BANTENRAYA.CO.ID– Pembebasan lahan untuk relokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 di Desa Cijakan, Kecamatan Bojong, terdampak jalan tol Serang-Panimbang (Serpan), seksi tiga Cileles-Panimbang, Kabupaten Pandeglang gagal.
Pasalnya, lahan yang ada harganya terlalu mahal, sehingga harus mencari lahan lain untuk lokasi relokasi SDN Cijakan 2.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pandeglang, Sutoto mengatakan, awalnya pemerintah daerah bersama pelaksana proyek Tol Serpan, yakni PT Wika sudah menemukan lahan yang sesuai untuk SDN Cijakan 2.
BACA JUGA: Tuntas Tangani Banjir, Pilar Saga Tinjau Proyek di Perumahan Arya Graha
Namun karena ada kendala, akhirnya lokasi relokasi harus berubah.
“Jadi setelah ada survei dari kita dengan pihak PPK, kami sudah menemukan lahan yang sesuai. Hanya saja kendalanya harganya tidak sesuai, mahal,” kata Sutoto, Minggu 31 Agustus 2025.
Kata Sutoto, pemerintah daerah bersama PPK akan mencari lahan pengganti. Diharapkan menemukan lahan yang strategis untuk relokasi SDN Cijakan 2 sesuai dengan harga.
BACA JUGA: Astra Honda Siap Tampil Kompetitif di ARRC Mandalika
“Sekarang kami sedang mencari lahan lain bersama tim PPK, dan bidang pertanahan. Semoga saja ada,” ujarnya.
Sutoto menerangkan, SDN Cijakan 2 merupakan salah satu sekolah yang terdampak proyek tol Serpan seksi tiga Cileles-Panimbang.
Sekolah terdampak proyek tol karena lahannya digunakan untuk perlintasan jalan tol.
BACA JUGA: Pertama di Banten, Universitas Yarsi Pratama Memiliki Prodi ATRO Radiologi
“Untuk lahan SDN Cijakan 2 kan kena gusuran tol, makanya harus direlokasi,” terangnya. ***
Author: Yanadi







