Fasilitas Lengkap, Berkualitas, Dan Banyak Prestasi, UNPAM Bukan Kampus Murahan

FASILITAS LENGKAP, BERKUALITAS, DAN BANYAK PRESTASI UNPAM Bukan Kampus Murahan
UNPAM SERANG: Suasana kampus Unpam Serang yang ada di Jalan Raya Serang-Jakarta, Sabtu (10 Oktober 2026). Kampus Unpam Serang menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah dengan biaya terjangkau.

BANTENRAYA.CO.ID – Biaya kuliah yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang.

Meski biaya kuliah murah, prestasi terus ditorehkan, baik oleh kampus maupun oleh mahasiswa.

Direktur UNPAM Kampus Serang Imam Sofi’i mengatakan, kebijakan biaya pendidikan terjangkau merupakan bagian dari komitmen Yayasan Sasmita Jaya untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas.

Menurutnya, biaya yang relatif rendah tidak berarti mengabaikan kualitas pendidikan.

BACA JUGA : Budi Rustandi Salurkan Bantuan Modal UMKM

“UNPAM ini walaupunn murah tapi tidak murahan. Kami ingin masyarakat bisa kuliah tanpa harus terbebani biaya yang terlalu tinggi, tetapi kualitas pendidikan tetap menjadi perhatian,” ujar Imam, Sabtu (10 Oktober 2026).

Ia menjelaskan, biaya kuliah di UNPAM Kampus Serang pada periode 2021 hingga 2025 sebesar Rp900 ribu per semester.

Pada 2026, biaya tersebut naik menjadi Rp1,2 juta per semester. Meski mengalami kenaikan, pihak kampus tetap berupaya mempertahankan keterjangkauan biaya, termasuk melalui skema pembayaran secara bertahap.

Menurut Imam, kebijakan tersebut tidak terlepas dari sejarah pendiri UNPAM, almarhum Darsono yang ingin memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi.

BACA JUGA : Warga Minta Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Pengalaman hidup pendiri yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi menjadi salah satu latar belakang komitmen tersebut.

Darsono, yang sebelumnya berprofesi sebagai guru aparatur sipil negara (ASN), kemudian merintis usaha hingga mendirikan lembaga pendidikan di bawah Yayasan Sasmita Jaya.

Yayasan itu mengusung semangat Berbagi untuk Negeri, dengan mengembalikan keuntungan usaha untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan.

“Sejarah biaya kuliah murah di UNPAM ini berangkat dari keinginan pendiri agar masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi,” kata Imam.

BACA JUGA : Dekat dengan Bobotoh, bank bjb Permudah Kepemilikan Kartu ATM bank bjb Edisi PERSIB

Berdasarkan informasi pada situs resmi UNPAM, universitas tersebut berdiri pada 2000 di bawah Yayasan Prima Jaya.

Pengelolaan kemudian dialihkan kepada Yayasan Sasmita Jaya pada awal 2004 dengan tujuan mengembangkan pendidikan tinggi yang terjangkau tanpa mengabaikan kualitas.

Adapun UNPAM Kampus Serang bermula dari Universitas Sutomo yang beroperasi di Kota Serang sejak 2021.

Pada 2023, Universitas Sutomo resmi bergabung dengan Universitas Pamulang berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 528/E/O/2023.

BACA JUGA : Musim Hujan Diprediksi Mundur

Penggabungan tersebut menjadikan Serang sebagai kampus keempat dalam pengelolaan Yayasan Sasmita Jaya.

Saat ini, UNPAM Kampus Serang memiliki sekitar 22 ribu mahasiswa. Kampus yang berdiri di atas lahan seluas 23 hektare itu direncanakan memiliki 12 tower.

Namun, hingga kini baru tiga tower yang dibangun. Gedung yang sudah berdiri memiliki 10 lantai, dengan pemanfaatan ruang yang menurut Imam baru mencapai lantai tujuh.

