38.100 Warga Dicek TBC

38.100 Warga Dicek TBC
TRACING TBC: Pegawain Dinkes Kabupaten Serang melakukan trecing TBC kepada seorang warga di salah satu Kecamatan, pekan kemarin.

BANTENRAYA.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menggencarkan program tracing tuberkulosis (TBC) terintegrasi dengan CKG untuk mempercepat penemuan kasus TBC.

Sebanyak 38.100 orang ditarget diperiksa di 381 titik mulai 11 Agustus hingga akhir November 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, program tracing lebih efektif dibanding screening biasa dalam menemukan kasus TBC.

“Kalau screening itu ibaratnya kayak kita mancing di laut, dapatnya cuma sedikit. Tapi kalau tracing ibaratnya kita mancing di kolam ikan. Jadi kemungkinan untuk dapatnya lebih banyak, probabilitasnya lebih tinggi,” ujarnya, Rabu (19 Agustus 2026).

BACA JUGA : KKM Kelompok 72 Uniba Gelar Sosialisasi untuk Tingkatkan Kesadaran Siswa tentang Bullying

Istianah menjelaskan, tracing dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi tempat tinggal penderita TBC. Tim kesehatan akan memeriksa 100 orang di sekitarnya.

“Kita lakukan pemeriksaan kesehatan pada orang yang kontak serumah atau kontak erat dengan penderita tuberkulosis.

Kontak erat itu bisa jadi teman mainnya, tetangganya, temannya nongkrong, atau yang bekerja satu lingkungan kerja,” katanya.

Dari 381 lokus, 326 di antaranya tersebar di seluruh desa di Kabupaten Serang. Sisanya difokuskan di tempat-tempat berisiko tinggi seperti perusahaan, pondok pesantren, dan sekolah yang tercatat ada kasus TBC.

BACA JUGA : 86 Napi Korupsi Dapat Remisi, 1 Langsung Bebas,

“Kelompok berisiko tinggi lain yang turut diperiksa meliputi perokok, penderita penyakit paru kronis, penderita diabetes melitus, serta anak-anak dengan gizi buruk,” jelasnya.

Istianah menuturkan, pemeriksaan dilakukan dengan dua metode yakni menggunakan portable X-ray dan pemeriksaan bakteriologis melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan spesimen dahak.

“Kita laksanakan di enam sampai tujuh titik per hari. Jadi sehari itu kita periksa 600 sampai 700 orang,” paparnya.

Hasil rontgen dibaca oleh dokter spesialis radiologi, sementara penyuluhan dilakukan oleh dokter spesialis paru dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

BACA JUGA : Gubernur Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan dengan Kerja Nyata

Jika hasil pemeriksaan positif, pasien akan langsung ditangani di Puskesmas sesuai domisilinya. “Kita tidak berhenti sampai tracing saja.

Penemuan kasus yang positif akan kita obati. Kemudian dipantau sampai dia benar-benar sembuh atau pengobatan lengkap,” tuturnya.

Selain penemuan kasus, pihaknya juga memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak erat yang tidak bergejala.

“TPT diberikan kepada orang yang berisiko tertular karena kontak serumah atau kontak erat. Obatnya cukup diminum seminggu sekali selama 3 bulan,” katanya.

BACA JUGA : Sekolah Pinggir Jalan, Tempat Belajar Anak Jalanan

Istianah menyebut, dari hasil awal tracing di salah satu wilayah, dari 100 orang yang diperiksa, 24 orang dinyatakan positif dari hasil rontgen.

“Cukup tinggi juga karena memang yang kita periksa ini kan yang kontak erat atau kontak serumah dengan penderita tuberkulosis,” jelasnya. (andika)

Pos terkait