Trending

Warga Gugat Mafia Tanah ke Pengadilan

SERANG, BANTEN RAYA- Moch Adhi Abdinegara, warga Griya Permata Asri, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang diduga menjadi korban mafia tanah atas jual beli tanah di Lingkungan Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Atas peristiwa itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 600 juta lebih.

Korban Moch Adhi Abdinegara mengatakan, dugaan kasus mafia tanah itu bermula pada tahun 2023 lalu. Dirinya saat itu bertemu dengan teman SMP, Maulana Nurhadi. Pada pertemuan itu, dirinya minta dicarikan tanah untuk investasi jangka panjang.

“Beberapa hari kemudian setelah pertemuan dengan Nurhadi, saya ditelepon. Saya dikasih tahu kalau ada tanah yang dijual di daerah Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Luasnya 230 meter persegi,” kata Adhi kepada Banten Raya, Rabu (3/7/2024).

Adhi menjelaskan, dia bersama istrinya kemudian melakukan survei ke lokasi yang ditawarkan Nurhadi. Di lokasi itu dirinya bertemu dengan Nurhadi dan Arjaya selaku Ketua RW setempat.

“Untuk memastikan tanah itu tidak bermasalah, saya menanyakan kepada Pak Arjaya kalau tanah ini tidak bermasalah, tidak sengketa. Saya tanya lagi suratnya, dan katanya ada,” jelasnya.

Menurut Adhi, setelah bermusyawarah dengan istrinya, dia sepakat untuk membelinya, dan bertemu dengan Mubaidilah, orang yang disebut sebagai pemilik tanah dan terjadi tawar menawar. Dari harga Rp120 juta yang ditawarkan, Mubaidilah setuju untuk menjualnya dengan harga Rp 100 juta. “Pembayaran tidak langsung lunas, tapi saya DP dulu (uang muka),” ujarnya.

Baca artikel Bantenraya.co.id lainnya di Google News
 
1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button