BANTENRAYA.CO.ID – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakilnya Muhammad Najib Hamas telah menjabat 60 hari sejak keduanya resmi dilantik pada 27 Mei 2025.
Kinerja Zakiyah dan Najib dinilai banyak pihak telah sesuai harapan masyarakat terutama dalam mencapai program 100 hari kerjanya.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin melihat dalam melaksanakan program 100 hari kerja, Bupati dan Wakil Bupati Serang sudah berjalan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.
“Satu hal yang perlu saya sampaikan secara eksplisit dan ini juga bagian dari edukasi masyarakat, bahwa yang namanya 100 hari itu bukan sebuah ukuran keberhasilan kepala daereh dalam memimpin,” ujarnya, Kamis (24 Juli 2025).
54 Titik Sampah di Sungai Cibanten Digarap Keroyokan
Ia menegaskan, program 100 hari kerja merupakan prolog kepemimpin untuk dapat memotret pembangunan lima tahun ke depan.
“Ibu Zakiyah dan Pak Najib sedang melakukan penataan, sedang melakukan penyesuaian serta melakukan pemetaan atas kebutuhan masyarakat agar visi misi Kabupaten Serang Bahagi itu bisa terwujud dengan baik,” katanya.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang itu menjelaskan, jika ada pihak yang melakukan penilaian terhadap kinerja Zakiyah dan Najib hal tersebut bersifat subyektif, karena persoalan Kabupaten Serang sangat kompleks.
“Terlalu naif dan keliru kalau ada pihak yang menilai kepemimpinan Ibu Zakiyah dan Pak Najib itu fatamorgana. Saya pikir penilaiannya didisarkan pada opini semata dan melihatnya dari sudut pandang yang sempit,” tuturnya.
Truk Tonase Besar Hilir Mudik di Akses Jalan Wisata Banten Lama-Tasikardi Kabupaten Serang
Terpisah, Akademisi Unbaja Toni Anwar menjelaskan, 100 hari kerja pemerintahan merupakan pondasi awal untuk membaca arah dan keseriusan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Serang.
“Pasangan ini telah mencanangkan program prioritas dalam 100 hari kerjanya. Langkah ini pada dasarnya patut diapresiasi karena menunjukkan adanya perencanaan dan niat awal yang terstruktur,” ujarnya.
Program-program yang disampaikan seperti reformasi birokrasi ASN, jaminan tunjangan bagi perangkat desa, beasiswa bagi anak-anak kurang mampu, hingga penanganan sampah dan ketahanan pangan, mencerminkan komitmen sosial yang cukup relevan.
“Ini menunjukkan bahwa pasangan ini tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, tetapi juga fondasi sosial dan pelayanan dasar masyarakat,” tutur Toni.
Dari Mimpi Menjadi Kenyataan, bank bjb Bantu MBR Wujudkan Rumah Pertama
Terkait munculnya beberapa kritik terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Serang perlu dipandang sebagai peringatan dini.
“Kritik tersebut menyoroti minimnya gebrakan baru, dominasi kegiatan seremonial, dan belum adanya tindakan konkret di lapangan, khususnya dalam isu krusial seperti pengelolaan sampah dan pembangunan infrastruktur,” paparnya.
Lebih lanjut Toni menutrukan, ekspektasi publik terhadap Zakiyah-Najib tidak hanya sebatas pada realisasi program, tapi juga pada bagaimana dapat menawarkan cara kerja baru yang lebih partisipatif, terbuka, dan adaptif terhadap kebutuhan lokal.
“Kepemimpinan pasangan ini masih berada dalam fase transisi, namun kritik yang muncul adalah sinyal bahwa masyarakat menghendaki perubahan yang substantif,” paparnya.
Flyover Terondol Dibangun 2026
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Serang Barat Sanwani mengatakan, Zakiyah dan Najib merupakan pendatang baru namun sudah menunjukkan keseriusannya dalam bekerja.
“Keberhasilan dalam mempimpin tidak bisa diukur dua atau tiga bulan. Kemudian, 100 hari kerja itu tidak bisa hanya dikur dari kinjera Bupati dan Wakil Bupatinya saja, tapi yang terpenting kepala OPD yang terlibat dalam mensukseskan program tersebut,” katanya.
Sanwani mengapresiasi Zakiyah dan Najib yang mau turun langsung ke masyarakat untuk melihat persoalan dan kebutuhan masyarakat.
“Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati ingin mendapatkan masukan-masukan dulu. Saya melihatnya sedang memotret langsung permasalah yang ada di masyarakat,” tuturnya. (tanjung)





