BANTENRAYA.CO.ID – SMK Islam Cendikia yang berlokasi di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti Internasional Robothon 2026 di Vietnam.
Ajang internasional tersebut bakal diikuti oleh empat siswa yang saat ini sedang diseleksi oleh pihak sekolah dengan target menjadi juara.
Kepala Sekolah SMK Islam Cendekia Dindin Zenal Mutakin mengatakan, saat ini pihak sekolah sedang fokus melatih siswa untuk bisa mengoperasikan robot dari sebuah kodingan.
Didin mengatakan, pihak sekolah menargetkan bisa menjadi juara pada ajang lomba tersebut.
“Kita belum memilih siapa yang akan diberangkatkan, jadi fokus kita adalah mencetak SDM (sumber daya manusianya) dulu. Nanti siswa terbaiklah yang akan diberangkatkan ke Vietnam,” ujarnya, Sabtu (24 Mei 2026).
Ia menjelaskan, dalam ajang Internasional Robothon 2025 para siswa SMK Islam Cendikia mampu mendapatkan juara dan membawa pulang prestasi. Pada ajang tahun ini, pihak sekolah kembali menargetkan juara.
“Tahun lalu tempatnya di Jakarta dan hasilnya anak-anak mengibarkan bendera di podium. Itu prestasi yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Pihaknya juga memasang target yang sangat tinggi yakni menjuarai kompetisi Internasional Robothon 2026 yang digelar di Vietnam itu.
“Target tahun ini, kita ingin mempertahankan juara itu, persiapan-persipan sedang kita mantapkan, mudah-mudahan prestasi itu mampu kita wujudkan,” katanya.
BACA JUGA : Mau Ikut Dieng Caldera Race 2026? Cukup Menabung di Bank BJB
SMK Islam Cendikia merupakan satu-satunya sekolah di Provinsi Banten bahkan Indonesia yang mengikuti ajang Internasional Robothon 2026.
“Rencananya bulan Oktober peserta berangkat ke Jakarta dam November sudah berada di Vietnam. Robotik tersebut merupakan salah satu program unggulan yang ada di sekolah kami,” paparnya.
Salah seorang siswa SMK Islam Cendikia Riyan Hidayatullah mengatakan, para siswa sedang berlomba-lomba untuk mempersiapakan diri mengikuti ajang internasional tersebut.
“Untuk persiapannya kami terus belajar dan melatih lagi skill-skill. Mental harus benar-benar siap, apalagi lombanya di luar negeri,” ujarnya.
Riyan juga pernah menjadi salah satu anggota tim yang mengikuti ajang Internasional Robothon 2025 yang diselenggarakan di Jakarta.
“Tahun lalu saya pernah mengikuti ajang ini dan mendapatkan juara, pengennya tahun ini mengikuti kembali. Tapi siswa yang akan diberangkatkan itu tergantung dari pihak sekolahnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, para siswa dilatih membuat program kodingan yang mampu menggerakkan robot yang bentuknya mirip seperti truk.
“Programnya itu dibuat melalui kodingan aplikasi yang nantinya bisa menggerakkan robot. Jadi program perlombaanya itu kita siapkan di sekolah dan disana tinggal mengoperasikannya saja,” jelasnya. (andika)





