Paling Melehoy: Kecamatan Ini Hanya Kirim Separuh Kafilah MTQ XXII Cilegon, Pembinaan Gagal Atau Tak Serius Ikut?

MTQ XXII
Kafilah MTQ XXII saat perekaman sidik jari di MAsjid Nurul Iman Puspemkot Cilegon. (Uri/BantenRaya.Co.ID

BANTENRAYA.CO.ID – Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ XXII tingkat Kota Cilegon bakal digelar pada 6 sampai 8 Juni 2023.

Dimana, MTQ XXII tingkat Kota Cilegon akan digelar di Kecamatan Jombang sebagai tuan rumah.

Berbagai persiapan untuk mensukseskan MTQ XXII tersebut sudah dipersiapkan secara matang.

Bacaan Lainnya

Dalam lomba tersebut, peserta akan mewakili kecamatan masing-masing untuk memperebutkan gelar juara.

Total 10 cabang akan dilombakan dengan peserta jika full mengikuti cabang dan golongan cabang berjumlah 65 kafilah.

BACA JUGA: Siap Saling Gilas! Empat Kecamatan Diprediksi Bersaing Ketat Perebutkan Juara Umum MTQ XXII Cilegon

Namun, diantara 8 kecamatan yang mengirimkan perwakilan kafilah ternyata ada kecamatan yang nampaknya melehoy alias melempem.

Sebab, kecamatan tersebut hanya mengirimkan separuh saja kafilah dari jumlah total 65 peserta.

Lantas siapa kecamatan tersebut? apa menjadi alasan dan kendala?.

Lalu apakah mungkinkan tidak serius atau sebenarnya gagal dalam pembinaan?

Padahal setiap tahun Pemkot Cilegon menggelontorkan puluhan juga untuk Seleksi Tilawatil Quran tingkat kelurahan.

BACA JUGA: MTQ XXII Cilegon Tetap Digelar Tanpa Pawai Taaruf, Kecamatan Mengeluhkan Soal Ini

Bahkan, puluhan juta uang rakyat juga digelontorkan untuk STQ tingkat kecamatan yang setiap tahunnya untuk menciptakan bibit STQ.

Penasaran kecamatan mana yang mengirimkan separuh kafilah tersebut, artikel dibawah ini akan mengupasnya secara tuntas.

Pantauan BantenRaya.Co.Id dilapangan saat penyerahan syarat adminitrasi dan perekaman sidik jari pada Selasa 30 Mei 2023 kemarin.

Kelengkapan administrasi untuk memastikan jika kafilah tersebut merupakan warga asli Kota Cilegon dengan kelengkapan sejumlah dokumen identitas diri

Selanjutnya, kegunaan perekaman sidik jari akan dipakai setiap kafilah akan tampil, dimana itu untuk mengkonfirmasi yang tampil bukan joki.

BACA JUGA: Juara MTQ Nasional, Pegawai Kemenag Kota Serang Dapat Hadiah Umroh

Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Cilegon yang dipimpin Camat Maman Herman. Dimana hanya mengirimkan total 33 kafilah atau hanya separuhnya saja.

Hal tersebut lantas menjadikan pertanyaan beberapa tokoh masyarakat dan ulama di Kecamatan Cilegon tersebut.

“Saya tidak percaya  sampai hanya mengirimkan separuh saja kafilah. Padahal di setiap kelurahan di Kecamatan Cilegon ada pesantren,” ucapnya.

“Misalnya di Palas Kelurahan Bendungan, Lalu ada juga di Ketileng, serta di Bagendung juga ada Ponpes,” jelasnya.

Jika benar, mengirimkan kafilah sebanyak hanya 33 orang, maka pembinaan tidak serius dilakukan Pemerintah Kecamatan Cilegon.

BACA JUGA: Cegah Tawuran, RW 05 Lingkungan Domba Kota Serang Gelar Lomba Adzan dan MTQ

“Kan setiap tahun ada STQ tingkat kelurahan dan lalu diseleksi di tingkat kecamatan. Pada kemana kafilahnya, bagaimana pembinaanya. Kok bisa yah melehoy,” jelasnya.

“Padahal Pemkot Cilegon ini tengah serius melakukan pembinaan, makanya menggelontorkan puluhan juga setiap STQ di kelurahan dan kecamatan,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, LPTQ Kota Cilegon bisa kemudian memberikan saran dan menanyakan kenapa hanya separuh saja mengirimkan kafilah.

“Saya berharap LPTQ memberikan saran dan memanggil secara khusus semua yang terkait. Kenapa ini pembinaan tidak berjalan dengan maksimal dan baik,” ujarnya.

Empat Kecamatan Siap Bersaing Rebut Juara Umum MTQ XXII tingkat Kota Cilegon.

BACA JUGA: Wakil Bupati Serang: Tahun Ini Wajib Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi

Sementara itu, sebelumnya Empat kecamatan di Kota Cilegon diprediksi bersaing ketat dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXII tingkat Kota Cilegon.

Dimana diyakini Empat kecamatan tersebut akan saling gilas untuk menjadi juara umum.

Berbagai prediksi muncul, jika empat kecamatan tersebut menjadi favorit untuk urutan atas dalam MTQ XXII karena banyaknya kafilah berkualitas yang sudah dihimpun.

Bahkan, para kafilah tersebut merupakan kafilah yang diambil dari berbagai kecamatan yang ada, tapi masih merupakan warga lokal Kota Cilegon.

