BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak tiga orang jemaah haji asal Banten meninggal dunia di Mekah.
Hal itu diketahui berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang diakses pada Minggu (25 Mei 2025) pukul 17.32 WIB.
Jemaah haji asal Banten yang wafat atas nama Kusnandar Endi Adimihardja, berjenis kelamin pria yang meninggal diusia 67 tahun pada Senin (19/5) pukul 02.22 WIB. Kusnandar merupakan jemaah kloter 40 asal Kabupaten Tangerang.
Kemudian, jemaah haji kloter 33 asal Kabupaten Pandeglang atas nama Gustiatin Mahfudin Muchtar berjenis kelamin perempuan meninggal diusia 60 tahun. Gustiatin meninggal pada Jumat (23/5) pukul 01.41 WIB.
BPKAD Kota Serang Data dan Lunasi Mobil Dinas Sebelum Dilelang
Ketiga, Sahman Muhamad Yasin berjenis kelamin pria yang meninggal diusia 60 tahun, asal Kabupaten Lebak.
Sahman merupakan jemaah haji kloter 49, meninggal pada hari Sabtu (24 Mei 2025) 07.05 WIB.
Kepala Bidang Haji pada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten HA Bahir membenarkan informasi tersebut.
Jemaah haji yang meninggal karena kelelahan dalam menjalankan ibadah haji.
Dalam kesempatan itu, Bahir mengimbau kepada jemaah haji asal Banten untuk bias menjaga kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan ibadah haji.
Terlebih saat ini operasional haji masih memasuki fase pemberangkatan jemaah ke Arab Saudi.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Nanang Fatchurochman turut berduka cita terhadap jemaah haji yang wafat dalam menjalankan ibadah haji.
Ia mengajak kepada ketua rombongan dan pendamping untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi jemaah haji asal Banten.
BPKAD Kota Serang Data dan Lunasi Mobil Dinas Sebelum Dilelang
“Saya mengingatkan para Ketua Rombongan untuk benar-benar mengabsen rombongannya, karena sistem sekarang berdasarkan syarikah. Seluruh petugas haji melayani Tamu Allah selayaknya melayani orangtua sendiri,” ucapnya.
Ketua Kloter 49 embarkasi Jakarta-Pondok Gede, Kabupaten Lebak, Samsul Falak menjelaskan, jemaah haji atas nama Sahman Muhamad Yasin (61) meninggal akibat serangan jantung pasca menyelesaikan ibadah umrah di Mekkah, Sabtu (24 Mei 2025) dini hari.
Sebelum meninggal, jemaah sempat mengalami pingsan di dalam bus dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit King Faizal.
“Kalau kata keterangan dokter, jemaah tersebut meninggal karena serangan jantung. Kebetulan almarhumah masuk kloter JKG 49,” kata Samsul, Minggu (25 Mei 2025).
Arina Khasyataki Yonata, Suka Menulis Hingga Tertarik Uji Kemampuan dalam Lomba Jurnalistik
Samsul menerangkan, penyakit jantung yang menyerang jemaah itu datang tiba-tiba karena menurutnya, selama masa screening sebelum keberangkatan,
tim kesehatan memastikan bahwa korban dalam keadaan layak untuk berangkat.
Pasca dinyatakan meninggal, jenazah jemaah tersebut langsung ditangani oleh pihak rumah sakit untuk dikebumikan.
“Langsung dimandikan terus siangnya lanjut menyolatkan. Alhamdulillah saya menyaksikan sendiri pihak sana menangani jenazah dengan sangat baik,” terangnya.
BPKAD Kota Serang Data dan Lunasi Mobil Dinas Sebelum Dilelang
Dia menyebut, jemaah itu berangkat dari Indonesia menuju Arab Saudi bersama dengan istrinya.
Selain itu selama perjalanan, Samsul mengungkap bahwa jemaah tersebut selalu terlihat dalam kondisi yang prima.
“Sebelum kejadian bahkan almarhum tidak pernah mengeluh sakit. Mungkin karena kelelahan saja,” imbuhnya.
Samsul sendiri memastikan bahwa petugas, khususnya petugas kesehatan, selalu memberikan pelayanan prima ke para jemaah haji.
BPKAD Kota Serang Data dan Lunasi Mobil Dinas Sebelum Dilelang
Ia juga menyebut petugas selalu memberikan imbauan ke para jemaah untuk selalu menjaga kesehatannya dengan menerapkan pola hidup sehat serta memastikan istirahat yang cukup.
“Mulai dari makanan itu selalu diperhatikan. Kemudian himbauan itu tak henti-hentinya diberikan.
Contohnya kalau siang di sini panas sekali, jadi petugas meminta agar para jemaah tidak terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan ketika siang,” paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Lebak Halimatussyadiah menuturkan bahwa kejadian yang menimpa Sahman Muhamad Yasin menjadi pelajaran bagi seluruh jemaah hajii untuk menerima segala ketentuan.
Bank bjb Luncurkan Kick Off Entrepreneur Hub Finance di Tangerang Selatan
“Memang di tahun ini penerimaan dari sarikahnya agak ribet. Tapi intinya kami turut berduka cita mudah-mudahan almarhum Khusnul khatimah.
Kita mengimbau ke para jemaah yang lain untuk terus mengikuti arahan dari petugas,” tandasnya. (satibi/aldi)




