BANTENRAYA.CO.ID – Seorang bocah berusia 10 tahun, berinisial MAH ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam rumahnya di Perumahan Bumi Bukit Semesta (BBS) 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Selasa (16 Desember 2025) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, anak laki-laki dari Maman Suherman yang merupakan mantan Sekretaris PPP Kota Cilegon ini diduga menjadi korban pembunuhan lantaran ditemukan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya.
Ketua RT 18, RW 09, Perumahan BBS 3, Blok C5 Istianto mengatakan, berdasarkan keterangan yang diterima dirinya dari ayah korban, saat kejadian korban berada di dalam rumah bersama kakaknya.
Kakak korban kemudian menelepon ayahnya yang masih berada di workshop, dan mengabarkan bahwa adiknya dalam kondisi berdarah-darah. “Mendapat kabar tersebut, ayah korban segera pulang ke rumah,” ujar Istianto.
BACA JUGA : Raih Nilai Keterbukaan 99,85 Persen, Pemkot Serang Bebas Sengketa Informasi Publik
Istianto menjelaskan, setibanya di rumah, ayah korban mendapati anaknya mengalami luka parah dan langsung berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Rumah Sakit Bethsaida. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
“Korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya. Saya baru dapat kabar sore hari. Kalau persisnya peristiwa seperti apa, saya nggak tahu. Tadi saya ditelepon sore setelah Asar, kalo persisnya (kejadian) saya kurang tau.
Ditelepon sama anaknya yang gede (kakak korban), katanya berdarah-darah anaknya itu langsung diangkat,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan melalui keterangan tertulis menjelaskan, berdasarkan informasi awal, petugas Polsek Cilegon melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon sekitar pukul 15.30, setelah menerima laporan adanya korban penusukan yang dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
BACA JUGA : Tangsel Kembali Jajaki Kerja Sama Pengelolaan Sampah dengan Kota Serang
“Korban seorang anak laki-laki berusia 9 tahun. Saksi awal dalam peristiwa tersebut adalah saudara korban berinisial D,” ujarnya.
Dari keterangan yang diperoleh, kejadian bermula sekitar pukul 14.20, ketika ayah korban menerima panggilan telepon dari anak keduanya yang terdengar panik dan meminta pertolongan.
Mendapat kabar tersebut, ayah korban segera meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan dan menuju rumah keluarga yang berada di Komplek BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon.
Setibanya di rumah dan membuka pintu, ayah korban mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius disertai pendarahan hebat.
BACA JUGA : 4.631 Honorer Diankat PPPK Paruh Waktu
Korban kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi bersama saksi.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka akibat tusukan benda tajam.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut, anggota Polsek Cilegon yang terdiri dari Panit Reskrim dan Bhabinkamtibmas langsung melakukan pengecekan, dan penanganan olah TKP awal untuk mencari dan mengumpulkan petunjuk,” ujarnya.
Kapolres Cilegon AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga melalui Kapolsek Cilegon Kota Kompol Firman Hamid menyampaikan bahwa pihak kepolisian berkomitmen mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan.
BACA JUGA : Ditanya Ada Berapa Kasus Bullying, DP3AKB Kota Serang : Ada 5 Kasus
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Saat ini Polsek Cilegon Kota bersama Satreskrim Polres Cilegon telah melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif.
Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” ujar Kompol Firman Hamid.
Ia juga menegaskan bahwa kepolisian akan bekerja maksimal serta meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan secara resmi,” tambahnya.
BACA JUGA : 2026, Anggaran Perbaikan dan Pemeliharaan Jalan di Perkim Kota Serang Turun
Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan saksi-saksi serta pengumpulan barang bukti, guna mengungkap secara terang peristiwa tersebut. (uri)







