BANTENRAYA.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi menjenguk salah satu warga Kota Serang yang menjalani perawatan di RSUD dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang, Senin (14 September 2026) siang sekitar pukul 14.30.
Warga yang dirawat tersebut merupakan korban tawuran antar suporter dalam laga sepak bola antar RT dan RW.
Budi Rustandi tiba di RSUD dr Drajat Prawiranegara didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ahmad Hasanuddin dan Kepala Diskominfo Kota Serang Tri Ningsih.
Budi Rustandi mengatakan, pihaknya menjenguk warganya yang dirawat di RSUD dr Drajat Prawiranegara lantaran menjadi korban keributan antar penonton saat menyaksikan pertandingan sepak bola antar RT RW.
BACA JUGA : SMKN 1 Kota Serang Perkuat Kompetensi Guru Lewat In House Training
“Hari ini saya menjenguk warga Kota Serang yang kemarin ada pertandingan sepak bola antar RT RW.
Kebetulan ini ada musibah di mana ini ada salah paham, sehingga terjadi keributan dan ada korban,” ujar Budi kepada Banten Raya.
Menurut dia, korban tawuran antar suporter sepak bola ini harus dilakukan tindakan operasi karena mengalami luka serius. “Dan ini harus dioperasi ini kan orang tidak mampu,” ucap dia.
Budi mengaku pihaknya akan memfasilitasi operasi korban tawuran antar suporter di Rumah Sakit Hermina, karena di RSUD dr Drajat Prawiranegara belum ada alatnya.
BACA JUGA : Unsera Tawarkan Kuliah Kilat Lulus Sarjana Hanya 1,5 Tahun
“Saya akan berkomunikasi langsung dengan RS Hernia. Mohon doanya agar korban cepat sembuh dan diangkat segera penyakitnya dan bisa kembali pulang ke keluarganya,” katanya.
Ia meminta permasalahan tersebut tidak diperpanjang sampai ke ranah hukum. “Saya minta ini dimusyawarahkan saja karena ini kan masalah antar kampung saja,” harap Budi.
Budi juga berharap peristiwa keributan antar suporter sepak bola ini dijadikan pengalaman dan evaluasi bagi masyarakat Kota Serang.
Menurut dia, turnamen sepak bola bukan ajang tawuran antar suporter atau penonton, melainkan mengembangkan talenta sepak bola agar ke depan ada warga Kota Serang yang menjadi pemain Timnas Indonesia.
BACA JUGA : Tangsel Dorong Pembangunan Berbasis Data
“Saya berharap ini pembelajaran untuk mereka bahwa ini olahraga bukan untuk keributan tapi kebersamaan, silaturahmi, persatuan, dan mengembangkan bakat bibit unggul warga Kota Serang dengan harapan menjadi pemain nasional,” terangnya.
Selain menjenguk, Budi juga memberikan bantuan kepada keluarga korban selama menjalani perawatan di rumah sakit.
“Saya beri bantuan untuk pegangan keluarganya, termasuk saya akan berkoordinasi dengan rumah sakit Hermina,” ungkap Budi.
Ia kembali menegaskan bahwa pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Kota Serang yang mengadakan turnamen sepak bola agar dibuat aturan yang tegas untuk mengantisipasi terjadinya keributan baik di lapangan maupun di luar lapangan.
BACA JUGA : Waspada Potensi Bencana Industri
“Mudah-mudahan kepada warga Kota Serang yang mengadakan acara serupa disepakati bersama bahwa turnamen ini untuk mengembangkan bakat bukan ajang tawuran akhirnya terjadi miskomunikasi antar penonton,” ujarnya. (harir)





