20 Sekolah Swasta Masuk Pemetaan Program Sekolah Gratis

20 Sekolah Swasta Masuk Pemetaan Program Sekolah Gratis
BELAJAR DI KELAS: Suasana siswa SMP IT Tahfidz Daarul Mu’minin saat mengikuti pembelajaran di kelas belum lama ini.

BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 20 sekolah swasta di Kota Cilegon masuk dalam pemetaan penerima beasiswa sekolah gratis.

Dimana, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon saat ini tengah menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) untuk program beasiswa sekolah swasta gratis di tingkat SD dan SMP bagi siswa kurang mampu.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Informal (P2PNFK) pada Dindikbud Kota Cilegon Vania Eriza mengatakan, untuk program tersebut pihaknya telah memetakan terdapat 20 sekolah swasta di Kota Cilegon yang akan terlibat.

“Ada beberapa sekolah yang sudah dipetakan, tapi masih berubah-ubah, belum finalisasi. Kalau perkiraan bisa sampai 20 sekolah swasta SD dan SMP,” katanya, Minggu (20 September 2026).

BACA JUGA : Banten Darurat Diabetes dan Hipertensi

Menurutnya, program itu nantinya sebagai bentuk implementasi sekolah gratis di jenjang SD dan SMP swasta yang menyasar untuk sekolah yang menengah ke bawah dan kurang mandiri.

Untuk kriteria sekolahnya yakni diutamakan bagi sekolah yang jumlah muridnya tidak terlalu banyak, tetapi memiliki sarana prasarana yang bagus.

Sampai saat ini pihaknya masih dalam tahap penyusunan juknis mengenai persiapan anggaran dan sasaran sekolah swasta.

“Belum ada teknis detailnya, sekarang masih proses penyusunan juknis. Untuk anggaran dan penetapan sekolah juga belum ada finalisasi dan belum ada SK Walikota,” tuturnya.

BACA JUGA : Pemahaman Literasi Digital Warga Banten Baru 10 Persen

Tujuan utama program itu adalah dapat membantu siswa kurang mampu dalam pembiayaan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) supaya bisa digratiskan.

Vania memaparkan, pihaknya saat ini baru fokus pada penentuan kandidat sekolah, dan masih melakukan survei untuk melihat kelayakan sarana prasarana hingga tenaga pendidiknya.

“Jumlah kuota siswa belum ada, baru kandidat sekolahnya dulu sambil lihat sarana prasarananya menunjang atau tidak, guru-gurunya, dan lain-lain,” jelasnya.

Jika juknis tersebut telah rampung, maka pihaknya akan berdiskusi dengan kandidat sekolah yang terpilih untuk program beasiswa sekolah gratis.

BACA JUGA : Dorong Kemudahan Transaksi, bank bjb dan KAI Commuter Integrasikan Ekosistem Pembayaran

“Bukan diberikan ke siswanya, tapi nanti bantuannya akan diberikan langsung ke sekolah. Makanya nanti akan kami tanya juga pihak sekolah menyanggupi atau tidak dengan bantuan ini,” paparnya.

Ia menjelaskan, skema pemberian kuota bagi siswa yang akan menerima beasiswa sekolah gratis yakni akan berbeda dengan skema beasiswa Cilegon Juare bagi mahasiswa.

Skema penyalurannya akan dilakukan melalui kerjasama MoU dengan pihak sekolah, yang di mana anggaran yang akan disiapkan akan ditransfer langsung ke sekolah untuk dikelola.

“Rencananya bakal kerjasama dengan pihak sekolah MoU. Nanti uangnya itu akan ditransfer ke sekolah, karena untuk biaya pembebasan SPP siswa jadi dikelola langsung sekolah,” ungkapnya.

BACA JUGA : Kadisdikpora Ajak Guru Pesisir Pantai Lestarikan Mangrove

Ia menyampaikan, program ini merupakan gagasan Walikota Cilegon Robinsar untuk melakukan pemerataan akses pendidikan dan mendukung peran serta masyarakat dalam lembaga pendidikan.

Pemerataan juga bukan hanya pembangunan sekolah saja tapi mendukung peran serta masyarakat dengan sekolah gratis.

Melalui program tersebut, kedepannya dapat membantu siswa yang tak diterima di sekolah negeri untuk dapat mendaftarkan diri ke sekolah swasta.

“Program ini gagasan dari Pak Wali untuk meratakan pendidikan, ini juga untuk membantu siswa yang gak diterima di sekolah negeri jadi bisa ke sekolah swasta dan SPP nya gratis,” terangnya.

BACA JUGA : Pemahaman Literasi Digital Warga Banten Baru 10 Persen

Mengenai jadwal pelaksanaan, Vania mengaku belum bisa memastikan. Termasuk penunjukan sekolah dan besaran bantuan per siswa yang masih menunggu juknis dan pedoman resmi.

