Himpunan Pedagang Pasar Serang Keberatan Pasar Induk Rau Dibangun Ulang

IMG 20250902 WA0066
Kondisi Pasar Induk Rau Kota Serang makin kumuh, Selasa 2 September 2025. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.CO.ID – Himpunan Pedagang Pasar Serang atau HIMPAS keberatan dengan rencana Pemerintah Kota atau Pemkot Serang yang akan membangun ulang Pasar Induk Rau tahun 2026.

Alasan keberatan Pasar Induk Rau dibangun ulang, karena Himpas menempati kios di dalam PIR dengan dasar surat hak guna bangunan atau HGB.

Himpas meminta Pasar Induk Rau dirapikan saja tanpa harus dibangun ulang dari nol, karena akan memberatkan bagi para pedagang yang punya kios di dalam PIR, karena harus membeli ulang kios baru.

Bacaan Lainnya

Ketua Himpas H. Anis Fuad mengatakan, keberatan dengan rencana Pemkot Serang yang akan membangun ulang Pasar Induk Rau

BACA JUGA: Penantang Baru di Pasar Otomotif Serang, MG Bakal Buka Diler Akhir Tahun Ini

“Kita para pedagang 100 persen kompak. Semua sepakat tidak setuju menolak, keberatan,” ujar Anis, kepada Bantenraya.com, Selasa 2 September 2025.

Ia menjelaskan, pihaknya menempati kios di Pasar Induk Rau dengan dasar surat HGB.

“Keberatannya atas dasar kita menempati kios di Pasar Rau ini dengan surat HGB. HGB saya selalu menggantung di kios ini,” ucap dia.

Alasan lain Anis keberatan gedung Pasar Induk Rau dibongkar ulang, karena gedung Pasar Induk Rau diprediksi minimal bisa kokoh hingga setengah abad, sedangkan saat ini gedung tersebut baru dua dekade lebih.

BACA JUGA: Tingkatkan Pengunjung Pasar Kepandean, Dinkopukmperindag Kota Serang Perbanyak Event

“Kita baru menempati 23 tahun HGB ini, sedangkan dulu perjanjian dengan Pemkot atau pengembang, bangunan ini akan berusia sampai minimal 50 tahun,” katanya.

Ia membeberkan, Gedung Pasar Induk Rau kondisinya makin memprihatinkan lantaran tidak adanya perawatan dari pihak pengelola, sehingga kondisi PIR semakin kumuh.

“Di tengah di perjalanan memang dari pihak pengembang sendiri tidak ada perawatan, bukan kurang perawatan tapi tidak ada perawatan. Bahkan kalau kita ada kebocoran itu saya perbaiki sendiri, pedagang betulin sendiri. Nah dengan tidak adanya perawatan ini gedung atau pasar ini terlihat kumuh sekali,” beber Anis.

Anis mengaku pihaknya membeli toko di dalam Pasar Induk Rau harganya tidak murah, namun ia menyayangkan justru para pedagang tidak diperhatikan oleh pengembang,

BACA JUGA: Dinkopukmperindag Kota Serang Libatkan Pihak Ketiga untuk Kaji Lima Pasar Tradisional Terbengkalai

“Mereka lebih mementingkan PKL, tidak tahu alasannya kenapa. Tiba-tiba sekarang mau dibongkar, berarti kita lagi yang dikorbankan para pedagang pemilik toko,” ucap dia dengan mimik kesal.

Ia berharap ke depan Pasar Induk Rau dirapikan agar nampak bersih, aman, dan nyaman bagi pedagang dan pembeli.

“Kepingin kita dirapikan aja biar nggak acak kadut, biar nggak amburadul kayak gini. Dulu pernah dicap sebagai pasar terjorok se Indonesia,” harapnya. (harir)***

Pos terkait