Pendapatan Pariwisata Hilang Rp5 Miliar

Pendapatan Pariwisata Hilang Rp5 Miliar
PARIWISATA: Kawasan Anyer menjadi salah satu destinasi wisata pantai yang digandrungi oleh masyarakat di Jabodetabek, untuk menghabiskan momen liburan, Selasa (8 September 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Sektor pariwisata di kawasan Anyer hingga Carita, berpotensi kehilangan perputaran uang mencapai Rp5 miliar per pekan.

Hal ini dipicu oleh gelombang pembatalan maupun penjadwalan ulang (reschedule) pesanan hotel dan kunjungan wisatawan, akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) baru-baru ini.

Berdasarkan riset sederhana yang dilakukan Banten Raya terhadap sejumlah pelaku usaha hotel di anyer, jika rata-rata harga kamar berkisar Rp1,2 juta dikali dengan estimasi 3.150 jumlah kamar yang ada, kerugian sektor perhotelan mencapai Rp1,7 miliar per malam, atau sekitar Rp3,4 miliar untuk periode akhir pekan.

Kerugian tersebut belum termasuk sektor pariwisata non-hotel seperti saung, parkir, persewaan banana boat, warung makan, hingga pusat oleh-oleh.

BACA JUGA : KKM Kelompok 92 Uniba Kenalkan Rocket Stove, Inovasi Pembakaran Minim Asap di Desa Pangkat

Merujuk data lalu lintas kawasan pantai, jumlah pengunjung saat peak season bisa mencapai 20 ribu orang dari delapan pantai utama. Jika kunjungan merosot 50, potensi pendapatan masyarakat yang hilang mencapai Rp2,02 miliar.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Serang Zaenal Abidin membenarkan adanya penurunan drastis pada rencana kunjungan wisatawan ke kawasan Anyer-Carita akibat erupsi GAK.

“Secara umum, penurunan kunjungan diperkirakan bisa mencapai hampir 50 persen untuk pekan ke depan.

Dampak psikologis terhadap wisatawan memang terjadi sangat cepat, sementara pemulihan pariwisata biasanya membutuhkan waktu lebih lama,” kata Zaenal, Selasa (8 September 2026).

BACA JUGA : Kualitas Udara di Kota Serang Belum Aman

Meski demikian, Zaenal memastikan bahwa kondisi masyarakat lokal dan aktivitas di kawasan pantai saat ini tetap kondusif.

“Aktivitas warga masih berjalan normal. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun pelaku pariwisata, terus bersinergi dalam mengedukasi publik dan melakukan mitigasi bencana secara tepat,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Person in Charge (PIC) Double G Resort Anyer Ahmad Rosyad. Ia mengungkapkan, kondisi fisik di sepanjang pantai Anyer saat ini sudah aman, bersih, dan sangat kondusif.

Dampak debu vulkanik maupun dentuman yang sempat terasa di hari sebelumnya kini sudah hilang sepenuhnya.

BACA JUGA : Aston Anyer Beach Hotel, Jagonya Sajian Seafood Segar

“Kondisi saat ini debu sudah hilang, pantai aman, bersih, dan kondusif. Hanya saja, wisatawan masih ada rasa khawatir untuk akhir pekan ini, sehingga beberapa memilih melakukan reschedule.

Untuk pembatalan hanya ada 1 hingga 5 kamar, selebihnya tamu memilih mengubah tanggal kedatangan,” jelas Ahmad.

Ia menambahkan, jajaran pemerintah daerah dan dinas terkait juga telah memastikan kawasan Anyer berada di jarak aman sekitar 40 km dari radius berbahaya Gunung Anak Krakatau sejauh 3 km.

“Harapan kami keadaan segera pulih. Jika kondisi ini berlarut-larut, ekonomi masyarakat yang bergantung pada pariwisata termasuk para pekerja harian akan sangat terdampak,” ungkapnya.

BACA JUGA : Gunung Anak Krakatau Erupsi Terbesar Pasca 1883

Sementara itu, dampak penyesuaian jadwal juga dirasakan oleh perhotelan lain di kawasan Anyer.

Sales Manager Jayakarta Anyer, Alan Nugraha Sani menyebutkan bahwa tingkat okupansi di awal pekan (Senin) berada di angka sekitar 10 persen. Sebagian besar tamu memilih menunggu perkembangan status siaga GAK diturunkan sebelum memutuskan berkunjung.

“Saat ini ada sekitar 56 kamar yang mengajukan reschedule. Kebanyakan tamu yang tadinya dijadwalkan masuk di pertengahan bulan memilih menggeser jadwal ke tanggal lain.

Untuk reservasi yang sempat berada di lokasi saat erupsi terjadi ada sekitar 225 orang, seluruh rangkaian acara seperti outdoor games hingga dinner Alhamdulillah berjalan lancar setelah diberikan safety briefing,” kata Alan.

BACA JUGA : Kualitas Udara di Kota Serang Belum Aman

Para pelaku industri pariwisata Anyer hingga Carita berharap informasi mengenai kondisi terkini yang makin membaik dan aman dapat tersampaikan secara luas kepada publik, sehingga tingkat kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung dapat segera pulih. (raden)

Pos terkait