Miris Pala Pitak Gegara Tak Pakai Ciput: Belasan Siswi Lamongan Menangis Hinga Terauma Berat

siswi lamongan
Belasan siswi SMP asal lamongan di cukur pitak lantaran tak memakai ciput (Instagram/Undercover.id)

BANTENRAYA.CO.ID – Masih ingat dengan belasan siswi SMP asal Lamongan yang dicukur pitak akibat tak pakai ciput?.

Yah kejadian ini memang terjadi teragis yang di alami belasan siswi asal Lamongan tersebut, siapa yang menyangkan jika gegera ciput saja bisa membuat terauma berat hingga histeris.

Dilansir Bantenraya.co.id dari berbagai sumber menampilkan sosok siswi tersebut yang terekam kamera, kala itu siswi itu menangis tersegu-segu lantara rambut panjang lurus harus ludes dipitaki oleh salah satu seorang guru.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : TOP! 3 Rekomendasi Wisata Kuliner Dieng yang Hadirkan Cita Rasa Khas Tradisional dan Wajib Dicoba

Kejadian itu terjadi di Sekolah menengah pertama (SMP Negeri 1 Sukodadi), Lamongan, Jawa Timur, dicukur paksa oleh EN yang merupakan guru bahasa inggris, karena tak memakai ciput atau dalaman kerudung.

Kejadian ini terjadi pada Rabu kemarin.

Peristiwa ini berawal saat sebelum jam masuk sekolah, guru melakukan penertiban terasuk memeriksa kelengkapan kerudung siswi.

BACA JUGA : 15 Ucapan Selamat HUT Ke-75 Polwan RI, Penuh Dedikasi dan Berani, Jadikan Status Media Sosial

Menurut Kepala Sekolah, Harto, sebelum mencukur rambut siswa, EN mengingatkan para siswa untuk memakai ciput, namun beberapa siswa tak mematuhinya.

Sehingga akhirnya terjadi peristiwa naas tersebut yang membuat terauma berat dan sulit untuk dilupakan.

Perbuatan EN tetap tidak bisa ditoleransi oleh pihak sekolah. Harto menyebutkan, EN mendapatkan sanksi dari aksinya itu.

BACA JUGA : Auto Nagih: Resep Sosis Asam Manis Sederhana, Menu Rumahan Praktis dan Lezat

Sanksi diberikan Dinas Pendidikan Lamongan berupa tidak diberikan jam mengajar. EN dianggap telah melakukan kesalahan karena menyalahi wewenangnya sebagai guru.

Namun disisi lain dampat dari kerjadian tersebut diduga para siswi bakal mengalami merasa takut, cemas, atau tidak nyaman saat teringat akan peristiwa tersebut.

Hal ini juga merupakan gangguan trauma psikologis.

Saat mengalaminya, mungkin belasan para siswi akan tersiksa dengan emosi, ingatan, dan kecemasan yang mengingatkan kepada peristiwa tersebut.

BACA JUGA : Akses Link ini! Begini Cara Cek Pengumuman Hasil Kelulusan PembaTIK Level 2 Tahun 2023, Ada yang Lolos?

Sebenarnya, ada banyak kejadian yang dapat menyebabkan trauma psikologis, terutama yang mengancam nyawa.

Namun, situasi yang membuat Anda kewalahan terhadap perasaan tertentu (overwhelmed) atau justru merasa terpinggirkan juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Hanya saja, respons tersebut tidak bisa diukur dari kejadian yang dialami, melainkan bagaimana Anda menerima atau menanggapi peristiwa tersebut.

BACA JUGA : Wajib Dikunjungi! Tempat Wisata Terindah di Sumatera Utara, Cocok untuk Liburan Bareng Pasangan

Kondisi kesehatan fisik dan mental, dukungan dari orang terdekat, dan kemampuan diri sendiri untuk menghadapi situasi tersebut dapat memengaruhi reaksi  terhadap belasan siswi pada saat kejadian traumatis.***

Pos terkait