BANTENRAYA.CO.ID – Seleksi Sekda Provinsi Banten memasuki babak akhir. Panitia seleksi (pansel) telah menyerahkan tiga nama besar calon sekda kepada Gubernur Banten Andra Soni.
Ketiga nama itu adalah Sekretaris DPRD Provinsi Banten yang juga menjabat sebagai Plh Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan,
Kepala BKD Provinsi Banten dan mantan Plh Sekda Provinsi Banten Nana Supiana, dan Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti.
Pengamat politik yang juga Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai bahwa, pengisian jabatan Sekda Banten kental nuansa politik.
PHRI Sambut Baik Pemerintah Bolehkan Rapat di Hotel
Meski prosesnya dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka, akan tetapi hasil akhirnya kemungkinan besar akan ditentukan oleh kedekatan personal dan kepentingan politik kepala daerah.
“Kalau bicara soal Sekda, walau pun itu adalah ASN, tapi pengangkatannya itu menurut saya cenderung dominan politik,” kata Adib kepada wartawan, Rabu, (11 Juni 2025).
Adib menuturkan, nama Deden yang saat ini ikut masuk tiga besar calon Sekda, memiliki peluang paling besar untuk terpilih.
Dengan kata lain, Gubernur Andra Soni akan lebih condong memilih Deden menjadi Sekda Banten devinitif. Salah satu alasannya adalah hubungan panjang antara Deden dan Gubernur Banten Andra Soni yang sudah terjalin sejak lama.
Sukses di Medsos Belum Tentu Sukses di Program
“Kalau menurut saya, Deden adalah calon kuat Sekda Banten. Kenapa? Karena Deden itu sudah mengerti apa maunya Andra Soni.
Ketika Andra jadi Ketua DPRD, Deden itu kan Sekwan-nya. Jadi fasilitas apa saja mungkin dipenuhi, apapun yang diminta pasti dikasih, dan Deden saya rasa sudah mengerti apa maunya Andra Soni,” ujarnya.
Adib menjelaskan, meskipun nama Deden kerap kali terseret dalam sejumlah pemberitaan negatif terkait dugaan kasus korupsi.
Namun menurutnya, hal itu tidak akan banyak memengaruhi peluang Deden untuk dipilih menjadi Sekda.
Sukses di Medsos Belum Tentu Sukses di Program
“Walaupun dari tiga nama itu, Deden secara reputasi mungkin kurang sedap, tapi peluangnya tetap besar.
Karena pada akhirnya, seleksi ini tetap soal like and dislike, politis, dan subjektif.
Adapun mekanisme seleksi yang dilakukan itu terbuka melalui manajemen talenta, merit sistem, tapi ya saya kira itu hanya formalitas saja.
Itu cuma untuk menyenangkan publik, sebagai alasan saja. Padahal pada akhirnya tetap politis,” tambahnya.
Pantai Anyer Sepi Saat Libur Lebaran Idul Adha
Adib juga menambahkan, kabar mengenai informasi yang menyebut adanya perbedaan pandangan antara Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur A Dimyati Natakusumah dalam penentuan Sekda.
Adib menilai kekuatan politik tetap berada di tangan gubernur. Terlebih, kata dia, antara Andra dan Deden sudah terjalin chemistry yang kuat.
“Saya kira dominasi Andra Soni tidak terbantahkan. Dia kuat secara politik, didukung penuh oleh Gerindra.
Otomatis Sekda yang dipilih pasti orangnya Andra, orang yang bisa samikna wa atokna kepada Gubernur, bisa menerjemahkan arah kebijakan, dan bisa sediakan anggaran,” jelasnya.
Sawah di Kota Serang Mulai Kekurangan Air
Meski demikian, Adib menyebutkan, kalau melihat secara nilai dan integritas, Nana disebut-sebut sebagai kandidat yang dinilai unggul.
Akan tetapi, menurut dia, Nana tidak akan dipilih karena ritme dan jalan yang tak sesuai dengan Andra.
“Kalau bicara integritas, saya kira Nana itu lebih unggul. Bahkan saat tes, dia itu nomor satu dibanding Deden.
Tapi saya kira dia tidak akan dipilih, karena tidak seritme dengan Andra.