“Pembangunan tower ke depan akan mengikuti perkembangan jumlah mahasiswa dan kebutuhan kampus. Kami ingin pengembangan ini berjalan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

BACA JUGA : Warga Minta Pemerintah Tak Hanya Janji

Dari sisi akademik, UNPAM Kampus Serang menaungi 12 program studi, meliputi manajemen, akuntansi, hukum, ilmu pemerintahan, administrasi negara, teknik elektro, teknik mesin, biologi, kimia, matematika, sistem informasi, dan sistem komputer.

Imam menyebut, manajemen masih menjadi salah satu program studi favorit mahasiswa. Sementara itu, bidang komputer dan teknik juga menunjukkan perkembangan minat seiring meningkatnya kebutuhan kompetensi teknologi.

Untuk mendukung kegiatan akademik, kampus menyediakan laboratorium komputer, laboratorium peradilan semu, laboratorium biologi, dan laboratorium kimia.

Fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer, futsal, voli, basket, dan tenis meja juga disediakan untuk mendukung aktivitas mahasiswa di luar perkuliahan.

BACA JUGA : Muhsinin Sebut MBG Dibutuhkan Masyarakat

UNPAM Kampus Serang juga menerapkan tiga pilihan pola perkuliahan. Kelas reguler A berlangsung pada pagi sampai sore hari, reguler B pada malam hari pukul 18.20 hingga 21.40, sedangkan reguler C berlangsung pada Sabtu pukul 07.40 hingga 17.20.

Pengaturan tersebut ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dengan latar belakang dan aktivitas yang beragam.

Dalam proses pembelajaran, kampus menerapkan kombinasi 60 persen tatap muka dan 40 persen pembelajaran daring.

Imam menambahkan, pengembangan pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas dan keterjangkauan biaya.

BACA JUGA : APBD 2027 Dipatok Rp9,68 Triliun

Kampus juga berupaya meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yakni pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan.

Untuk memenuhi itu, mahasiswa diwajibkan ikut sertifikasi kompetensi sesuai program studi yang diambil dan sertifikasi kompetensi bahasa Inggris.

Menurut Imam, pendidikan tinggi perlu memastikan mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.

Sejumlah prestasi berhasil diraih mahasiswa UNPAM Kampus Serang. Berbagai kompetisi, mulai dari karate, pencak silat, hingga debat menjuarai hingga tingkat nasional.

BACA JUGA : Warga Minta Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Kampus tersebut turut mencatat prestasi sebagai juara umum Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Banten dengan perolehan 16 medali emas. Untuk prestasi tingkat internasional ada pada karate.

Imam menegaskan, keterjangkauan biaya harus berjalan beriringan dengan penguatan mutu pembelajaran, fasilitas, dan prestasi mahasiswa.

Dengan demikian, kesempatan kuliah dapat terbuka lebih luas tanpa mengesampingkan tujuan utama pendidikan tinggi, yakni menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Burhanudin Raya Rambani, mahasiswa UNPAM Serang dari Prodi Sistem Komputer, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya UNPAM Serang yang menerapkan biaya kuliah murah. Dengan itu dia bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa dibebani biaya kuliah yang mahal.

BACA JUGA : 387 Ribu Warga Terpapar Influenza A

Sebagai mahasiswa dari daerah Pandeglang, kebijakan biaya kuliah yang murah akan membantu banyak anak muda melanjutkan cita-cita.

Sebab selama ini banyak anak muda yang ingin kuliah namun terbentur biaya yang tinggi. “Tentu ini sangat membantu,” katanya.

Burhan berharap UNPAM mempertahankan kebijakan biaya kuliah murah agar semakin banyak anak muda di Banten, khususnya dari Banten Selatan, agar mereka bisa berperan dalam membangun daerah.

Sebab pendidikan semestinya merupakan fasilitas yang bisa disediakan oleh negara sesuai dengan amanat UUD 1945. (tohir)

Pos terkait