“Pelaksanaannya untuk SD dan SMP, kita belum tau jadwalnya, belum ada kepastian. Masih penyusunan dan koordinasi dengan Pak Wali terkait total biaya yang dibutuhkan, dan opsi sekolah mana saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMP IT Tahfidz Daarul Mu’minin Khadijatus Sholihah mengatakan, program tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk pemerataan pendidikan di Kota Cilegon, terutama bagi sekolah swasta.

Pihaknya mengaku menyambut baik program beasiswa sekolah gratis bagi sekolah swasta pada 2027 nanti.

BACA JUGA : Tinggi GAK Kini Capai 149 MDPL

“Kami menyambut baik program ini sekaligus untuk pemerataan pendidikan di sekolah negeri dan swasta untuk bisa disamaratakan, jadi swasta gak kekurangan murid,” katanya, Minggu (20 September 2026).

Ia mengungkapkan, jumlah murid di sekolahnya saat ini masih terbatas, hanya terdapat 3 rombel untuk kelas 7 terdapat 22 siswa, kelas 8 terdapat 25 siswa, dan kelas 9 terdapat 22 siswa.

Bahkan, sekolahnya pernah mengalami kekurangan murid yang signifikan saat pandemi Covid-19 yang hanya menerima 4 orang siswa.

“Pernah sempat kekurangan murid, waktu Covid aja kami pernah dapat satu kelas cuma 4 siswa, 1 perempuan dan 3 laki-laki,” ungkapnya.

BACA JUGA : Ribuan Pelari Ramaikan Tangerang 10K, The Ultimate10K Series Berlanjut ke Semarang

Maka dari itu dengan adanya program tersebut, wanita yang akrab disapa Eha itu menuturkan, para orang tua nantinya tak lagi ragu untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta.

Pasalnya, kekhawatiran para orang tua ke sekolah swasta yakni adanya pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) setiap bulannya.

“Kalau program ini bisa terealisasi, orang tua juga nanti gak khawatir lagi untuk daftarkan anaknya ke swasta,” tuturnya.

Mengenai teknis pelaksanaan sekolah gratis itu, Eha mengaku masih perlu menunggu kebijakan dan skema resmi dari Pemkot Cilegon.

BACA JUGA : Jadwal Kepulangan Atilah Tak Bisa Dipastikan

“Harus lihat kebijakan pemerintahnya seperti apa, kalau diberikan seperti berupa BOS dianggarkan berapa nanti kami pasti alokasikan untuk SPP. Jadi nanti di pendaftaran gak mencantumkan SPP lagi,” jelasnya.

Menurutnya, pendapatan sekolah swasta selama ini memang sangat bergantung pada SPP dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Saat ini SPP di SMP IT Tahfidz Daarul Mu’minin hanya Rp300 ribu per bulan, tetapi kata dia, masih banyak siswa yang terkadang telat melakukan pembayaran.

Untuk siswa yang tak mampu pihaknya melakukan verifikasi data melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan.

BACA JUGA : Dorong Kemudahan Transaksi, bank bjb dan KAI Commuter Integrasikan Ekosistem Pembayaran

“Swasta kan dari mana lagi pendapatannya kalau bukan dari SPP dan dana BOS. SPP Rp300 ribu saja masih ada juga yang telat bayar atau minta keringanan biaya,” ujarnya.

Ia berharap, program tersebut bisa segera direalisasikan agar terdapat keseimbangan pendidikan, sehingga tidak ada lagi sekolah swasta yang kekurangan murid.

“Harapannya bisa secepatnya direalisasikan, yang pasti kesempatan peluang sekolah swasta bisa dapat murid yang banyak. Kami sekolah swasta juga tujuannya sama untuk mencerdaskan anak muda Kota Cilegon,” harapnya.

Robinsar menyatakan, pendidikan menjadi salah satu sektor yang akan difokuskan pada 2027 nanti. Dimana, akan ada alokasi anggaran sebesar kurang lebih Rp15 miliar untuk program sekolah swasta gratis.

BACA JUGA : Pendapatan Pariwisata Hilang Rp5 Miliar

“Untuk pendidikan Rp15 miliar nanti untuk sekolah swasta gratis, lalu ada UHC atau BPJS kesehatan yang masih dilakukan. Infrastruktur juga masih akan terus dilakukan,” ucapnya.

Robinsar menyatakan, adanya program tersebut juga untuk mengurai sejumlah persoalan, termasuk saat penerimaan murid baru di SMP Negeri.

“Ini untuk mengakomodir juga siswa yang tidak diterima dalam SPMB, sehingga tidak usah khawatir masuk swasta tetap akan bisa dibantu pemerintah,” jelasnya. (tia)

Pos terkait