BANTENRAYA.CO.ID – Universitas Serang Raya (Unsera) terus menunjukan mutu pendidikannya. Hal tersebut dibuktikan dengan pengukuhan Guru Besar pertamanya yaitu Delly Maulana,
Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Hukum Unsera, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kebijakan Lingkungan pada Program Studi Administrasi Negara.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Wisuda Angkatan XVIII Gelombang II yang dilaksanakan di Gedung RCH, Unsera, Selasa (7 Juli 2026).
Menurut Rektor Unsera H Abdul Malik, Unsera tidak hanya melaksanakan Wisuda Universitas Serang Raya Angkatan XVIII Gelombang II, tetapi juga mencatat sejarah baru melalui pengukuhan Guru Besar pertama Unsera, yaitu Delly Maulana, sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kebijakan Lingkungan pada Program Studi Administrasi Negara.
BACA JUGA : Jalan Raya Serdang-Bojonegara Dilebarkan Dua Meter
Kata Malik, pengukuhan Guru Besar adalah buah dari proses akademik, dan berbagai capaian Unsera adalah buah dari proses panjang yang dijalani dengan sungguh-sungguh.
“Saya percaya, proses yang baik akan melahirkan kualitas, dan kualitas akan melahirkan kepercayaan. Itulah nilai yang terus kami pegang dalam membangun Universitas Serang Raya,” katanya.
Ia menjelaskan, pendidikan adalah proses, maka hari ini Unsera sedang menyaksikan buah dari proses tersebut. Untuk pertama kalinya sejak Unsera berdiri, mengukuhkan seorang Guru Besar.
“Atas nama keluarga besar Universitas Serang Raya, saya mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Delly Maulana, M.AP, atas pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kebijakan Lingkungan pada Program Studi Administrasi Negara.
BACA JUGA : Warga Pulomerak Tercemar Debu Batubara
Selamat, bagi kami pengukuhan ini bukan sekadar bertambahnya jabatan akademik tertinggi di Universitas Serang Raya,” ujarnya.
Lebih dari itu, lanjut Rektor Unsera, ini adalah penanda bahwa budaya akademik, tradisi riset, dan semangat melahirkan ilmu pengetahuan terus berkembang di lingkungan Unsera.
“Kami berharap Prof Delly menjadi yang pertama dari semakin banyak Guru Besar yang akan lahir di kampus ini. Alhamdulillah, harapan itu mulai terlihat.
Saat ini usulan Guru Besar atas nama Dr Rina Oktavianty dari Program Studi Pendidikan Matematika sedang berproses di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
BACA JUGA : Nikmati Seafood Platter Lengkap di Gongji Resto and Cottage
Mari kita doakan bersama, semoga proses tersebut berjalan lancar sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama Universitas Serang Raya kembali memperoleh kabar baik dengan lahirnya Guru Besar berikutnya,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Informatika (YPI) H Mulya R Rachmatoellah menyampaikan pesan mengenai pentingnya karakter dalam menuntut ilmu dengan mengutip pandangan klasik Imam Al-Ghazali.
Ia menjelaskan, Imam Al-Ghazali membagi manusia dalam empat golongan berdasarkan sikap terhadap ilmu.
Pertama, orang yang berilmu dan menyadari bahwa dirinya berilmu (Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri). Menurutnya, sosok seperti ini patut dijadikan tempat belajar karena memiliki kompetensi sekaligus kesadaran atas kapasitasnya.
Sebagai contoh, ia menyebut Guru Besar Unsera Prof Dr Delly Maulana sebagai representasi kelompok tersebut.
Golongan kedua adalah orang yang berilmu, tetapi tidak menyadari bahwa dirinya memiliki ilmu (Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri). Menurut Mulya, kelompok ini perlu diingatkan agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Ketiga, orang yang tidak berilmu tetapi menyadari bahwa dirinya belum mengetahui (Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri). Ia menilai sikap rendah hati untuk terus belajar merupakan modal penting yang harus dipelihara.
Sementara golongan terakhir adalah orang yang tidak berilmu tetapi merasa dirinya berilmu (Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri).
Menurutnya, karakter seperti inilah yang perlu dihindari karena dapat menutup pintu pembelajaran dan pengembangan diri. “Jangan menjadi orang yang tidak tahu, tetapi merasa paling tahu,” pesannya. (satibi)