Keempatnya kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Cibeber sebagai juara bertahan MTQ 2022, Kecamatan Jombang yang merupakan tuan rumah.

BACA JUGA: Pandeglang Bidik Dua Besar MTQ XIX Banten 2022

Lalu ada Kecamatan Purwakarta sebagai juara umum pada 2 tahun lalu dan Kecamatan Pulomerak sebagai penantang baru.

Camat Jombang Burhanudin menyatakan, juara menjadi bonus sebagai tuan rumah. Terpenting baginya sekarang mensukseskan gelaran MTQ Kota Cilegon.

“Intinya juara adalah bonus, yang penting pelaksanaan MTQ tingkat kota berjalan lancar, sukses dan selamat,” katanya.

Soal persaingan sendiri, papar Burhanudin, semuanya punya potensi.

Sebab, yang terpenting bersaing dengan sportif dan dewan hakim menilai secara profesional.

BACA JUGA: Lebak Terjunkan 60 Kafilah di MTQ XIX Banten

“Saya kira 7 kecamatan lainnya punya jagoan masing-masing, tinggal dimana dewan hakim akan menilai secara sportif,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Purwakarta Iklasin Nufus menyampaikan, pihaknya secara tegas menargetkan menjadi juara umum MTQ XXII tingkat Kota Cilegon.

Hal itu didasari pada 2 tahun lalu sudah meraihnya dan sekarang hampir semua cabang yang dilombakan terisi dari kafilah kecamatan.

“Didasari pengalaman 2 tahun lalu pernah mendapatkan juara,” ucapnya.

“Terisi semua (cabang lomba) berjumlah 59 orang (kafilah) dan semuanya menjadi modal dengan keikutsertaan lebih banyak,” ucapnya.

BACA JUGA: MTQ Tidak Berdampak Secara Ekonomi, Warga Mengeluh

Untuk pesaing yang kuat, ia menilai tuan rumah Kecamatan Jombang dan juara bertahan Kecamatan Cibeber akan menjadi pesaing terberat dalam MTQ.

“Disini berkat dari komitmen dan kolaborasi kerjasama semua pihak, pembina LPTQ, dewan hakim, ustad dan guru di Kecamatan Purwakarta semoga bisa mendapatkan yang terbaik,”

“Pesaing terberat Ada Jombang sebagai tuan rumah dan juga Cibeber sebagai juara umum tahun lalu,” ujarnya.

Camat Cibeber Sofan Maksudi mengungkapkan, sebagai juara umum pada MTQ sebelumnya tentu mempertahankannya menjadi prioritas dalam MTQ sekarang.

Untuk itu, pihaknya menyiapkan kafilah yang terbaik sebagai peserta lomba.

BACA JUGA: Kota Serang Tatap Juara Umum MTQ XIX

“Sebagian besar yang juara tahun lalu tidak ikut karena syarat usia tidak masuk,”

“Namun, sudah disiapkan yang terbaik yang akan menggantikan. Kami yakin bisa mempertahankan juara umum,” ungkapnya.

Sofan menjelaskan, ada 3 kecamatan yang dinilai menjadi pesaing berat, yakni Kecamatan Jombang tuan rumah, Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Grogol.

“Sepertinya 3 kecamatan akan jadi pesaing terberat jika melihat dari bobot kafilahnya, ada Jombang, Purwakarta dan Grogol,” ucapnya.

Camat Pulomerak Mansur Masnun menjelaskan, pihaknya menargetkan untuk bisa bersaing di 3 besar MTQ sekarang.

BACA JUGA: Kafilah Banten Juara 3 Pawai Ta’aruf MTQ XXIX di Kalsel

Dimana hal itu juga menjadi target dari LPTQ Kecamatan Pulomerak dan permintaan sejumlah tokoh.

“Intinya kami siap untuk bersaing 3 besar, jadi semuanya telah disiapkan secara matang oleh official dan LPTQ kecamatan,”

“Saya juga ingin Pulomerak bisa bersaing dan kompetitif dalam MTQ nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kota Cilegon Rahmatullah menyampaikan.

Secara aturan ada kekuasaan kecamatan mengambil kafilah dari domisili kecamatan dan tidak menjadi masalah.

BACA JUGA: 3 Kafilah Cilegon Wakili Banten di MTQ Nasional

Asal, sepanjang yang diikutsertakan yakni warga Kota Cilegon.

“Yang tidak boleh itu mengambil bukan warga Kota Cilegon. Kalau masih antar kecamatan masih diperbolehkan,” jelasnya.

Untuk persiapan, papar Rahmatullah, sekarang seluruh peserta sudah didaftarkan dan melakukan perekaman sidik jari.

Hal itu untuk memastikan tidak adanya joki dalam perlombaan.

“Tuan rumah sudah siap semuanya. Intinya MTQ siap digelar dan semoga bisa berjalan lancar serta kompetitif,” jelasnya.

Ketua Harian LPTQ Kota Cilegon Abdullah Syarif mengungkapkan, pihaknya belum melakukan pengecekan berapa jumlah kafilah dari masing-masing kecamatan.

“Belum direkap semuanya, karena baru saja selesai kelengkapan administrasi dan pengambilan sidik jadi peserta. jadi belum ada laporan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cilegon Maman Herman belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi BantenRaya.Co.Id soal hanya mengirimkan separuh kafilah. ***

Pos terkait