Rutinkan Program Digitalisasi Pilah Sampah

Rutinkan Program Digitalisasi Pilah Sampah
Siswa-siswi SMP Negeri 22 Kota Serang tengah menimbang sampah didampingi pencetus program digitalisasi pilah sampah yang juga guru SMP Negeri 22 Kota Serang Ari Cahyani.

BANTENRAYA.CO.ID – Sampah tidak lagi dipandang sebagai barang sisa. Sampah bisa bernilai ekonomi dan edukasi jika dikelola secara digital.

Siang itu suasana salah satu sudut di SMP Negeri 22 Kota Serang tampak riuh. Bukan karena ada kegiatan perlombaan antar kelas melainkan antrean siswa yang tengah menenteng karung.

Karung-karung yang ditenteng oleh para siswa itu berisi sampah anorganik sisa botol plastik atau gelas kemasan air minum.

Karung-karung itu kemudian ditimbang oleh petugas yang berasal dari salah satu bank sampah digital di Kota Serang. Siswa kemudian mencatat hasil karung isi sampahnya tersebut.

BACA JUGA : Grand Zuri BSD Pikat Tamu Dengan Pelayanan ‘Feels Like Home’

Tak hanya siswa, para gurunya pun ikut melakukan aksi penimbangan sampah yang telah kumpulkan selama beberapa pekan.

Potret penimbangan sampah ini adalah aksi nyata siswa-siswi SMP Negeri 22 Kota Serang dalam kepeduliannya menjaga lingkungan sekolahnya agar tetap bersih dan nyaman.

SMP Negeri 22 Kota Serang kembali membuktikan kepeduliannya terhadap isu lingkungan melalui aksi nyata.

Aksi nyata yang dilakukan oleh sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, ini menggelar agenda penimbangan sampah rutin bulanan.

BACA JUGA : Kolaborasi bank bjb dan DISPERINTRANSNAKER Tegal Dorong SDM Kompeten dan Melek Keuangan

Penimbangan sampah bagian dari program unggulan digitalisasi pilah sampah sebuah inovasi pengelolaan limbah sekolah yang bekerja sama dengan Bank Sampah Digital (BSD) Kota Serang.

Program yang telah menjadi budaya positif di sekolah ini merupakan ide kreatif yang dicetuskan oleh salah satu guru SMP Negeri 22 Kota Serang, Ari Cahyani.

Melalui inisiatif ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai barang sisa, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi jika dikelola secara digital.

Kepala SMP Negeri 22 Kota Serang, Memi Meidayati, memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program ini.

BACA JUGA : Warga Awasi Proyek Flyover Unyur

Menurutnya, sinergi antara teknologi dan pelestarian lingkungan sangat penting untuk diajarkan kepada generasi muda sejak dini.

“Kami sangat bangga dengan konsistensi seluruh warga sekolah. Dengan dukungan penuh dari para guru dan semangat para siswa, kegiatan penimbangan rutin setiap bulan ini dapat berjalan lancar.

Ini adalah langkah nyata kami dalam menciptakan ekosistem sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Memi Meidayati, kepada Banten Raya, Minggu 26 Juli 2026.

Edukasi Berbasis Digital

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa membawa sampah anorganik yang telah dipilah, seperti plastik, kertas, dan botol bekas.

BACA JUGA : BANK BJB Imbau Nasabah Waspadai Modus Penipuan Digital

Sampah tersebut kemudian ditimbang dan hasilnya dicatat secara digital melalui sistem Bank Sampah Digital.

Ari Cahyani, selaku pencetus program berharap, melalui digitalisasi ini, siswa dapat melihat langsung dampak positif dari kebiasaan memilah sampah.

“Tujuannya agar siswa merasa memiliki tanggung jawab. Digitalisasi memudahkan pencatatan sehingga mereka lebih termotivasi untuk terus memilah sampah baik di sekolah maupun di rumah,” jelasnya.

Melalui sistem digitalisasi, para siswa dapat memantau langsung kontribusi mereka terhadap lingkungan melalui saldo yang tercatat di aplikasi atau buku tabungan digital.

BACA JUGA : Pinjol Bermasalah Rp1,4 Triliun

Hal ini dinilai efektif dalam memotivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu perubahan iklim dan kebersihan kota.

Pihak Bank Sampah Digital Kota Serang mengapresiasi konsistensi SMP Negeri 22 Kota Serang yang rutin melakukan penimbangan setiap satu bulan sekali.

Sinergi ini diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Kota Serang dalam mengimplementasikan sekolah hijau (green school) yang melek teknologi.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa dan seluruh staf pengajar ini diharapkan mampu menjadikan SMP Negeri 22 Kota Serang sebagai pionir sekolah hijau di Kota Serang yang sukses mengintegrasikan teknologi dalam menjaga kelestarian alam.

BACA JUGA : Mengenang Kejayaan SMA 17 Serang Sering Tawuran, Banyak Prestasi

Dengan adanya program ini, SMP Negeri 22 Kota Serang tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang bertanggung jawab terhadap bumi.(Harir Baldan)

Pos terkait