DPUPR Banten Usulkan Exit Tol Serang Timur Baru Demi Urai Kemaceten Kepada BPJT PU
Karena bagaimana pun Sekda sebagai panglima ASN harus bisa menterjemahkan apa maunya Gubernur, bagaimana bisa mengeksekusi kebijakan,
mengelola anggaran, dan memfasilitasi semua keperluan gubernur, dari anggaran sampai kebijakan. Makanya saya yakin, Deden adalah calon terkuat. Pilihan gubernur lebih condong ke Deden,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan jika pihaknya telah memperpanjang masa jabatan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten yang saat ini dijabat oleh Deden Apriandhi.
Perpanjangan ini akan berlaku hingga Sekda definitif ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).
Bank bjb Perkuat Koneksi dengan Generasi Muda Lewat Dukungan pada Konser Hindia
“Kita perpanjang jabatan Plh Sekda hingga turunnya surat Keputusan Presiden dari Pak Prabowo atas penetapan Sekda definitif,” kata Andra
Andra menjelaskan, keputusan tersebut diambil seiring belum keluarnya Keppres terkait penunjukan Sekda definitif.
Karena, saat ini, proses seleksi telah menghasilkan tiga nama calon yang dinyatakan lolos oleh panitia seleksi (Pansel) independen bentukan Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Bahwa berdasarkan pertimbangan itu, maka perlu menetapkan keputusan tentang perpanjangan masa jabatan Plh Sekda Provinsi Banten,” jelasnya.
Bakal Pusat Keramaian Pasar Kepandean Kota Serang Terus Berbenah
Saat ditanya mengenai siapa yang akan dipilih, Andra menegaskan jika dirinya tidak ikut campur dalam proses seleksi.
Ia menyebut, seluruh tahapan telah dilakukan oleh Pansel secara independen, mulai dari seleksi administrasi hingga tahap akhir pengusulan tiga nama ke pemerintah pusat.
“Saya tidak mau cawe-cawe. Semua kandidat Sekda adalah PNS terbaik Provinsi Banten. Apa pun hasil penilaian yang dibuat oleh Pansel akan saya teruskan kepada Tim Penilai Akhir hingga keluarnya Keppres dari Pak Prabowo,” ucapnya.
“Karena ini bukan soal keinginan gubernur. Semua orang punya kesempatan yang sama. Gubernur hanyalah user.
Bakal Pusat Keramaian Pasar Kepandean Kota Serang Terus Berbenah
Pansel yang menilai dan memberi rekomendasi. Yang menentukan tetap Presiden,” tegasnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang didapatkan Banten Raya, pemilihan Sekda Provinsi Banten menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.
Sebab Provinsi Banten mendapatkan catatan dari Kementerian Dalam Negeri karena memiliki banyak pejabat yang diisi oleh pelaksana tugas maupun pelaksana harian, termasuk sekda.
Karena itu, proses pengisian sekda ini menjadi salah satu yang menjadi konsen pemerintah pusat.
Bakal Pusat Keramaian Pasar Kepandean Kota Serang Terus Berbenah
Sejak Sekda Provinsi Banten Al Muktabar menjabat sebagai Penjabat Gubernur Banten, jabatan sekda sudah beberapa kali berganti, mulai dari Tranggono hingga Virgojanti.
Saat Andra Soni menjabat gubernur, posisi sekda juga masih merupakan penjabat dan pelaksana harian mulai dari Nana Supiana hingga Deden Apriandhi.
Andra sendiri dikenal sebagai orang yang objektif dalam menilai siapa yang akan menjadi “pembantu”nya di pemerintahan.
Setiap kali menempatkan seorang pejabat dalam jabatan baru, Andra akan menguji calon tersebut apakah pantas dengan jabatannya kelak. Bila memang mumpuni, Andra biasanya akan membuatnya menjadi definitif.
Motor Janda Dicuri Teman Kencannya
Berdasarkan informasi yang diterima Banten Raya, dari ketiga nama calon sekda, Deden Apriandhi yang berpeluang besar karena mendapatkan nilai paling besar ketimbang dua kandidat lain, yaitu Nana Supiana dan Rina Dewiyanti.
