengatakan, sejumlah pekerjaan penanganan sungai tersebut masih berlangsung secara bertahap.
Tidak hanya di Kota Serang, BBWSC3 juga menangani sejumlah sungai di wilayah lain di Banten, termasuk Sungai Cidurian dan Sungai Ciujung.
“Kalau di Banten ada Sungai Cidurian, masih on progress semua. Salah satunya di Ciujung sama di Kemayungan,” tandasnya. (harir)





