BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan penataan jabatan kepala sekolah rampung secara bertahap hingga akhir 2026.
Untuk tahap awal, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten menargetkan penyelesaian mutasi lebih dari 120 kepala sekolah paling lambat akhir Oktober ini, sebelum melanjutkan pengisian jabatan kepala sekolah yang masih kosong melalui seleksi.
Kepala BKD Banten Ai Dewi Suzana mengatakan, mutasi dilakukan untuk menata penempatan kepala sekolah, termasuk mendekatkan lokasi tugas bagi mereka yang selama ini bekerja jauh dari domisili.
Penyegaran juga menyasar kepala sekolah yang telah menduduki jabatan selama satu hingga dua periode, serta menggantikan pejabat yang memasuki masa pensiun.
BACA JUGA : Bantuan Dari Presiden, Kabupaten Serang Diguyur 190 Becak Listrik
“Rencananya yang jauh (lokasi kerjanya,-red) itu akan didekatkan dan yang udah terlalu lama juga akan dilakukan penyegaran dan ada beberapa juga yang memang catatan,” kata Ai, Rabu (21 Oktober 2026).
Ai menjelaskan, proses mutasi tersebut masih harus melalui sejumlah tahapan administrasi yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Setelah proses yang berkaitan dengan guru diselesaikan bersama kementerian, data kepegawaian akan dimasukkan ke sistem BKN untuk mendapatkan pertimbangan teknis atau pertek.
“Kalau urusan guru tidak hanya urusan BKN tapi harus dengan Kemendisdakmen. Nah itu terus setelah proses selesai sistem masuk di-imute ke sistem BKN untuk perteknya keluar dari BKN setelah itu selesai baru,” ujarnya.
BACA JUGA : SMAPANTASTIK SMAN 8 Kota Serang Ajang Belajar Demokrasi
Setelah mutasi diselesaikan, Ai menuturkan, BKD Banten akan melanjutkan proses pengisian jabatan kepala sekolah yang masih kosong melalui seleksi calon kepala sekolah.
Saat ini, terdapat 49 jabatan kepala sekolah yang masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
BKD mencatat sekitar 2.000 orang telah mendaftar seleksi calon kepala sekolah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 574 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tes berbasis komputer atau computer assisted test (CAT).
BACA JUGA : Avianry Hotel Bintaro, Nikmati Staycation Nuansa Alam
“Para peserta selanjutnya akan menjalani asesmen sebelum ditetapkan untuk mengisi jabatan yang tersedia.
Dengan 574 peserta yang lolos administrasi untuk memperebutkan 49 posisi, persaingan mencapai sekitar 12 orang untuk setiap jabatan,” jelasnya.
Ai menargetkan, proses seleksi hingga pengisian jabatan kepala sekolah yang kosong dapat diselesaikan pada akhir 2026.
Dengan demikian, target penyelesaian penataan jabatan kepala sekolah terbagi dalam dua tahap, yakni mutasi yang ditargetkan rampung akhir Oktober dan pengisian jabatan melalui seleksi yang ditargetkan selesai pada akhir tahun.
BACA JUGA : Warung Makan Ibu Lampung Tempat Sarapan Favorit warga Serang
Meski masih terdapat jabatan yang diisi Plt, Ai memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu penyelenggaraan administrasi sekolah. “Kalau secara administrasi sih masih berjalan dengan baik ya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan, proses pengisian kepala sekolah saat ini masih disiapkan bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Mekanisme tersebut juga masih dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia juga mengungkapkan, kekosongan kursi jabatan kepala sekolah bukan hanya terjadi di Banten, tetapi juga dialami daerah lain di Indonesia.
“Kalau menurut saya kekosongan itu kan pertama ya karena ada yang pensiun ya. Karena adanya yang pensiun sehingga terjadi kekosongan.
BACA JUGA : Nasib Manajer Kopdes Tak Jelas
Nah, di Provinsi Banten itu banyak yang pensiun, hampir kurang lebih sekarang ini di atas 50 hampir 60 ya kalau sampai Desember nanti,” kata Jamaluddin.
Jamaluddin juga menjelaskan, tahapan awal yang akan dilakukan adalah rotasi atau rolling kepala sekolah yang sudah beberapa tahun menempati sekolah yang sama.
Proses rolling tersebut ditargetkan dapat dilakukan pada Oktober 2026.
“Ya, saat ini sedang diproses ya oleh BKD ya. Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita segera lakukan, dan mungkin rolling dulu ya. Rolling dulu yang kekosongan dan lain sebagainya,” jelasnya.
BACA JUGA : SMAPANTASTIK SMAN 8 Kota Serang Ajang Belajar Demokrasi
Jamaluddin menambahkan, setelah proses rotasi selesai, pihaknya baru akan melanjutkan ke tahap pengisian jabatan kepala sekolah melalui mekanisme promosi.
Untuk tahapan tersebut, calon kepala sekolah harus melalui sejumlah proses seleksi, mulai dari administrasi, Computer Assisted Test (CAT) atau uji kompetensi, hingga wawancara. “Sekarang administrasi sudah, terus nanti CAT, lalu yang terakhir wawancara ya,” ujarnya.
Jamaluddin menargetkan proses pengisian melalui promosi dapat diselesaikan pada Desember. Dengan demikian, kekosongan kepala sekolah yang ada diharapkan sudah dapat terisi secara bertahap hingga akhir tahun.
“Ya maksimal kalau untuk yang rolling di Oktober (beres) dan kalau untuk yang promosi ya Desember mudah-mudahan selesailah,” ujarnya.
BACA JUGA : Bantuan Dari Presiden, Kabupaten Serang Diguyur 190 Becak Listrik
Saat ditanya terkait penempatan yang harus sesuai domisili sebagaimana yang disampaikan Sekda Banten, Jamaluddin mengatakan jika saat ini mekanismenya masih fleksibel.
Ia menerangkan, penempatan kepala sekolah hasil rotasi maupun pengisian jabatan baru akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Menurutnya, dalam rotasi yang dilakukan nantinya, kepala sekolah dari satu wilayah dapat ditempatkan terlebih dahulu di sekolah yang lokasinya relatif berdekatan.
“Fleksibel, karena mungkin nanti bisa juga ada yang dekat atau jauh. Karena yang sekarang kan yang rotasi mutasi dari luar masuk ke yang dekat-dekat dulu,” katanya.
BACA JUGA : Serapan Pupuk Subsidi di Banten Baru 40 Persen
Sementara, kata Jamaluddin menambahkan, untuk pengisian di sekolah lain yang masih mengalami kekosongan, pihaknya masih akan melihat mekanisme penempatan yang paling sesuai, termasuk kemungkinan menggunakan pendekatan zonasi.
“Ya nanti kita lihat, apakah akan melalui zonasi atau apa, nanti kita lihat nanti,” ujar Jamaluddin.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Aprindhi Hartawan mengatakan, penataan Kepsek akan diawali dengan rotasi terhadap Kepsek yang saat ini penempatannya tidak sesuai dengan domisili.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan penempatan Kepsek agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
BACA JUGA : Avianry Hotel Bintaro, Nikmati Staycation Nuansa Alam
“Kita kan mutasi dulu, Kepsek-kepsek yang sekarang si kepseknya bukan domisili di situ, karena nanti basisnya domisili.
Insya allah ke depan tidak ada lagi kepsek yang jarak dari rumahnya dua sampai tiga jam, enggak semua, dilihat mana nih yang domisilinya enggak sesuai berapa,” kata Deden. (raffi)