Bahkan, Deden pun saat persentase makalah mendapatkan giliran pertama dibandingkan yang lain.
Deden dengan pengalamannya yang malang melintang di birokrasi dan pernah menempati sejumlah jabatan, dinilai unggul karena lebih menguasai urusan birokrasi ketimbang dua kandidat lain.
Saat Deden diuji untuk bisa menyelesaikan peraturan gubernur tentang manajemen talenta oleh Andra, Deden mampu segera menyelesaikannya.
DPUPR Banten Usulkan Exit Tol Serang Timur Baru Demi Urai Kemaceten Kepada BPJT PU
Sebelumnya, tugas itu juga pernah diberikan kepada Nana saat menjabat sebagai Plh Sekda Banten namun tak kunjung selesai.
Ketua Sekretariat Pansel Calon Sekda yang juga Asda III Pemprov Banten EA Deni Hermawan mengatakan, pansel telah menyerahkan tiga nama calon sekda hasil rekomendasi pansel kepada Gubernur Banten Andra Soni pada Rabu (11 Juni 2025).
Selanjutnya ketiga nama calon sekda akan diserahkan olah Andra kepada Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri RI. Presiden nanti yang akan memilih satu nama menjadi Sekda Banten.
“Surat dalam perjalanan akan diserahkan ke Pak Gubernur siang ini (kemarin),” kata Deni.
DPUPR Banten Usulkan Exit Tol Serang Timur Baru Demi Urai Kemaceten Kepada BPJT PU
Deni mengatakan, setelah ketiga nama calon sekda di tangan gubernur, tidak ada batas waktu kapan Andra harus menyerahkan ketiga nama calon sekda itu kepada presiden.
Namun dia memastikan nantinya Presiden Prabowo Subianto lah yang akan memilih satu dari tiga nama kandidat tersebut.
Namun, Deni enggan mengungkapkan skoring nilai ketiga calon sekda itu, meski dia membenarkan bahwa ada nilai pada setiap calon sekda.
Dia mengatakan, persoalan detail tentang calon sekda diserahkan kepada Andra yang menyampaikan kepada wartawan. “Silakan ke Pak Gubernur,” katanya.
DPUPR Banten Usulkan Exit Tol Serang Timur Baru Demi Urai Kemaceten Kepada BPJT PU
Suwaib Amirudin, salah seorang anggota pansel calon sekda, juga membenarkan bahwa pansel telah memilih tiga nama.
Namun seperti Deni, dia juga enggan mengungkapkan soal skoring nilai dari para kandidat. “Intinya kerja pansel sudah selesai dengan telah diserahkannya tiga nama calon sekda,” katanya.
Suwaib mengatakan, meski tidak ada batasan seberapa cepat atau berapa lama gubernur menyampaikan nama calon sekda ke presiden, namun dia berharap Andra segera mengirimkan ketiga nama tersebut.
Sebab sudah lama jabatan sekda kosong sehingga diharapkan segera terisi dengan pejabat yang definitif.
Bakal Pusat Keramaian Pasar Kepandean Kota Serang Terus Berbenah
Dihubungi secara terpisah, Deden mengatakan, dia dan calon sekda lain meyakini akan objektivitas yang dimiliki Andra Soni sebagai kepala daerah saat akan memilih sekda.
Salah satu objektivitas itu tercermin dari penilaian yang dilakukan pansel.
Padahal, bisa saja penilaian itu tidak dilakukan. Dia pun menyerahkan segala hasilnya kepada Andra selaku gubernur.
“Apa pun yang dihasilkan pansel itu adalah hasil yang objektif sehingga akan menjadi dasar bagi Pak Gubernur memilih sekda secara objektif juga,” kata Deden.
Dua Aset Pemkot Serang Terancam Gagal Diserahkan Pemkab Serang
Apakah yakin akan dipilih sebagai sekda? Deden mengaku belum bisa meyakini 100 persen karena masih ada proses selanjutnya setelah proses penilaian pansel.
Namun apa pun yang dihasilkan dia akan menerimanya. “Siapa pun yang dipilih menjadi sekda kan itu kewenangan Pak Presiden,” katanya. (raffi/tohir)





