Warga Lebak Patungan Perbaiki Jalan Rusak

Warga Lebak Patungan Perbaiki Jalan Rusak
WARGA KEREN: Alat berat yang disewa warga Kampung Dalung, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak tengah dioperasikan untuk melakukan perbaikan jalan, Selasa (7 Juli 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Warga Kampung Dalung, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak melakukan perbaikan jalan desa yang melintasi kawasan tersebut secara sukarela.

Tak tanggung-tanggung, warga bahkan menyewa alat berat untuk melakukan perataan jalan.

Uang sewa alat berat itu didapat melalui iuran antar warga. Ketua RT 01 Kampung Dalung, Adul mengatakan, langkah itu warga lakukan karena mengaku geram lantaran jalan tersebut telah 20 tahun rusak dan tak pernah tersentuh perbaikan.

Menurutnya, perbaikan jalan itu dilakukan secara swadaya karena kondisi jalan dinilai sudah sangat membahayakan bagi warga, terutama anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.

BACA JUGA : Kukuhkan Guru Besar, Unsera Buktikan Mutu Pendidikan

“Pembangunan jalan ini hasil dari swadaya masyarakat, jalan ini sudah 20 tahun belum pernah ada pembangunan,” kata Adul dihubungi, Selasa (7 Juli 2026).

Adul menyebut, ruas jalan yang diperbaiki ini merupakan akses utama warga. Akses jalan ini menghubungkan antara permukiman dengan fasilitas umum seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Selain sebagai akses menuju fasilitas umum, warga setempat juga menggunakan jalan itu sebagai akses utama membawa hasil pertanian.

“Jalan ini setiap harinya dilalui masyarakat yang akan beraktivitas, ada yang ke sekolah ada yang ke kota ada juga yang ke Puskesmas,” ungkapnya.

BACA JUGA : Masjid Kuno Jadi Wisata Religi di Gunung Karang

Menurut Adul, ruas jalan yang belum pernah diperbaiki ini banyak dikeluhkan oleh warga karena, saat kemarau berdebu. Sementara saat musim hujan berubah menjadi licin, bahkan kerap memicu kecelakaan.

Kondisi itu yang memicu munculnya keluhan warga yang tinggal di sekitar lokasi perbaikan hingga akhirnya rela merogoh uang dari kantong pribadinya.

“Karena sudah terlalu lama menunggu, warga akhirnya mengumpulkan dana secara swadaya untuk memperbaiki jalan ini. Yang diperbaiki baru sepanjang 200 meter,” terang dia.

Lebih lanjut Adul berharap, melalui gerakan swadaya ini pemerintah bisa bergerak untuk segera melakukan perbaikan secara permanen, agar mobilelisasi masyarakat tidak terganggu terutama pada saat musim penghujan.

BACA JUGA : Gubernur Janji Tuntaskan Tuntutan Ojol

“Harapan kami jalan ini bisa segera dibangun oleh pemerintah, supaya mobilelisasi masyarakat bisa lebih mudah,” ujar Adul berharap.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak Hamdan berterimakasih kepada warga desa yang berkenan memperbaiki jalan tersebut.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalan desa. Hamdan juga mengakui bahwa kondisi jalan itu sangat memprihatikan, terlebih posisinya berupa tanjakan.

“Iya kami sudah mengetahui kabar itu. Memang jalan itu cukup memprihatinkan, apalagi itu tanjakan hingga warga akhirnya menyewa alat berat untuk beberapa hari,” kata Hamdan dihubungi.

BACA JUGA : SPMB 2026 Masih Banyak PR

Usai mendengar kabar itu, Hamdan mengklaim sempat mendatangi lokasi perbaikan. DPUPR Lebak bahkan turut menyumbang sejumlah material berupa dua truk batu split, satu truk pasir, serta 50 sak semen.

“Sejauh ini baru itu bantuan yang diberikan oleh DPUPR,” terang dia.

Hamdan mengakui bahwa masih banyak jalan desa di Kabupaten Lebak dalam kondisi rusak, termasuk jalan di Kampung Dalung, Desa Sangiang Tanjung tersebut.

Kondisi itu kemudian diperparah dengan kemampuan keuangan desa yang tidak memungkinkan untuk memperbaiki jalan.

BACA JUGA : Bina Insani Perkuat Program Takhosus

Meski menjadi kewenangan desa, Hamdan memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak turut melakukan intervensi, meski secara bertahap.

Khusus untuk tahun 2026, DPUPR Lebak mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk melakukan perbaikan pada 42 ruas jalan desa yang tersebar di 28 kecamatan. “Kita akan intervensi secara bertahap.

Tentu yang jadi prioritas itu jalan desa yang memang punya peran penting, seperti akses utama pertanian. Selain itu, kita juga usahakan dengan mengusulkan ke program Bang Andra,” imbuhnya. (aldi)

Pos terkait