Pemahaman Literasi Digital Warga Banten Baru 10 Persen

Pemahaman Literasi Digital Warga Banten Baru 10 Persen
SAMBUTAN: Kepala Diskominfo Provinsi Banten, Beni Ismail saat kegiatan Digital Journalism Bootcamp 2026, di Kampus Universitas Pamulang (Unpam) Serang, Kamis (17 September 2026).

BANTENRAYA.CO.ID  – Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, banyak masyarakat Banten yang belum memiliki pemahaman terkait literasi digital.

Berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, baru sekitar 10 persen masyarakat Banten yang terpapar literasi digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Banten Beni Ismail saat memberikan sambutan dalam Digital Journalism Bootcamp 2026 di Kampus Universitas Pamulang (Unpam) Serang, Kamis (17 September 2026).

Beni mengatakan, capaian IMDI Banten pada 2025 sebenarnya berada di atas rata-rata nasional. Banten memperoleh skor 48,01, sedangkan rata-rata nasional berada pada angka 44,53.

BACA JUGA : Dorong Kemudahan Transaksi, bank bjb dan KAI Commuter Integrasikan Ekosistem Pembayaran

“Sebagai gambaran, bahwa hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2025 menunjukkan bahwa Banten mendapat skor 48,01.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada 44,53. Merupakan capaian yang sebetulnya patut kita syukuri,” kata Beni.

Kendati demikian, Beni melanjutkan, capaian tersebut belum sepenuhnya menggambarkan tingginya pemahaman masyarakat terhadap literasi digital. Beni menyebut, baru sekitar 10 persen masyarakat Banten yang terpapar literasi digital.

“Tetapi hal yang mengemuka di IMDI ini ternyata memang baru 10% masyarakat kita yang terpapar literasi digital. Ini menjadi tantangan kita bersama,” ujarnya.

BACA JUGA : Horison Altama di Pandeglang Siap Akomodasi Bisnis hingga Wisata

Beni menjelaskan, tantangan masyarakat di ruang digital saat ini bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan informasi.

Semakin banyaknya jumlah informasi yang beredar membuat masyarakat justru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memilah informasi, memeriksa kebenarannya, memahami konteks, dan menyampaikannya secara bertanggung jawab.

“Bahwa tantangan kita hari ini adalah bukan menyangkut kekurangan informasi.

Justru kita ini sekarang sangat kelebihan informasi, oleh karena itu generasi muda hari ini bukan hanya sekadar bertanya bagaimana mendapat informasi,

BACA JUGA : Pemuda Puloampel Minta Pemprov Serius Benahi Tambang

tetapi tantangannya hari ini adalah bagaimana kita bisa memilah informasi, memeriksa kebenarannya, memahami konteksnya, lalu bisa menyampaikannya secara bertanggung jawab,” kata Beni.

Oleh karena itu, Beni menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama DPRD Banten terus mendorong berbagai program literasi digital.

Beni juga mengatakan, penguatan literasi digital tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

Menurut dia, pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media memiliki peran dalam meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan ruang digital secara bijak.

BACA JUGA : Mutiara Carita Cottage Sediakan Mini Zoo

Secara khusus, Beni juga mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan informasi yang berkualitas.

“Tentu generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi saja, tetapi saya berharap Adik-adik juga bisa menjadi pencipta informasi yang berkualitas,” ujarnya.

Untuk itu,  Beni meminta agar para generasi muda bisa membiasakan diri memeriksa fakta dan memahami data sebelum membagikan sebuah informasi.

Ia juga mengingatkan agar informasi yang sedang ramai atau viral tidak langsung disebarluaskan tanpa pemeriksaan.

BAC JUGA : Jadwal Kepulangan Atilah Tak Bisa Dipastikan

“Untuk menciptakan informasi berkualitas, Adik-adik harus belajar memeriksa fakta, belajar memahami data, dan upayakan jangan terburu-buru membagikan sesuatu hanya karena informasi itu sedang ramai atau viral,” katanya.

Beni menilai kecepatan memang penting dalam ekosistem digital, termasuk dalam pekerjaan jurnalistik.

Namun, kecepatan tersebut harus tetap diikuti dengan proses verifikasi agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan persoalan.

“Kecepatan memang penting di dunia digital, tetapi kecepatan tanpa verifikasi dapat menghasilkan persoalan,” tandas Beni.

BACA JUGA : Mulai Menipis, Harga Masker Melambung

Lebih lanjut, ia mengajak para generasi muda untuk menjadi bagian dari upaya memperluas literasi digital di lingkungan masing-masing.

“Maka, kami mengajak agar mahasiswa dan generasi muda semua untuk menjadi duta literasi digital.

Dengan 10% masyarakat yang baru terpapar literasi digital, PR ada di kita semua. Adik-adik peserta diharapkan bisa menularkan kembali ilmu yang didapat hari ini kepada masyarakat,” ujarnya. (raffi)

 

 

Pos terkait