BANTENRAYA.CO.ID – Indonesia masuk pada tiga negara pengirim jemaah haji tahun 2023 terbesar di dunia.
Ketiga negara yang masuk pengirim jemaah haji adalah Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh.
Atas pengirim jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia mendapat penghargaan dari Pemerintah Arab Saudi.
BACA JUGA : 7.452 Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air, Simak Jadwalnya di Sini
Berdasarkan data dari Kementerian Agama, Indonesia tahun ini mendapat kuota haji 229.000 jemaah haji, terdiri atas haji reguler dan haji khusus.
Sementara kuota jemaah haji tahun 2023 Pakistan mencapai sekitar 179.000, dan kuota haji Bangladesh mencapai 127.000.
Operasional ibadah haji Indonesia saat ini masih berlangsung. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat hingga pukul 06.00 waktu Arab Saudi, sudah ada 188.251 jemaah haji Indonesia yang pulang ke Tanah Air.
Jemaah haji yang pulang ke Tanah Air tergabung dalam 500 kelompok terbang (kloter). Pada fase kedatangan, tercatat ada 558 kloter yang tiba di Arab Saudi dengan 209.782 jemaah haji reguler.
BACA JUGA : 357 Jemaah Haji Indonesia Lakukan Badal Haji, Apa Itu Badal Haji
Sebagian jemaah haji reguler asal Indonesia, saat ini masih di Madinah. Kloter terakhir dari Madinah akan terbang pada 4 Agustus 2023 dan itu sekaligus menandai berakhirnya operasional hajj Indonesia tahun ini.
Penghargaan pengirim jemaah haji terbesar diberikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Mashat di Jeddah. Dari Indonesia, hadir Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.
“Semalam, Kementerian Haji dan Umrah menggelar acara apresiasi di Jeddah untuk semua instansi yang terlibat dalam pelaksanaan ibadah haji 1444 Hijriyah.
“Indonesia, Pakistan, dan Banglades, sebagai representasi negara pengirim jemaah terbesar, mendapat apresiasi. Saya hadir mewakili Indonesia,” terang Nasrullah di Jeddah.
BACA JUGA : Data Kepulangan Jemaah Haji Hari Ini Tergabung pada 20 Kloter, Cek di Sini
Dikutip Bantenraya.co.id dari laman kemenag.go.id, Senin 31 Juli 2023, apresiasi diberikan Pemerintah Arab Saudi, kata Nasrullah, sebagai bentuk penghargaan atas kerjasama dalam proses pelayanan jemaah haji, utamanya selama masa kedatangan dan kepulangan jemaah.
“Jadi ini khususnya terkait dengan pelayanan di Jeddah, atas sinergi pelayanan dengan GACA, Wukala, Keamanan Bandara, termasuk dalam proses layanan fast track, dan program lainnya,” jelas Nasrullah.
Ditambahkan Nasrullah, Indonesia tahun 2022 juga mendapat penghargaan yang sama. Saat itu, penghargaan diberikan kepada Indonesia, Pakistan, dan India. “Tahun ini, Indonesia kembali mendapat penghargaan, bersama Pakistan dan Bangladesh,” tegasnya. ***





