BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Serang memotong sebanyak 1.000 ekor hewan kurban berjenis domba pada momen Hari Raya Idul Adha 1477 Hijriyah.
Hewan kurban tersebut dibagikan langsung kepada warga kurang mampu yang masuk desil 1 dengan jumlah sebanyak 22.500 penerima manfaat.
Penyembelihan dilakukan di Ponpes Bai Mahdi Sholeh Ma’mun dan disaksikan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Kemendes PDT memiliih Kabupaten Serang menjadi pilot project (proyek percontohan) pemotongan 1.000 ekor hewan kurban bersama PT Kurma Azwa Farm (KAF).
BACA JUGA : Ledakan di PT MCI Diduga dari Plan Produksi, Warga Alami Gangguan Kesehatan
Yandri Susanto mengatakan, pihaknya lebih dulu melakukan kerja sama dengan PT KAF yang menjadi inisiator pemotongan 1.000 ekor hewan kurban itu.
“Kita ingin melahirkan banyak desa-desa domba atau desa-desa sapi termasuk desa-desa kambing yang ujungnya itu memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha,” ujarnya, Kamis (28 Mei 2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Serang menjadi daerah yang pertama kali melaksanakan pemotongan 1.000 ekor kurban dalam satu waktu sehingga menjadi pilot project untuk daerah lain.
“Yang pertama itu adalah Pemkab Serang, sudah saya tinjau secara detail mulai dari kedatangan, periksa kesehatan, training khusus Juleha (juru sembelih halal).
BACA JUGA : Bupati Serang Bagi-bagi Ambulans Desa
Kemudian Pemda memastikan sampai ke jajaran desa, bahwa penerima manfaat itu benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Pemotongan 1.000 ekor hewan kurban itu juga melibatkan berbagai pihak khususnya dokter hewan untuk memastikan daging yang dikonsumsi benar-benar aman dan terlindungi.
“Inti pokoknya kita akan terus memaksimalkan pelayanan untuk rakyat di desa. Ujungnya bisa menghasilkan desa-desa tematik yang bisa melahirkan hewan-hewan kurban,” jelasnya.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pemotongan 1.000 ekor hewan kurban itu hasil keja sama antara Pemkab Serang dengan PT Kurma Azwa Farm (KAF) dan akan berlanjut sampai beberapa tahun ke depan.
BACA JUGA : BRI Salurkan Alat Marching Band ke SMA Al Khairiyah 1 Cilegon
“Alhamdulillah kami bisa menyambut MoU (Memorandum of Understanding) ini. Semoga ini terus berkelanjutan karena memang MOU-nya itu selama 5 tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, daging kurban itu dibagikan kepada para mustahil yang masuk dalam desil satu dengan jumlah penerima sebanyak 22.500 orang.
“Isya Allah nanti dibagikan untuk para mustahik yang betul-betul membutuhkan desil 1 di seluruh desa. Saya mohon maaf kalau misalnya nanti ada mustahik yang tidak terbagi karena memang sudah kita atur semuanya,” katanya.
Zakiyah menuturkan, pemotongan 1.000 ekor hewan kurban itu menjadi pilot project karena Kabupaten Serang menjadi satu-satunya daerah yang melakukan pemotongan terbanyak.
BACA JUGA : Movenpick Hotel Mewah Manjakan Keluarga
“Pilot Project se-Indonesia, karena baru kali pertama dilakukan pemotongan hewan sebanyak 1.000 domba di satu waktu,” jelasnya. (andika)





