Sewa Kapal Mendadak, Tarif Berkisar Rp3 Juta

Sewa Kapal Mendadak, Tarif Berkisar Rp3 Juta
HILANG KONTAK : Tim SAR Gabungan tengah berupaya melakukan proses pencarian korban speed boat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9 September 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Satu unit speed boat yang membawa rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, disewa mendadak tanpa booking terlebih dulu. Kisaran tarif sewa speedboat tersebut berkisar Rp3 juta sehari.

Pemilik Speed Boat yang juga Menjabat Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Sandi Wyasa mengatakan, keberangkatan kelima jurnalis menggunakan speedboat miliknya terkesan mendadak.

Dia baru mengetahui rombongan lepas landas di dermaga di Carita, dari salah satu anak buah kapal (ABK) lainnya.

“Mereka pergi mendadak, tidak ada koordinasi jauh-jauh hari (booking). Begitu kapal bertolak menuju arah Selat Sunda, saya dapat laporan dari ABK kalau kapal pergi ke GAK membawa teman-teman jurnalis,” kata Sandi, ditemui di Posko SAR Gabungan di Pantai Marina, Kecamatan Carita, Rabu (9 September 2026).

BACA JUGA : Ambil Gambar GAK, Lima Jurnalis Hilang Kontak

Dia menyebut, kapal yang disewa para jurnalis yang hilang kontak tersebut adalah miliknya.

Namun harga sewa kapal menjadi tanggung jawab guide. “Sewanya per hari. Kalau soal harga langsung dengan guide. Tapi kalau biasanya sih sewa per hari sekitar Rp3 juta,” ungkapnya.

Dia memastikan, kapal miliknya dilengkapi dengan rompi pelampung. Setiap wisatawan yang menggunakan kapal wajib memakai rompi pelampung.

“Di kapal ada pelampung. Itu mah wajib dipakai, karena jarak dari Carita ke GAK sekitar 2 jam,” ujarnya.

BACA JUGA : Pendapatan Pariwisata Hilang Rp5 Miliar

Menurutnya, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan agar korban bisa ditemukan. Mengingat keluarga korban cukup khawatir.

“Harapan saya mudah-mudahan semuanya ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat. Kita doakan semoga semua korban segera ditemukan,” harapnya.

Diketahui, kapal tersebut ditumpangi delapan orang, yakni Arie Basuki jurnalis Merdeka, Yudis jurnalis Inews, Daus jurnalis Kompas, Donal jurnalis Freelance, Bagus jurnalis Antara Foto, Warta kapten kapal, Surakman ABK kapal, dan Heriyanto alias Bongsay selaku guide.

Kejadian ini membuat khawatir pemilik kapal, dan pihak keluarga, karena komunikasi antara pemilik kapal dengan ABK terputus total sejak rombongan berangkat dari Kecamatan Carita, Selasa (8 September ) kemarin. Hingga Rabu malam, rombongan belum ditemukan.

BACA JUGA : PSEL Serang Raya Digarap Keroyokan

Istri dari Kapten Warta, Evi mengaku khawatir dengan kondisi suaminya yang hilang kontak sejak kemarin. Suami Evi sempat bilang akan pulang setelah beberapa jam dari perairan Selat Sunda.

“Berangkatnya jam 14.00, mau pulangnya jam 18.00. Terakhir kontak 18.30 sore. Tapi sampai sekarang belum ada kontak lagi. Ditelepon gak nyambung aja dari semalam,” katanya.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan, proses pencarian jurnalis yang hilang di Perairan Selat Sunda melibatkan sejumlah unsur SAR Gabungan.

Tim telah membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian.

BACA JUGA : PJJ Diperpanjang, Guru dan ASN Wajib ke Kantor

“Kami melakukan penyisiran di sepanjang Perairan Selat Sunda, Pulau Sebesi Lampung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya,” terangnya. (yanadi)

Pos terkait