BANTENRAYA.CO.ID – Kenaikan harga sejumlah material konstruksi membuat proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang harus melakukan kajian ulang terhadap seluruh item pekerjaan.
Kondisi tersebut juga mendorong pihak pelaksana mengusulkan adendum melalui mekanisme contract change order (CCO) agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengabaikan kualitas dan spesifikasi teknis.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan kajian ulang dilakukan bersama pihak pelaksana dan konsultan pengawas.
Mereka akan menghitung kembali item pekerjaan yang berpotensi masuk dalam CCO tanpa mengabaikan kualitas dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
BACA JUGA : Sekolah Pinggir Jalan, Tempat Belajar Anak Jalanan
“Dengan adanya kenaikan bahkan pindah harga ini menjadi pemikiran bersama antara kami PUPR, pihak pelaksana, dan konsultan pengawas akan menghitung kembali item mana saja nanti yang akan di-CCO tanpa mengabaikan kualitas spesifikasi teknis,” kata Iwan, kepada wartawan, Selasa (11 Agustus 2026).
Menurut Iwan, penyamaan persepsi antara DPUPR, pelaksana, dan konsultan pengawas penting untuk mengantisipasi berbagai kendala selama proses konstruksi berlangsung.
“Karena sebelumnya kan sudah sesuai rencana, tetapi ada kendala-kendala atau persoalan yang ditemukan di lapangan. Salah satunya pindahnya harga tersebut, maka perlu menyamakan persepsi, dan menyepakati seperti apa,” ujar dia.
Iwan mengakui kenaikan harga material dan sejumlah penyesuaian di lapangan berpotensi memengaruhi pelaksanaan proyek. Namun, ia optimistis revitalisasi Alun-alun Kota Serang tetap dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026.
BACA JUGA : RM Parahiyangan Sajikan Pecak Bandeng Tanpa Duri
“Hambatan dan terhambat pasti ada. Tinggal kami duduk dan mengkaji bersama. Semoga item-item yang ada di dalam pekerjaan itu bisa kami sesuaikan dan mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu,” tandasnya.
Iwan menerangkan saat ini, sejumlah pekerjaan telah berjalan, mulai dari pembongkaran, persiapan, hingga pemasangan pondasi.
Pekerjaan meliputi saluran, persiapan jogging track, pembongkaran GOR yang telah selesai, serta pagar yang masih dikerjakan.
“Sekarang fokus pengerjaannya semua. Nggak fokus satu-satu tapi menyeluruh di 4 zona,” terang Iwan.
BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi Banten Turun
Ia menjelaskan, revitalisasi dibagi dalam empat zona. Zona 1 merupakan area lapangan upacara, zona 2 kawasan air mancur, sedangkan zona 3 dan 4 mencakup fasilitas pendukung seperti food court, area bermain anak, lapangan tenis, jogging track, dan gedung parkir lima lantai.
Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Konstruksi DPUPR Kota Serang, Dadan Priatna, mengatakan proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang menelan anggaran Rp50 miliar.
Pekerjaan dilakukan serentak di empat zona sesuai titik pekerjaan masing-masing.
“Saat ini tengah menggarap revitalisasi Alun-alun yang dibagi dalam empat zona,” kata Dadan.
BACA JUGA : Realisasi PBBP2 Rendah, Camat Terancam Dievaluasi
Proyek strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Surat perintah mulai kerja (SPMK) proyek berlaku sejak 15 Juni hingga 31 Desember 2026.
“Surat perintah mulai kerjanya 15 Juni sampai dengan 31 Desember,” jelas dia. (harir)





