BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Banten berhasil mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dalam ajang The Asian Post The Best Regional Champion 2026 yang diselenggarakan oleh Infobank, Provinsi Banten dinobatkan sebagai The 2nd Best Province in Financial Index, sekaligus menempatkan Banten ke dalam jajaran provinsi dengan kinerja fiskal terbaik di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Perseroan Daerah Bank Banten juga berhasil meraih penghargaan sebagai Rising Power Regional Bank, yang mencerminkan penguatan sektor keuangan daerah.
Atas capaian tersebut, Asisten Daerah (Asda) Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti menyampaikan bahwa prestasi dan capaian tersebut merupakan indikator bahwa arah kebijakan fiskal dan penguatan kelembagaan keuangan daerah sudah berjalan ke arah yang tepat.
BACA JUGA : Siswa Dekat Sekolah Langsung Diterima
“Capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Penghargaan ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah serta penguatan perbankan daerah di Banten berjalan ke arah yang positif dan berkelanjutan,” kata Rina, Minggu (19April 2026).
Rina menuturkan, capaian dan apresiasi tersebut tidak datang secara instan, melainkan hasil dari konsistensi kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal bahwa fondasi keuangan daerah Banten semakin kokoh.
“Hal ini juga menunjukkan bahwa arah kebijakan dan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan bapak Gubernur dan Wakil Gubernur telah berada pada jalur yang tepat,” katanya.
BACA JUGA : Komitmen Energi Berkelanjutan, Pertamina Borong 14 PROPER Emas dan 108 Hijau dari KLH
Rina menjelaskan, jika dilihat aecara data, capaian tersebut sejalan dengan peningkatan Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) Provinsi Banten yang pada 2024 mencapai angka 72,76, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 72,25.
Angka ini, kata Rina, mencerminkan akan tingginya kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan secara mandiri melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara, dari total pendapatan daerah sebesar Rp12,4 triliun, kontribusi PAD mencapai Rp9 triliun atau sekitar 72,76 persen, yang menunjukkan dominasi sumber pendapatan internal dibandingkan ketergantungan terhadap pemerintah pusat.
“Kontribusi PAD tersebut sebagian besar ditopang oleh pajak daerah yang mencapai Rp8,6 triliun, dengan rincian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp3,5 triliun dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp2,7 triliun.
BACA JUGA : Murah, Cocok Buat Pelancong
Dengan struktur tersebut, kita (Banten,-red) itu memiliki ruang fiskal yang cukup kuat untuk menopang berbagai program pembangunan,” jelas Rina.
Lebih lanjut Rina menerangkan, dari sisi belanja, total pengeluaran daerah tercatat sebesar Rp11,9 triliun, dengan komposisi belanja pegawai Rp2,4 triliun, belanja barang dan jasa Rp3,8 triliun, belanja modal Rp1,1 triliun, serta belanja lainnya Rp4,4 triliun.
Salah satu komponen terbesar berasal dari belanja bagi hasil yang mencapai Rp3,4 triliun, yang menunjukkan distribusi fiskal kepada pemerintah kabupaten/kota.
Rina juga menyoroti peran Bank Banten dalam mendukung penguatan ekonomi daerah. Ia menyebut, penghargaan yang diraih Bank Banten menjadi bukti bahwa transformasi kelembagaan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil.
BACA JUGA : Situ Rancagede Segera Dieksekusi
“Penghargaan untuk Bank Banten sebagai Rising Power Regional Bank ini juga menjadi bukti bahwa penguatan kelembagaan perbankan daerah kita berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah menyelesaikan proses Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Pembangunan Jatim, Bank Banten kini semakin dipercaya oleh pemerintah daerah.
Sejumlah daerah seperti Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang bahkan telah menempatkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di bank tersebut.
Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal positif bagi penguatan peran Bank Banten dalam ekosistem keuangan daerah.
BACA JUGA : Siswa Dekat Sekolah Langsung Diterima
Dengan capaian tersebut, Rina mengatakan jika Pemprov Banten optimistis jika kemandirian fiskal dapat terus diperkuat seiring meningkatnya kontribusi PAD dan sinergi dengan sektor perbankan daerah.
Lebih jauh Rina menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya menjaga capaian yang telah diraih, tetapi juga memperluas dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, kami berharap Bank Banten dapat terus tumbuh lebih kuat, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mendukung perekonomian daerah, termasuk dalam mengoptimalkan potensi PAD secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Banten,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja nyata seluruh stakeholder serta dukungan dari berbagai pihak.
BACA JUGA : Siswa Dekat Sekolah Langsung Diterima
“Penghargaan ini tidak lepas dari dukungan yang luar biasa dari Bapak Gubernur Banten dan seluruh jajarannya yang bekerja keras, serta kepercayaan dari Pemerintah Daerah dan seluruh Stakeholders.
Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja,memperkuat positioning Bank Banten di industri perbankan dan menjadi Regional Champion Bank,” katanya.
Busthami menambahkan, ke depan Bank Banten optimistis dapat terus melesat, kuat, hebat, seiring dengan dukungan pemerintah daerah di wilayah Banten.
“Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis Bank Banten akan terus melesat, kuat, hebat dan mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian Provinsi Banten,” tandasnya. (raffi)




