Dorong Pemajuan Kebudayaan, Pemprov Siapkan Aturan Teknis

IMG 20250829 WA0048

BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong pemajuan kebudayaan daerah. Hal itu dibuktikan dengan akan disiapkannya aturan teknis berupa Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai penguat dan penjelasan teknis dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, penyusunan pergub akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seniman dan budayawan. Menurutnya, pelaku seni adalah pihak yang paling memahami kebutuhan lapangan, sehingga pendapat mereka menjadi acuan penting dalam merumuskan aturan.

“Kalau bicara kebudayaan, tidak bisa hanya dari pemerintah saja. Apa yang menjadi harapan para seniman dan budayawan harus dibahas bersama agar aturan ini betul-betul sesuai dengan kebutuhan,” kata Andra Soni saat ditemui usai beraudiensi dengan Panitia Festival Teater Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jumat (29/8/2025).

Bacaan Lainnya

Andra menekankan pentingnya pembangunan sarana pendukung, seperti gedung kesenian yang representatif. Ia menilai, Banten layak memiliki pusat aktivitas budaya setara dengan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta.

“Gedung atau taman seni itu sangat dibutuhkan. Karena ini bisa menjadi ruang berkumpul sekaligus tempat pertunjukan yang menjadi ikon kebudayaan Banten,” jelasnya.

“Tentu kita mendorong dan mendukung apa yang menjadi keinginan dari pada teman-teman dalam pengembangan kebudayaan maupun kesenian, dan nanti akan kita lakukan pembahasan bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Andra memastikan dirinya akan hadir dalam Festival Budaya Banten pada 4–6 September 2025 di Plaza Aspirasi, KP3B, Kota Serang. Menurutnya, kehadiran festival semacam ini dapat memperkuat ekosistem seni sekaligus memberi ruang ekspresi bagi seniman lokal.

“InsyaAllah, nanti saya akan hadir di acara pembukaan,” ujarnya.

Sementara itu, Panitia Festival Teater Banten ke-3, Dede Abdul Majid, menyambut baik komitmen dari Pemprov Banten. Ia menyebut, kelompok seniman memang sangat menantikan langkah nyata pemerintah dalam menyediakan fasilitas serta dukungan regulasi.

“Festival ini sudah tiga kali digelar, tapi kami berharap bisa masuk agenda resmi Pemprov agar keberlanjutannya lebih terjamin. Selain itu, kami juga butuh ruang pertunjukan yang layak untuk mengembangkan kreativitas,” ucap Dede. ****

Author: Akhmad Raffi

Pos terkait